Perubahan Tren Pernikahan di Tahun 2026
Pernikahan kini tidak hanya berbicara tentang dekorasi atau warna yang sedang tren. Menurut laporan terbaru, pernikahan menjadi cerminan dari cara pasangan mengambil keputusan, memanfaatkan teknologi, serta bagaimana mereka memaknai pengalaman personal dalam sebuah acara.
Laporan ini dirilis oleh Bridestory dan bertujuan untuk membantu berbagai pihak di industri pernikahan memahami perubahan kebutuhan generasi sekarang. Dengan data-data yang dikumpulkan, Bridestory ingin membantu para vendor dan pelaku industri pernikahan memahami perilaku, preferensi, serta ekspektasi calon pengantin secara lebih mendalam.
Fungsi Laporan Survei Pernikahan
Laporan survei ini menjadi fondasi penting bagi Bridestory dan para vendor dalam menyusun strategi. Dengan insight yang diperoleh, diharapkan para vendor dan juga Bridestory sebagai platform dan marketplace pernikahan terbesar di Indonesia dapat menyusun strategi, layanan, inovasi, dan produk yang sesuai dengan kebutuhan calon pengantin saat ini.
Hasil survei tersebut juga menjadi dasar dalam merancang konsep pernikahan yang lebih sesuai dengan karakter generasi sekarang. Selain itu, penting juga untuk mempersiapkan konsep yang lebih relevan, personal, dan sesuai dengan kebutuhan calon pengantin generasi sekarang.
Data dari Survei Tahun 2025
Bridestory merilis data informatif seputar pernikahan yang dikumpulkan melalui survei di akhir tahun 2025 kepada 5.000 calon pengantin. Responden terdiri dari 58,7 persen wanita dan 41,3 persen pria, dengan mayoritas berusia 25–30 tahun. Komposisi ini merepresentasikan kelompok usia produktif yang tengah aktif merencanakan pernikahan dan memiliki preferensi kuat terhadap personalisasi serta kemudahan digital.
Survei ini menjadi gambaran nyata tentang bagaimana generasi muda memandang pernikahan bukan hanya sebagai perayaan, melainkan sebagai pengalaman yang harus dirancang matang, efisien, dan mencerminkan identitas pribadi.
Waktu Pernikahan Favorit Calon Pengantin 2026
Hasil survei menunjukkan adanya pola waktu yang cukup jelas terkait rencana pernikahan di tahun 2026. Sebanyak 40,9 persen responden memiliki rencana untuk menikah di kuartal 4 tahun 2026, dengan November sebagai bulan terpopuler. Sementara itu, 21,8 persen responden memilih kuartal 3 tahun 2026 sebagai waktu pernikahan mereka.
Data ini memperlihatkan bahwa akhir tahun masih menjadi periode favorit bagi banyak pasangan. Faktor cuaca, ketersediaan waktu libur, serta momentum akhir tahun yang dianggap spesial menjadi alasan kuat mengapa bulan-bulan tersebut diminati.
Peran Profesional dalam Perencanaan Pernikahan
Selain waktu pelaksanaan, perencanaan pernikahan juga masih sangat bergantung pada bantuan profesional. Layanan wedding planner dan organizer digunakan oleh 92,5 persen responden. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar calon pengantin membutuhkan dukungan tenaga ahli untuk mengelola berbagai aspek pernikahan, mulai dari sesi konsultasi, koordinasi vendor, manajemen anggaran, hingga penyusunan jadwal acara.
Tingginya minat pasangan menggunakan jasa wedding planner menegaskan bahwa kompleksitas pernikahan modern semakin tinggi. Pasangan tidak hanya ingin acara berjalan lancar, tetapi juga sesuai dengan konsep yang diimpikan serta pengalaman tamu yang optimal.
Digitalisasi dalam Pernikahan
Survei juga menunjukkan pergeseran signifikan ke arah digitalisasi. Setidaknya 56 persen responden membuat wedding website sebagai pusat informasi pernikahan mereka. Selain itu, 91 persen responden menggunakan undangan dan buku tamu digital untuk mengatur daftar tamu dengan lebih praktis.
Fakta ini menegaskan bahwa produk-produk digital seperti wedding website, digital invitation, dan RSVP digital semakin digemari dan bahkan menjadi hal esensial dalam pernikahan pengantin masa kini. Digitalisasi tidak hanya memudahkan komunikasi, tetapi juga membantu efisiensi pengelolaan data tamu serta mengurangi penggunaan kertas.
Pernikahan yang Semakin Personal dan Berbasis Data
Seluruh temuan dalam laporan ini memperlihatkan bahwa tren pernikahan 2026 bergerak ke arah yang semakin personal dan berbasis data. Calon pengantin tidak hanya mencari keindahan visual, tetapi juga pengalaman yang relevan dengan gaya hidup mereka. Personalisasi menjadi kunci, baik dalam pemilihan konsep, penggunaan teknologi, maupun cara berkomunikasi dengan tamu undangan.
Bagi industri pernikahan, data ini menjadi panduan strategis untuk mengembangkan layanan dan produk yang lebih tepat sasaran. Vendor dituntut untuk tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memahami perilaku konsumen secara lebih mendalam. Tren pernikahan 2026 bukan hanya soal apa yang indah dipandang, tetapi juga tentang bagaimana pengalaman pernikahan dapat dirancang lebih efektif, personal, dan bermakna bagi setiap pasangan.







