Wisata Alam di Pantura Flores Timur yang Menarik dan Unik
Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menyimpan keindahan alam yang menarik perhatian wisatawan. Wilayah ini memiliki empat destinasi wisata alam yang populer dan sering dikunjungi oleh para pengunjung. Keempat tempat ini tersebar dari Kecamatan Lewolema hingga Titehena, masing-masing memiliki keunikan dan pesona tersendiri.
Pantai Kawaliwu
Pantai Kawaliwu terletak di Kawaliwu, Riangkotek, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur. Lokasinya berada di jalur Pantura Flores Timur, dan memiliki pesona keindahan yang berbeda dari pantai lainnya. Bibir pantainya dipenuhi batu-batu kecil berwarna hitam, yang menjadi ciri khas dari tempat ini. Selain itu, pantai ini juga menawarkan pemandangan indah saat matahari terbenam. Yang paling unik adalah adanya air panas yang keluar dari bebatuan di sekitar pantai.
Air Panas Kawaliwu

Air Panas Kawaliwu berada di kawasan Pantai Kawaliwu. Terdapat puluhan lubang kecil yang digali secara manual. Genangan air setinggi di atas mata kaki orang dewasa digunakan sebagai wadah untuk berendam kaki. Ada juga lubang sepanjang dua meter yang bisa digunakan untuk rebahan. Pengunjung dapat merasakan sensasi alami dari air panas ini.
Pantai Telaga Biru

Pantai Telaga Biru berada di Desa Lewobele, Kecamatan Lewolema, sekitar 20-an km dari Kota Larantuka. Meskipun lokasinya relatif dekat, jalan yang rusak berat membuat perjalanan memakan waktu hampir satu jam. Tempat ini sangat diminati oleh kalangan muda lokal, yang datang untuk berenang dan mengabadikan momen yang kemudian diunggah ke media sosial.
Di sekitar pantai tumbuh berbagai jenis tanaman yang menciptakan suasana sejuk. Bebatuan dan karang kecil bertaburan di bibir pantai. Lautnya berwarna hijau kebiruan, yang bisa menghipnotis pengunjung untuk berlama-lama di sana. Keunikan lainnya adalah adanya aliran air tawar yang mengarah ke laut. Meskipun dulu dilengkapi dengan pondok tempat duduk, kini pondok tersebut sudah rusak akibat badai.
Pantai Lato

Pantai Wato Lato di Desa Lewouran, Kabupaten Flores Timur, memiliki pesona yang berbeda dari pantai umumnya yang berpasir. Pantai ini memiliki bentang alam yang unik karena kawasan pantainya terdiri dari hamparan batu karang berwarna hitam. Nama pantai ini berasal dari kata “Wato Lota” yang berarti batu susun. Selain panorama alam yang menarik, pantai ini juga menawarkan pemandangan sunset atau matahari terbenam yang indah.
Kendala Akses Jalan yang Rusak
Meski memiliki keindahan alam yang luar biasa, akses jalan menuju empat destinasi wisata alam di Pantura Flores Timur masih menjadi kendala utama. Infrastruktur jalan yang buruk terasa sangat jelas saat melintasi wilayah ini, mulai dari Lewolema hingga Titehena. Nyaris tidak ada potongan aspal, yang menunjukkan bahwa sejumlah desa di jalur Pantura masih terisolir.
Jalur yang rusak parah semakin curam dan ekstrem akibat abrasi. Pengendara diminta waspada karena akses jalannya kian sempit dan berliku. Di permukaan tanah juga terdapat genangan lumpur. Sebelum sampai ke Pantai Telaga Biru, terdapat sebuah jembatan yang ambruk akibat banjir. Keadaan ini semakin menyulitkan warga di Pantura. Mereka berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Flores Timur lebih memperhatikan wilayah setempat.
Banyak warga pernah mengalami kecelakaan saat melintas. Bebatuan lepas dan terjal, serta tanjakannya licin, membuat aktivitas sulit dilakukan saat musim hujan. Ekonomi masyarakat terus terganggu karena ketimpangan sosial ini.







