Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M Dinilai Mengalami Lompatan Besar dalam Kualitas Pelayanan
Wakil Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus anggota Amirul Hajj 2026, Romo Syafi’i, memberikan penilaian positif terhadap penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Menurutnya, pelaksanaan haji tahun ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya layanan haji Indonesia ditangani langsung oleh Kementerian Haji dan Umrah.
Pemantauan langsung yang dilakukan Romo Syafi’i mencakup berbagai aspek layanan haji, mulai dari proses istitaah kesehatan, transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga pelayanan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Dalam wawancara di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Selasa (2/6/2026) malam, ia menyampaikan bahwa ada banyak kemajuan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Perbaikan dalam Proses Seleksi Kesehatan
Romo Syafi’i menilai perbaikan sudah terlihat sejak proses seleksi istitaah kesehatan di Indonesia. Pemerintah dinilai lebih ketat dalam memastikan hanya jamaah yang memenuhi syarat kesehatan yang diberangkatkan ke Tanah Suci. Langkah tersebut berdampak langsung pada kondisi kesehatan jamaah selama menjalankan ibadah haji.
Layanan Penerbangan yang Lebih Baik
Ia juga mengapresiasi layanan penerbangan yang dinilainya berjalan sesuai jadwal tanpa kendala berarti. Hal ini berbeda dengan musim haji sebelumnya yang sering dihiasi keluhan terkait keterlambatan atau gangguan penerbangan.
Transportasi yang Lebih Ramah
Saat tiba di Arab Saudi, Romo Syafi’i terkesan dengan layanan transportasi yang disediakan. Banyak jamaah merasakan adanya sambutan yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Begitu turun dari pesawat langsung diarahkan ke bus dan mendapatkan layanan yang baik,” ujarnya.
Akomodasi yang Lebih Nyaman
Dalam aspek akomodasi, Romo Syafi’i menyebut mayoritas jamaah tidak menyampaikan keluhan terkait hotel. Meski sempat menerima laporan mengenai jarak hotel di kawasan Al Hidayah yang cukup jauh dari Masjidil Haram, ia menilai fasilitas yang tersedia justru lebih baik dibandingkan sejumlah hotel yang lokasinya lebih dekat.
Bus Shalawat yang Beroperasi 24 Jam
Ia memberikan apresiasi terhadap layanan Bus Shalawat yang beroperasi selama 24 jam dan dinilai sangat membantu mobilitas jamaah menuju Masjidil Haram. Ketersediaan armada yang memadai membuat jamaah tidak perlu menunggu lama saat hendak beribadah maupun kembali ke hotel.
Konsumsi yang Memuaskan
Pada sektor konsumsi, Romo Syafi’i mengaku hampir tidak menemukan keluhan berarti. Bahkan beberapa jamaah bercanda bahwa mereka khawatir mengalami kenaikan berat badan karena makanan yang disajikan dinilai cukup baik.
Layanan Kesehatan yang Lebih Baik
Penilaian positif juga disampaikan terhadap layanan kesehatan. Saat mengunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan sejumlah klinik satelit, ia melihat jumlah pasien dengan penyakit berat relatif sedikit. Kerja sama dengan Saudi German Hospital dinilai menjadi terobosan penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi jamaah Indonesia.
Kinerja Petugas yang Diapresiasi
Kinerja petugas haji Indonesia juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Arab Saudi. Menurutnya, Menteri Dalam Negeri Arab Saudi dan Menteri Haji Arab Saudi menilai petugas Indonesia bekerja lebih sigap dan profesional dibandingkan banyak negara lain.
Catatan dan Rekomendasi
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah catatan selama fase Armuzna, terutama terkait kepadatan jamaah saat proses perpindahan dari hotel menuju lokasi ibadah. Namun secara keseluruhan, pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina dinilai jauh lebih tertata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Data Kesehatan yang Menunjukkan Tren Positif
Data kesehatan juga menunjukkan tren positif. Hingga periode yang sama tahun ini, jumlah jamaah wafat tercatat sekitar 140 orang, jauh lebih rendah dibandingkan lebih dari 450 orang pada periode yang sama tahun lalu.
Penilaian Terhadap Kementerian Haji dan Umrah
Romo Syafi’i menilai berbagai kemajuan tersebut tidak lepas dari perhatian besar Presiden RI terhadap penyelenggaraan ibadah haji, termasuk pembentukan Kementerian Haji dan Umrah yang menjadi tonggak baru dalam sejarah pelayanan haji Indonesia.







