Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Autoimun: Ancaman Tersembunyi yang Menewaskan di Indonesia

    28 April 2026

    5 Tips Pilih Parfum Harum Sepanjang Hari

    28 April 2026

    Tak Terlihat, Tak Terekam: Kekuasaan Sosial di Balik Angka JKA

    28 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 28 April 2026
    Trending
    • Autoimun: Ancaman Tersembunyi yang Menewaskan di Indonesia
    • 5 Tips Pilih Parfum Harum Sepanjang Hari
    • Tak Terlihat, Tak Terekam: Kekuasaan Sosial di Balik Angka JKA
    • Kejurkab Taekwondo Kediri 2026 Digelar, Cari Bibit Unggul
    • 4 Langkah Cepat Saat Overspend Tanpa Khawatir
    • Diduga Culik Siswa SD, Guru Honorer Sumedang Akui Kenal Korban di Aplikasi Hijau
    • Legenda Candi Keboireng: Harta Karun Tersembunyi Ngerong Pasuruan
    • Harga Pangan Solok Selatan April 2026: Beras dan Minyak Goreng Naik, Cabai Turun
    • Jadwal Tol Laut KM Sabuk Nusantara 78: Gorontalo ke Ampana 28 April 2026 Pukul 16.00
    • Ramalan Karier Zodiak Besok Senin 20 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Nasional»Viral di Tengah Ketegangan Iran vs Amerika, PM Netanyahu Kabur ke Jerman, Ini Fakta Terbarunya

    Viral di Tengah Ketegangan Iran vs Amerika, PM Netanyahu Kabur ke Jerman, Ini Fakta Terbarunya

    adm_imradm_imr7 Maret 202627 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kekacauan Informasi tentang Netanyahu di Berlin

    Pada akhir pekan lalu, berbagai klaim menyebar di media sosial mengenai keberadaan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Berlin. Klaim ini didasarkan pada data pelacakan penerbangan yang menunjukkan bahwa pesawat pemerintah Israel mendarat di Bandara Brandenburg Berlin. Namun, klaim tersebut ternyata tidak benar.

    Beberapa unggahan menyebut bahwa Netanyahu berada di dalam pesawat tersebut dan melarikan diri dari Israel setelah serangan udara AS dan Israel terhadap Iran. Salah satu unggahan dengan lebih dari 1,5 juta tayangan bahkan mengklaim bahwa Netanyahu telah tiba di sebuah bunker “di suatu tempat di Jerman”. Meski demikian, tidak ada bukti konkret yang mendukung klaim ini.

    Klaim ini memicu protes di Berlin, di mana beberapa pihak menuntut penjelasan apakah Netanyahu atau anggota pemerintah Israel lainnya terlibat dalam peristiwa tersebut. Beberapa pihak juga mengklaim bahwa Jerman telah melanggar Pasal 7 Statuta Roma karena gagal menangkap Netanyahu ketika pesawat mendarat. Namun, hal ini tidak didukung oleh fakta.

    Data pelacakan penerbangan dari Flightradar menunjukkan bahwa pesawat pemerintah Israel, yang dikenal sebagai Wing of Zion, meninggalkan Beersheba di Israel pada siang hari dan kemudian berputar-putar di atas Laut Mediterania sebelum mendarat di Berlin pada malam hari. Namun, tidak ada bukti bahwa Netanyahu berada di dalam pesawat tersebut.

    Sebuah foto yang diunggah oleh kantor Netanyahu menunjukkan bahwa dia menghadiri pertemuan keamanan di Kirya, Tel Aviv, bersama Kepala Staf IDF dan Direktur Mossad sehari setelah pesawat mendarat. Foto lain menunjukkan bahwa dia berada di atap sebuah gedung di Kirya. Video yang diunggah pada hari Senin menunjukkan bahwa dia hadir di lokasi serangan rudal Iran di Beit Shemesh. Kehadirannya di sana dikonfirmasi oleh beberapa media Israel.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan bahwa hanya awak penerbangan dan pilot yang berada di dalam pesawat tersebut. Pesawat pemerintah Israel secara rutin meninggalkan wilayah udara Israel selama konflik dengan Iran, kemungkinan besar untuk alasan keamanan.

    Pernyataan Donald Trump tentang Keterlibatan Negara Arab

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa sejumlah negara Arab yang sebelumnya enggan terlibat dalam kampanye militer melawan Iran kini mulai mendorong peran yang lebih aktif. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam wawancara dengan CNN International pada Senin (2/3/2026).

    Menurut Trump, pada awalnya negara-negara Arab hanya akan “sedikit terlibat” dalam konflik. Namun sikap itu berubah setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke Bahrain, Yordania, Kuwait, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Iran berdalih serangan tersebut ditargetkan ke tujuh negara Arab tersebut karena mereka menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat atau memiliki kerja sama pertahanan erat dengan Washington.

