Berita Populer Kota Padang: Aksi Massa, Pengawasan Hewan Kurban, dan Penangkapan Pelaku Curanmor
Kota Padang kembali menjadi sorotan dengan berbagai informasi menarik yang muncul dalam 24 jam terakhir. Berikut beberapa poin penting yang mencerminkan dinamika di kawasan tersebut.
Aksi Massa di Balai Kota Padang
Pada hari Kamis (7/5/2026), sejumlah massa dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Balai Kota Padang. Aksi ini dipicu oleh kekecewaan terhadap proses penanganan kasus kematian pengamen Karim. Massa membakar tiga ban bekas di depan kantor, menghasilkan asap hitam tebal yang menyebar ke sekitar area.
Kantor Balai Kota Padang terletak di Jalan By Pass, Aie Pacah, Kecamatan Koto Tangah, atau sekitar 800 meter dari RS Siti Rahmah. Meski aksi ini sempat dilarang, massa tetap melanjutkan pernyataan aspirasinya. Hingga pukul 15.19 WIB, aksi masih berlangsung, meskipun api dari pembakaran ban mulai padam. Orator-orator secara bergantian menyampaikan keluhan mereka, meminta Wali Kota Fadly Amran untuk datang menemui massa.
Massa juga membentangkan spanduk-spanduk seperti “Copot Kasatpol PP Padang”, “Karim bukan ODGJ”, dan “Pulihkan nama alm Karim”. Aksi ini merupakan kali kedua yang dilakukan di Balai Kota Padang, dengan tujuan menuntut keadilan atas meninggalnya pengamen Karim. Sampai berita ini ditayangkan, Wali Kota Fadly Amran belum kunjung menemui massa aksi.
Pemerintah Kota Padang Perketat Standar Hewan Kurban
Dalam rangka menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pertanian memperketat pengawasan dan edukasi terkait kelayakan hewan ternak. Tujuannya adalah memastikan seluruh hewan yang dikurbankan masyarakat memenuhi standar kesehatan dan syariat Islam, serta memitigasi risiko penularan penyakit.
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, menyampaikan bahwa sosialisasi masif telah dimulai pekan ini dengan menyasar panitia kurban di berbagai wilayah. Fokus utama sosialisasi ini adalah memberikan pemahaman teknis mengenai cara membedakan ternak yang sehat dengan ternak yang berisiko membawa penyakit.
Hingga saat ini, Dinas Pertanian memastikan bahwa belum ditemukan adanya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah Kota Padang. Meskipun status kota masih terpantau aman dari wabah tersebut, pemerintah tetap melakukan langkah-langkah preventif ekstra ketat agar status bebas PMK ini tetap terjaga hingga hari penyembelihan tiba.
Indikator utama yang harus dicermati oleh calon pembeli adalah lubang-lubang alami pada tubuh hewan. Tim medis veteriner menyarankan warga untuk memeriksa bagian hidung, telinga, hingga anus secara teliti sebelum melakukan transaksi pembelian. Hewan yang sehat tidak boleh mengeluarkan cairan berlebih atau tidak wajar dari bagian-bagian tersebut.
Selain aspek cairan tubuh, kualitas bulu juga menjadi parameter sederhana yang bisa dilihat secara kasatmata. Hewan kurban yang terawat dengan baik dan dalam kondisi prima biasanya memiliki bulu yang bersih, tidak rontok, dan tampak mengilap saat terkena cahaya matahari. Sebaliknya, bulu yang terlihat kusam, kusut, dan tidak terawat sering kali mencerminkan kondisi gizi yang buruk atau adanya parasit.

Penangkapan Pelaku Curanmor di Kota Padang
Upaya pencurian sepeda motor di kawasan Jalan Bandar Olo, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, berakhir dengan penangkapan seorang pria oleh warga pada hari Selasa (5/5/2026) kemarin. Pelaku yang diamankan berinisial RA (44), ia juga diketahui merupakan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor.
Peristiwa itu bermula sekitar pukul 17.00 WIB, saat korban baru kembali dari masjid usai menunaikan salat Ashar. Ia kemudian memarkirkan sepeda motor miliknya di depan toko penjualan cat tempatnya bekerja. Tidak lama berselang, seorang karyawan perempuan berteriak memberi tahu bahwa sepeda motor tersebut telah dibawa seseorang.
Korban yang mengetahui motornya dibawa kabur langsung meminjam kendaraan milik rekannya untuk melakukan pengejaran. Pelarian pelaku berlangsung dari kawasan belakang Olo menuju simpang empat Jalan M. Yamin. Dalam upaya meloloskan diri, pelaku menabrak kendaraan lain hingga kehilangan kendali dan terjatuh.
Meski sempat berusaha kabur dengan berlari, langkah pelaku terhenti setelah sejumlah warga di sekitar Pasar Raya Padang berhasil mengejarnya. Warga kemudian membawa pelaku ke Pos Ronda Los Baro. Suasana sempat memanas karena warga yang geram meneriaki pelaku. Namun kondisi kembali terkendali sambil menunggu aparat kepolisian tiba di lokasi.








