Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Kronologi Penemuan Nadira Az-Zahra, Mahasiswi Telkom University yang Hilang Sepekan

    11 Juli 2026

    Bukti RW Surabaya Terima Rp1,5 Juta dari Pendatang Tanpa Izin Lurah, Minta Maaf

    11 Juli 2026

    D-8 Expo Halal 2026: Peluang Indonesia Jadi Pemimpin Ekonomi Syariah Global

    11 Juli 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 11 Juli 2026
    Trending
    • Kronologi Penemuan Nadira Az-Zahra, Mahasiswi Telkom University yang Hilang Sepekan
    • Bukti RW Surabaya Terima Rp1,5 Juta dari Pendatang Tanpa Izin Lurah, Minta Maaf
    • D-8 Expo Halal 2026: Peluang Indonesia Jadi Pemimpin Ekonomi Syariah Global
    • 7 Rahasia Masa Lalu Kim Bujang di Agent Kim yang Kembali Aktif
    • Anak disabilitas yatim piatu di Sukabumi terjebak kecanduan bensin
    • Peternak Diminta Lepas Panen, Pinsar DIY Dukung HAP Ayam Hidup Rp19.500
    • Di Tengah Pemadaman Listrik, Warga Pontianak Manfaatkan Energi Surya
    • 5 cara berkeliling Ragunan Jakarta tanpa lelah jalan kaki saat libur sekolah
    • Seni Menyederhanakan: 4 Stres yang Tidak Perlu Dibuang dari Hidup Anda
    • IRRA 2026 Diumumkan, Balap Mini Dakar Tampilkan Jalur Ekstrem Jawa Barat
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Teknologi»50.000 Karyawan Samsung Ancam Mogok Kerja 18 Hari

    50.000 Karyawan Samsung Ancam Mogok Kerja 18 Hari

    adm_imradm_imr20 Mei 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    Perusahaan Teknologi Terbesar Dunia Menghadapi Persoalan Internal

    Samsung Electronics, salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, kini sedang menghadapi tantangan besar dalam bentuk aksi mogok kerja yang dilakukan oleh serikat pekerja. Aksi tersebut akan berlangsung selama 18 hari dan dimulai pada pekan depan. Pihak serikat pekerja menyatakan bahwa sekitar 41.000 dari total pekerja telah menyatakan kesiapan untuk ikut serta dalam aksi ini, sementara jumlahnya bisa meningkat menjadi lebih dari 50.000 orang.

    Ketua serikat pekerja Samsung Electronics, Choi Seung-ho, menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan kembali melakukan negosiasi dengan manajemen perusahaan sebelum tuntutan utama mereka dipenuhi. Tuntutan utama tersebut berkaitan dengan bonus berbasis kinerja yang diberikan kepada para pekerja. “Kami bersedia berdiskusi setelah 7 Juni. Kami berniat menggunakan hak yang dijamin konstitusi,” ujarnya.

    Meskipun manajemen Samsung telah mengajukan proposal baru untuk melanjutkan pembicaraan tanpa prasyarat, serikat pekerja tetap menolak untuk kembali berunding. Perselisihan antara kedua belah pihak terkait bonus kinerja membuat negosiasi kembali buntu. Pemerintah Korea Selatan juga turun tangan sebagai mediator, namun dua hari mediasi yang dilakukan tidak berhasil mencapai kesepakatan.

    Risiko Produksi dan Dampak Global

    Keputusan serikat pekerja memperbesar risiko gangguan produksi di perusahaan yang merupakan pembuat cip memori terbesar dunia. Selain itu, hal ini juga memunculkan ancaman baru bagi rantai pasok semikonduktor global, terutama di tengah ledakan permintaan cip kecerdasan buatan (AI).

    Tuntutan utama dari serikat pekerja adalah mengenai skema bonus berbasis laba dari bisnis semikonduktor AI Samsung. Saat ini, bisnis ini sedang menikmati lonjakan keuntungan akibat tren peningkatan permintaan global. Dalam proposal terbaru, manajemen Samsung menawarkan sistem bonus yang sudah ada, tetapi juga membuka opsi perhitungan bonus berdasarkan 10% laba operasi atau economic value added (EVA). Perusahaan juga menawarkan skema kompensasi khusus yang dapat menciptakan struktur insentif lebih fleksibel.

    Namun, serikat pekerja menuntut bonus tetap sebesar 15% dari laba operasi divisi semikonduktor, sekaligus meminta penghapusan batas maksimum pembayaran bonus. Manajemen Samsung kembali meminta pekerja melanjutkan negosiasi sambil menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang berkembang.

    Pengembangan Cip AI dan Investasi Besar

    Dalam catatan Bisnis, cip AI menjadi salah satu lini bisnis andalan Samsung Electronics. Perusahaan berencana mengalokasikan dana investasi lebih dari 110 triliun won atau Rp1.247 triliun untuk ekspansi kapasitas dan riset cip AI pada 2026. Alokasi ini menjadi komitmen modal tahunan terbesar dalam sejarah perusahaan untuk menjaga posisi terdepan di tengah ledakan permintaan teknologi global.

    Strategi ekspansi Samsung melampaui perkiraan belanja modal Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) yang menetapkan dana sekitar US$50 miliar untuk tujuan serupa. Keputusan ini menandai pergeseran fokus perusahaan dalam merespons permintaan yang didorong oleh evolusi AI.

    Chief Executive Officer (CEO) Samsung Electronics, Jun Young-hyun, menyatakan bahwa kemunculan agentic AI telah memicu ledakan pesanan yang sangat besar untuk memori dan penyimpanan kelas server. Perusahaan kini memprioritaskan pengembangan cip AI generasi berikutnya serta proses foundry yang lebih canggih. “Munculnya agentic AI memicu lonjakan pesanan eksplosif, tidak hanya untuk memori bandwidth tinggi (HBM), tetapi juga penyimpanan kelas server,” ujarnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Membangun Masa Depan dari Laboratorium

    By adm_imr11 Juli 20260 Views

    ASUS ExpertBook PM5 G2, Laptop Bisnis AMD Ryzen AI dengan NPU 55 TOPS

    By adm_imr10 Juli 20261 Views

    Pustakawan di Era AI: Mati Kutu atau Jagoan Baru?

    By adm_imr10 Juli 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Kronologi Penemuan Nadira Az-Zahra, Mahasiswi Telkom University yang Hilang Sepekan

    11 Juli 2026

    Bukti RW Surabaya Terima Rp1,5 Juta dari Pendatang Tanpa Izin Lurah, Minta Maaf

    11 Juli 2026

    D-8 Expo Halal 2026: Peluang Indonesia Jadi Pemimpin Ekonomi Syariah Global

    11 Juli 2026

    7 Rahasia Masa Lalu Kim Bujang di Agent Kim yang Kembali Aktif

    11 Juli 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?