    Dalam situasi konflik, Teheran memandang mereka sebagai bagian dari jaringan pendukung lawan. Serangan itu dinilai sebagai bentuk balasan sekaligus peringatan agar tidak terlibat lebih jauh dalam operasi militer terhadap Iran. Namun Trump menggambarkan keputusan Iran menyerang negara-negara tersebut sebagai kejutan terbesar dalam kampanye militer yang melanggar kedaulatan negara, dan menjadi eskalasi berbahaya bagi stabilitas kawasan.

    Tujuh Negara Keluarkan Pernyataan Bersama

    Tindakan inilah yang kemudian memicu kemarahan negara-negara Arab yang sebelumnya hanya memantau situasi, kini menyatakan ikut berperang langsung dalam konflik terbuka antara Amerika Serikat–Israel melawan Iran. Mereka juga menggambarkan langkah Iran sebagai “eskalasi berbahaya” yang mengancam stabilitas regional dan kedaulatan, serta wilayah masing-masing.

    “Iran menembaki hotel dan gedung apartemen. Itu membuat negara-negara tersebut marah. Mereka sebenarnya hanya menonton, tetapi kini situasinya berubah,” ujar Trump. Mengutip dari NDTV hingga kini belum ada konfirmasi resmi bahwa negara-negara Arab tersebut menyatakan ikut berperang secara langsung dalam konflik terbuka antara Amerika Serikat–Israel dan Iran. Keterlibatan yang ada sejauh ini lebih bersifat dukungan logistik, penyediaan pangkalan militer, atau kerja sama pertahanan.

    Dukungan Arab Bisa Picu Ledakan Geopolitik

    Klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai kemungkinan keterlibatan aktif sejumlah negara Arab dalam konflik melawan Iran dinilai pengamat sebagai sinyal pergeseran besar dalam dinamika geopolitik Timur Tengah. Apabila dukungan itu berkembang menjadi operasi militer bersama dengan Washington dan Tel Aviv, konflik yang awalnya terbatas pada serangan terarah berpotensi melebar menjadi konfrontasi regional.

    Keterlibatan lebih banyak negara akan memperluas medan tempur, meningkatkan risiko salah perhitungan militer, serta membuka kemungkinan aksi balasan lintas batas yang lebih luas. Pengamat juga memperingatkan bahwa eskalasi semacam itu dapat menyeret kekuatan regional lain untuk mengambil posisi, sehingga konflik tidak lagi bersifat bilateral, melainkan menjadi pertarungan blok yang lebih besar.

    Situasi ini dinilai berisiko tinggi bagi stabilitas jangka panjang Timur Tengah dan dapat memicu dampak geopolitik yang melampaui kawasan.

    Iran Tutup Selat Hormuz

    Terpisah, pasca AS dan Israel menyerang wilayah-wilayah strategis Iran, pejabat Tehran memberi sinyal kuat akan menggunakan senjata strategis ekonomi dengan mengancam menutup jalur pelayaran energi paling vital di dunia, yakni Selat Hormuz. Hal itu turut dikonfirmasi pejabat Uni Eropa yang mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz telah menerima transmisi radio frekuensi sangat tinggi (VHF) dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

    Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa “tidak ada kapal yang diizinkan melewati Selat Hormuz”. Tak lama setelah peringatan itu, sedikitnya tiga kapal dilaporkan diserang di sekitar wilayah selat. Dua kapal disebut terkena serangan langsung, sementara satu kapal lainnya nyaris terdampak ledakan proyektil tak dikenal.

    Senada dengan pejabat Uni Eropa, Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris Raya atau United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) turut mengkonfirmasi adanya “aktivitas militer signifikan” di wilayah tersebut, termasuk insiden dua mil laut di utara Kumzar, Oman. Akibatnya, aktivitas pelayaran internasional nyaris terhenti. Data platform pelacakan kapal Kpler mencatat sekitar 150 kapal tanker memilih menjatuhkan jangkar di luar perairan Selat Hormuz.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Tak Terlihat, Tak Terekam: Kekuasaan Sosial di Balik Angka JKA

    By adm_imr28 April 20261 Views

    Alasan AW Brimob Minta Maaf Atas Keributan Gerebek Istrinya Selingkuh

    By adm_imr28 April 20262 Views

    APINDO Kaltara Khawatir Kenaikan BBM Hancurkan Dunia Usaha, Bisa Sebabkan PHK

    By adm_imr28 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Autoimun: Ancaman Tersembunyi yang Menewaskan di Indonesia

    28 April 2026

    5 Tips Pilih Parfum Harum Sepanjang Hari

    28 April 2026

    Tak Terlihat, Tak Terekam: Kekuasaan Sosial di Balik Angka JKA

    28 April 2026

    Kejurkab Taekwondo Kediri 2026 Digelar, Cari Bibit Unggul

    28 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?