Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    DPR Tetapkan RUU P2SK Jadi UU

    10 Juni 2026

    Kemenkum Kalbar Bantu Pemkab Sanggau Evaluasi Peraturan Daerah 2026

    10 Juni 2026

    Pasutri Sujud di Kantor Bobby Nasution Gara-Gara Tak Mampu Bayar Pengobatan Anak Rp 180 Juta

    10 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 10 Juni 2026
    Trending
    • DPR Tetapkan RUU P2SK Jadi UU
    • Kemenkum Kalbar Bantu Pemkab Sanggau Evaluasi Peraturan Daerah 2026
    • Pasutri Sujud di Kantor Bobby Nasution Gara-Gara Tak Mampu Bayar Pengobatan Anak Rp 180 Juta
    • Heboh Pocong Muncul di Nguling, Warga Buru dengan Celurit
    • Apa Itu Uang Deposit? Fungsi, Jenis, dan Perbedaannya
    • Eks Napi Korupsi Picu Kecelakaan Maut di Palembang, 2 Tewas dan 3 Luka
    • 25 Soal PAI Kelas 6 SD Bab 4: Hukum Halal dan Haram Kurikulum Merdeka 2026
    • 7 alasan bau ketiak kanan dan kiri berbeda
    • Ratusan Warga Hadiri Festival UMKM Street Food II Kota Gorontalo
    • 7 destinasi alam Kuningan yang sedang viral, sempurna untuk tempat healing di kaki Gunung Ciremai
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»7 alasan bau ketiak kanan dan kiri berbeda

    7 alasan bau ketiak kanan dan kiri berbeda

    adm_imradm_imr10 Juni 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Mengapa Bau Ketiak Kanan dan Kiri Bisa Berbeda?

    Manusia memiliki dua mata, dua tangan, dua kaki, dan dua ketiak. Banyak orang mengira bahwa kedua sisi tubuh bekerja dengan cara yang sama. Namun, kenyataannya tidak selalu begitu. Beberapa orang mungkin menyadari bahwa satu ketiak lebih mudah berkeringat, atau bahwa deodoran lebih cepat hilang efeknya di satu sisi dibanding sisi lainnya. Bahkan, tidak sedikit yang memperhatikan bahwa bau ketiak kanan dan kiri berbeda.

    Tubuh memang simetris secara anatomi, tetapi lingkungan mikro di permukaan kulit tidak selalu identik antara sisi kanan dan kiri. Untuk memahami perbedaan ini, kita perlu mengetahui dari mana bau ketiak berasal.

    Sumber Bau Ketiak

    Keringat yang baru keluar dari tubuh pada dasarnya hampir tidak berbau. Bau muncul ketika bakteri yang hidup di permukaan kulit memecah komponen tertentu dalam keringat, terutama yang berasal dari kelenjar apokrin. Kelenjar apokrin banyak ditemukan di ketiak, selangkangan, dan area sekitar puting. Keringat dari kelenjar ini mengandung protein, lipid, dan berbagai molekul organik lain. Bakteri kemudian menguraikan senyawa tersebut menjadi molekul volatil yang menghasilkan aroma khas bau badan.

    Berikut adalah beberapa alasan kenapa bau ketiak kanan dan kiri bisa berbeda:

    1. Komposisi bakteri di kedua ketiak bisa berbeda

      Kulit dihuni oleh miliaran mikroorganisme yang membentuk apa yang dikenal sebagai mikrobioma kulit. Meskipun kedua ketiak berada pada tubuh yang sama, tetapi jumlah dan jenis bakteri yang hidup di masing-masing sisi belum tentu identik. Penelitian menunjukkan bahwa komunitas mikroba dapat bervariasi secara signifikan bahkan pada area tubuh yang sangat berdekatan. Beberapa bakteri yang paling sering dikaitkan dengan bau badan antara lain Corynebacterium, Staphylococcus, dan Cutibacterium (dulu disebut Propionibacterium). Jika salah satu ketiak memiliki populasi bakteri penghasil bau yang lebih banyak, aroma yang dihasilkan juga bisa lebih kuat.

    2. Satu lengan lebih dominan



      Sebagian besar orang memiliki tangan dominan, baik kanan maupun kiri. Tangan yang lebih sering digunakan biasanya menyebabkan:

    3. Gerakan otot lebih aktif.
    4. Gesekan lebih sering.
    5. Produksi panas lokal sedikit lebih tinggi.
    6. Aktivitas fisik sisi tubuh tertentu lebih besar.

      Meski perbedaannya tidak ekstrem, tetapi kondisi tersebut dapat memengaruhi jumlah keringat yang dihasilkan pada salah satu sisi tubuh. Selain itu, tangan dominan juga lebih sering menyentuh berbagai benda sehingga berpotensi memengaruhi perpindahan mikroorganisme ke area sekitar tubuh.

    7. Produksi keringat tidak selalu sama

      Tubuh tidak selalu mengeluarkan keringat secara seimbang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aktivitas sistem saraf otonom dapat menghasilkan variasi produksi keringat antara sisi kanan dan kiri tubuh. Pada sebagian orang, salah satu ketiak cenderung:

    8. Lebih cepat berkeringat.
    9. Menghasilkan volume keringat lebih banyak.
    10. Tetap lembap lebih lama.

      Makin banyak kelembapan yang tersedia, makin ideal pula lingkungan bagi bakteri untuk berkembang. Akibatnya, bau bisa menjadi lebih kuat di satu sisi.

