Close Menu
Info Malang Raya
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Berita *Terbaru*
Navigasi Karier Lulusan Kuliah: Menjembatani Jurang Antara Ijazah Akademis dan Tuntutan Industri Modern

Navigasi Karier Lulusan Kuliah: Menjembatani Jurang Antara Ijazah Akademis dan Tuntutan Industri Modern

29 October 2026
Menjaga Jemari dari Ghibah Digital dan Ancaman Hukum Pertikaian di Media Sosial

Menjaga Jemari dari Ghibah Digital dan Ancaman Hukum Pertikaian di Media Sosial

29 October 2026
Membangun Relasi Lewat Komunitas Hobi Lokal yang Sehat dan Inklusif di Tengah Kota

Membangun Relasi Lewat Komunitas Hobi Lokal yang Sehat dan Inklusif di Tengah Kota

29 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
Thursday, 29 October 2026
Trending
  • Navigasi Karier Lulusan Kuliah: Menjembatani Jurang Antara Ijazah Akademis dan Tuntutan Industri Modern
  • Menjaga Jemari dari Ghibah Digital dan Ancaman Hukum Pertikaian di Media Sosial
  • Membangun Relasi Lewat Komunitas Hobi Lokal yang Sehat dan Inklusif di Tengah Kota
  • Panduan Modifikasi Harian Kendaraan Tanpa Takut Membatalkan Garansi Resmi Pabrikan Otomotif
  • Merajut Kembali Kehangatan Keluarga yang Renggang Akibat Hiruk-Pikuk Dunia Digital
  • Seni Mengatur Gaji Bulanan Agar Keuangan Tetap Sehat dan Bebas Stress
  • Racikan Menu Sarapan Berenergi yang Menjaga Kebugaran Tubuh Sepanjang Hari
  • Rahasia Meningkatkan Produktivitas Kerja Melalui Pola Tidur Malam yang Berkualitas
  • Menimbang Ulang Kurikulum Nasional: Antara Beban Administrasi Guru dan Daya Tangkap Siswa
  • Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga di Tengah Tekanan Ekonomi Lewat Tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
Info Malang RayaInfo Malang Raya
Login
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Info Malang Raya
  • Malang Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Kajian Islam
  • Login
Home»Teknologi»5 fakta luar biasa tentang sampah luar angkasa

5 fakta luar biasa tentang sampah luar angkasa

adm_imradm_imr12 April 20266 Views
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Apa Itu Sampah Luar Angkasa?

Apa yang ada di pikiranmu kalau kamu pergi ke luar angkasa? Pastinya gak lepas kalau kamu bakal melihat bulan, bintang-bintang, dan planet. Tapi, kamu tak hanya melihat itu, melainkan kamu juga akan melihat jutaan sampah luar angkasa!

Sejak misi pertama manusia ke luar angkasa di tahun 1957, manusia telah mengirimkan ribuan roket dan satelit ke luar angkasa. Beberapa satelit masih bekerja, beberapa lagi telah pensiun dan dibiarkan mengambang di luar angkasa. Lalu, apakah sampah luar angkasa ini berbahaya? Apakah dapat jatuh ke bumi dan menghantam bumi seperti meteor? Berikut hal yang perlu kamu tahu tentang sampah luar angkasa.

Jumlah Sampah Luar Angkasa yang Mengorbit Bumi

Sedikitnya ada 27.000 serpihan sampah luar angkasa berukuran lebih dari 10 centimeter. Sampah luar angkasa diartikan sebagai segala objek buatan manusia di luar angkasa yang tidak lagi berfungsi dan digunakan. Sampah luar angkasa ini umumnya dapat berupa satelit yang tidak terpakai, roket pendorong yang terbuang, hingga baut.

Setidaknya ada 3.000 satelit mati yang mengorbit bumi. Berdasarkan National Aeronautics and Space Administration (NASA), ada 27.000 keping sampah luar angkasa yang berukuran lebih dari 10 centimeter dan lebih dari 100 juta keping sampah luar angkasa yang lebih kecil dari 1 centimeter. Belum lagi diperkirakan terdapat jutaan sampah luar angkasa yang tidak terdeteksi.

Sampah Luar Angkasa Tidak Hanya Mengorbit Bumi

Sampah luar angkasa tidak hanya mengorbit bumi saja, melainkan juga ada di planet dan satelit planet lain. Di bulan kurang lebih terdapat 54 kendaraan tanpa awak dan 190.000 kilogram sampah. Selain di bulan, sampah luar angkasa juga ada di Mars. Kurang lebih terdapat hampir 10.000 kilogram sampah luar angkasa di Mars. Sedangkan untuk Venus, terdapat pesawat tanpa awak Venera 7 yang diluncurkan pada 1970. Terjauh, ada pesawat tanpa awak Pioneer 10 yang terdampar di Titan, salah satu bulan Saturnus.

