Penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 H
Pemerintah telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Salah satu hal yang identik dengan hari raya ini adalah pelaksanaan salat Idulfitri yang biasanya dilakukan di lapangan atau masjid-masjid di Indonesia. Salat Idulfitri dalam Islam hukumnya sunah muakkad, yang berarti sangat dianjurkan. Biasanya salat ini dilakukan di pagi hari sekitar jam 6-7 dan dilakukan secara berjemaah.
Sebelum melaksanakan salat Idulfitri, terdapat beberapa amalan sunah yang bisa dilakukan. Berikut adalah enam amalan tersebut:
1. Memperbanyak Mengucap Takbir
Amalan sunah pertama adalah memperbanyak mengucapkan takbir. Amalan ini bisa dilakukan saat perjalanan menuju lapangan atau masjid serta sembari menunggu khatib naik ke mimbar. Berikut bacaan takbir Idulfitri:
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar wa lillahil hamdu.
Membaca takbir memiliki banyak keutamaan, salah satunya adalah meleburkan dosa-dosa yang telah lalu. Selain itu, membaca takbir juga menjadi ajang syiar agama Islam.
2. Mandi Sebelum Menuju Tempat Salat Idulfitri
Mandi sebelum berangkat salat Idulfitri merupakan amalan sunah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW selalu mandi pada hari Idulfitri dan Iduladha. Mandi tidak hanya berpahala tetapi juga membuat tubuh menjadi segar dan bersih ketika menjalankan ibadah salat Idulfitri. Niat mandi sunah Idulfitri adalah:
“Nawaitul ghusla sunnatan li ‘idil fithri lillahi ta’ala.”
Artinya: “Saya niat mandi sunah untuk Idul Fitri karena Allah ta’ala.”

3. Mengenakan Pakaian Terbaik dan Memakai Wewangian
Mengenakan pakaian terbaik dan wewangian merupakan amalan sunah yang bisa dilakukan sebelum berangkat salat Idulfitri. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW memerintahkan untuk memakai pakaian terbaik dan wewangian yang terbaik.

4. Sarapan atau Makan Terlebih Dahulu Sebelum Salat
Berbeda dengan salat Iduladha yang disunahkan untuk tidak sarapan sebelum salat, salat Idulfitri justru sebaliknya. Nabi Muhammad SAW selalu menyempatkan makan terlebih dahulu sebelum menjalankan salat Idulfitri. Hal ini sebagai tanda bahwa puasa Ramadan telah berakhir.

5. Mengucap Selamat kepada Jemaah Lain atau Saudara
Salah satu budaya Idulfitri di Indonesia adalah saling mengucap salam. Namun, tidak banyak orang yang tahu bahwa amalan ini merupakan sunah nabi. Bentuk salam yang biasa diucapkan Nabi Muhammad SAW adalah:
“Taqabbalallahu minna wa minkum” yang artinya “Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian.”

6. Memilih Jalan Berbeda Antara Berangkat dan Pulang
Amalan sunah terakhir adalah memilih jalan yang berbeda antara berangkat dan pulang dari lokasi salat Idulfitri. Nabi SAW mengambil jalan yang berbeda (antara pergi dan pulangnya). Tujuan dari amalan ini adalah sebagai ajang berbagi kebahagiaan dengan orang lain di tempat yang berbeda.

Bagaimana mudah bukan amalan-amalan sunah sebelum salat Idulfitri di atas? Semoga dengan mengetahui sunah-sunahnya membuatmu semakin bersemangat menjalankan salat Idulfitri dan tidak malas-malasan lagi. Selamat Lebaran!