    11. Cara mengaplikasikan deodoran tidak selalu sama

      Orang yang menggunakan tangan kanan biasanya lebih mudah mengoleskan deodoran ke ketiak kiri dibanding sebaliknya. Akibatnya, ketebalan aplikasi deodoran dapat berbeda tanpa disadari. Jika satu sisi mendapat perlindungan antiperspiran atau antibakteri yang lebih optimal, perbedaan bau bisa muncul.

    12. Rambut ketiak yang tidak sama



      Rambut ketiak membantu mempertahankan kelembapan dan dapat menjadi tempat menempelnya bakteri serta senyawa penyebab bau. Pada beberapa orang, kepadatan rambut ketiak kanan dan kiri tidak sepenuhnya sama. Perbedaan ini dapat memengaruhi sirkulasi udara, retensi kelembapan, dan pertumbuhan bakteri sehingga aroma yang muncul di kedua sisi bisa berbeda.

    13. Kebiasaan mencukur atau membersihkan ketiak

      Penelitian menunjukkan bahwa mencukur rambut ketiak dapat mengurangi akumulasi bakteri dan membantu mengurangi bau badan. Jika kamu tidak mencukur secara merata, membersihkan satu sisi lebih teliti, dan menggosok salah satu sisi lebih sering saat mandi, maka kondisi mikrobioma dan kelembapan kulit juga bisa berbeda.

    14. Kondisi kulit lokal

      Kadang-kadang perbedaan bau berasal dari kondisi kulit yang hanya terjadi pada satu sisi. Misalnya:

    15. Folikulitis (peradangan folikel rambut).
    16. Infeksi bakteri ringan.
    17. Dermatitis.
    18. Hidradenitis suppurativa tahap awal.

      Kondisi tersebut dapat mengubah komposisi bakteri dan meningkatkan produksi senyawa penyebab bau. Dalam kasus seperti ini, perbedaan aroma biasanya lebih mencolok dibanding variasi normal.

    Apakah Perbedaan Bau Ketiak Itu Normal?



    Sedikit perbedaan bau antara ketiak kanan dan kiri merupakan hal yang wajar dan tidak menandakan penyakit. Tubuh manusia tidak sesimetris yang kamu bayangkan. Bahkan penelitian mikrobioma menunjukkan bahwa variasi biologis kecil antar sisi tubuh adalah hal yang umum. Selama tidak ada gejala lain, perbedaan aroma ringan biasanya tidak perlu dikhawatirkan.

    Kapan Harus Ke Dokter?

    Periksakan diri jika perbedaan bau ketiak disertai:
    – Benjolan di ketiak.
    – Nyeri.
    – Kemerahan.
    – Keluar cairan atau nanah.
    – Bau yang tiba-tiba berubah drastis.
    – Keringat berlebihan yang muncul mendadak.
    – Luka yang tidak sembuh-sembuh.

    Gejala tersebut bisa menandakan infeksi atau kondisi medis lain yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.

    Cara Mengurangi Bau Ketiak yang Tidak Sama pada Satu Sisi

    Beberapa langkah ini dapat membantu:
    – Gunakan antiperspiran atau deodoran secara merata. Pastikan kedua sisi mendapatkan jumlah yang sama.
    – Jaga kebersihan ketiak. Mandi secara teratur dan bersihkan area ketiak dengan baik.
    – Pertimbangkan mencukur rambut ketiak. Beberapa penelitian menunjukkan langkah ini dapat mengurangi bau badan.
    – Gunakan pakaian yang menyerap keringat. Bahan yang baik membantu mengurangi kelembapan berlebih.
    – Perhatikan kondisi kulit. Jika ada ruam, benjolan, atau nyeri, jangan hanya menutupi bau dengan deodoran.

    Beda bau ketiak kanan dan kiri umumnya bukan masalah. Penyebabnya bisa berasal dari perbedaan jumlah bakteri, produksi keringat, penggunaan tangan dominan, kepadatan rambut ketiak, hingga kebiasaan sehari-hari. Yang perlu diingat, bau badan sebenarnya lebih banyak ditentukan oleh aktivitas bakteri dibanding jumlah keringat itu sendiri. Karena itu, dua ketiak yang tampak sama dari luar dapat menghasilkan aroma yang berbeda karena memiliki ekosistem mikroba yang tidak identik.

    Namun, jika perubahan bau terjadi secara mendadak atau disertai gejala lain seperti nyeri, benjolan, atau infeksi, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan tidak ada kondisi kesehatan yang mendasarinya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    5 Fakta Ilmiah Mengenai Leher Jerapah yang Unik!

    By adm_imr10 Juni 20261 Views

    Kemenhaj Pastikan Asuransi Lengkap untuk Jemaah Haji Lampung yang Gugur di Mekkah

    By adm_imr10 Juni 20262 Views

    Jika Pernah Berpura-pura Sakit, Mungkin Anda Miliki 9 Kepribadian Ini Menurut Psikologi

    By adm_imr10 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    DPR Tetapkan RUU P2SK Jadi UU

    10 Juni 2026

    Kemenkum Kalbar Bantu Pemkab Sanggau Evaluasi Peraturan Daerah 2026

    10 Juni 2026

    Pasutri Sujud di Kantor Bobby Nasution Gara-Gara Tak Mampu Bayar Pengobatan Anak Rp 180 Juta

    10 Juni 2026

    Heboh Pocong Muncul di Nguling, Warga Buru dengan Celurit

    10 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?