Bahaya yang Dapat Ditimbulkan oleh Sampah Luar Angkasa

Pada tahun 1978, seorang astrofisikawan bernama Donald J Kessler mengeluarkan teori bahwa semakin bertambahnya objek luar angkasa di orbit bumi, maka kemungkinan tabrakan antar objek akan semakin besar. Setiap tabrakan akan menghasilkan pecahan yang dapat menabrak objek luar angkasa lain dan akhirnya menimbulkan tabrakan beruntun. Teori astrofisikawan ini kemudian dikenal dengan sindrom kessler.

Tabrakan di antara sampah luar angkasa dengan satelit dan pesawat antariksa memang pernah terjadi beberapa kali. Seperti pada 2009, pesawat antariksa Rusia yang sudah tak berfungsi menabrak pesawat antariksa Amerika Serikat yang sedang menjalankan misi. Namun, kemungkinan tabrakan tersebut sangatlah kecil.

Tapi, tidak menutup kemungkinan jika kedepannya sindrom kessler akan terwujud. Mengingat dalam satu dekade mendatang akan ada 10.000 satelit baru yang akan mengorbit bumi.

Perlu diketahui juga kalau sampah luar angkasa melaju dengan kecepatan 7 kilometer per detiknya! Kecepatan itu 25 kali lebih cepat dari pesawat komersil. Bahkan, benda berukuran 1 milimeter yang melaju dengan kecepatan tersebut dapat merusak satelit.

Kemungkinan Sampah Luar Angkasa Jatuh ke Bumi

Ya, sampah luar angkasa memiliki potensi untuk jatuh ke bumi. Namun, kemungkinannya kecil. Dari sampah luar angkasa yang baru terbentuk, 79% kemungkinan tidak akan turun ke memasuki bumi dalam kurun waktu 100 tahun. Sebanyak 15% sampah luar angkasa butuh waktu lebih dari 1 tahun untuk masuk ke bumi. Sisanya, hanya 6% sampah luar angkasa yang masuk ke bumi dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Sekalipun masuk ke bumi, kebanyakan sampah luar angkasa akan terbakar habis oleh gesekan atmosfer. Andai mereka masih tersisa dan menghantam permukaan bumi, dampaknya tidak akan separah hantaman meteor.

Indonesia sendiri juga pernah mengalami kejatuhan sampah luar angkasa. Berdasarkan Jurnal Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa pada 2021, sejauh ini tercatat ada 6 kejadian jatuhnya sampah luar angkasa di Indonesia.

Upaya untuk Membersihkan Sampah Luar Angkasa

Para ahli tahu bahwa ke depannya sampah luar angkasa dapat berpotensi menghambat misi antariksa. Maka dari itu, mereka mulai merancang cara untuk membersihkan sampah luar angkasa.

Terdaftar beberapa ide untuk mengatasi sampah luar angkasa. Contohnya, The European Space Agency mengajukan ide menangkap sampah dengan menggunakan jaring. Sedangkan, The Japanese Aerospace Exploration Agency mengajukan ide menggunakan laser elektrodinamika yang dapat memperlambat gerakan sampah luar angkasa. Jika sudah melambat, sampah tersebut akan jatuh ke bumi dan kebanyakan akan terbakar habis oleh atmosfer.

Terdapat banyak ide dan proposal yang diajukan untuk membersihkan sampah luar angkasa. Namun, belum ada ide membersihkan sampah luar angkasa yang diaplikasikan secara masif.

Sampah luar angkasa memang dapat menjadi ancaman bagi misi luar angkasa dan kehidupan manusia kedepannya. Selain itu, sudah menjadi tanggung jawab manusia untuk membersihkan sampah buatannya di luar angkasa.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Berita Terkait

Robot Pelayan Unissula Berbicara Saat Ada Gangguan Di Depannya

By adm_imr25 August 20262 Views

Jepang Perkenalkan Teknologi Pertanian Padi Berkelanjutan ke ASEAN

By adm_imr25 August 20260 Views

Cloudera dorong transformasi AI perusahaan dengan cloud fleksibel

By adm_imr25 August 20260 Views
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
Navigasi Karier Lulusan Kuliah: Menjembatani Jurang Antara Ijazah Akademis dan Tuntutan Industri Modern

Navigasi Karier Lulusan Kuliah: Menjembatani Jurang Antara Ijazah Akademis dan Tuntutan Industri Modern

29 October 2026
Menjaga Jemari dari Ghibah Digital dan Ancaman Hukum Pertikaian di Media Sosial

Menjaga Jemari dari Ghibah Digital dan Ancaman Hukum Pertikaian di Media Sosial

29 October 2026
Membangun Relasi Lewat Komunitas Hobi Lokal yang Sehat dan Inklusif di Tengah Kota

Membangun Relasi Lewat Komunitas Hobi Lokal yang Sehat dan Inklusif di Tengah Kota

29 October 2026
Panduan Modifikasi Harian Kendaraan Tanpa Takut Membatalkan Garansi Resmi Pabrikan Otomotif

Panduan Modifikasi Harian Kendaraan Tanpa Takut Membatalkan Garansi Resmi Pabrikan Otomotif

29 October 2026
Berita Populer

HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

Kota Malang 1 April 2026

Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

29 April 2026

Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

28 February 2026

Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

4 June 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
© 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?