Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Rute Jakarta-Fakfak 2 Kali, Jadwal KM Labobar 26 Mei-24 Juni Lewat Ambon-Banda-Tual

    30 Mei 2026

    Ramalan Cuaca Jatim 27 Mei 2026: Sidoarjo, Malang, Mojokerto, Jombang, Kediri Diguyur Hujan

    30 Mei 2026

    Jadwal Operasional BCA dan BRI Selama Libur Panjang 27 Mei-1 Juni 2026

    30 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 30 Mei 2026
    Trending
    • Rute Jakarta-Fakfak 2 Kali, Jadwal KM Labobar 26 Mei-24 Juni Lewat Ambon-Banda-Tual
    • Ramalan Cuaca Jatim 27 Mei 2026: Sidoarjo, Malang, Mojokerto, Jombang, Kediri Diguyur Hujan
    • Jadwal Operasional BCA dan BRI Selama Libur Panjang 27 Mei-1 Juni 2026
    • Alex Martins Siap Ukir Rekor Baru di Persebaya! 67 Gol dan 13 Assist Jadi Target Musim Depan
    • Prihantini, Alumni ITB dan Penerima LPDP 2022, Diduga Palsukan Riset Internasional
    • Kakek Mujiran Setelah Bebas: Bermain dengan Cucu dan Menginginkan Pekerjaan
    • Cara Berkurban untuk Orang yang Sudah Meninggal: Penjelasan Lengkap
    • Jeroan atau Daging: Mana yang Lebih Cepat Tingkatkan Kolesterol?
    • Hukum Makan dan Minum Sebelum Shalat Idul Adha, Penjelasan Lengkap MUI
    • AKHIRNYA Bocah SMP yang Palu Kepala Teman Gegara Kalah Main Game Ditangkap,Terancam 7 Tahun Penjara
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»AS dan India sepakat kerangka perdagangan baru untuk pakta besar

    AS dan India sepakat kerangka perdagangan baru untuk pakta besar

    adm_imradm_imr10 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kesepakatan Perdagangan Interim AS-India: Langkah Strategis untuk Integrasi Ekonomi

    Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan India resmi mengumumkan pencapaian kerangka kerja perdagangan interim pada hari Sabtu (7/2/2026). Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat integrasi ekonomi kedua negara melalui pemangkasan tarif timbal balik, restrukturisasi kemitraan energi, serta pendalaman koordinasi ekonomi. Kesepakatan ini juga menjadi bagian dari upaya global dalam mendiversifikasi serta menyelaraskan kembali rantai pasok agar tidak bergantung pada blok tertentu.

    Kerangka kerja tersebut mempertegas komitmen Washington dan New Delhi untuk melanjutkan negosiasi menuju Perjanjian Perdagangan Bilateral yang lebih luas dan komprehensif. Melalui kerja sama ini, kedua negara berupaya menciptakan keseimbangan pasar yang lebih adil bagi produsen maupun konsumen. Meskipun pencapaian ini dinilai sebagai tonggak sejarah penting, kedua pihak mengakui bahwa pembicaraan teknis lebih lanjut masih diperlukan untuk mematangkan detail pakta perdagangan tersebut.

    1. AS dan India Sepakati Pemangkasan Tarif Dagang

    Presiden AS, Donald Trump, resmi menurunkan tarif impor terhadap barang-barang asal India dari 50 persen menjadi 18 persen. Langkah ini merupakan bentuk timbal balik atas perubahan kebijakan energi India, yang setuju untuk menghentikan seluruh pembelian minyak mentah dari Rusia. Keputusan strategis ini bertujuan memutus pendanaan tidak langsung terhadap operasi militer Rusia di Ukraina, di mana India akan mengalihkan pasokan energinya ke AS dan Venezuela.

    “Kesepakatan ini akan membantu MENGAKHIRI PERANG di Ukraina, yang sedang berlangsung saat ini, dengan ribuan orang tewas setiap minggunya,” ujar Trump, dilansir Economic Times.

    Selain penurunan tarif oleh AS, India juga berkomitmen menghapus hambatan perdagangan bagi produk industri AS. Perwakilan Perdagangan AS (USTR), Jamieson Greer, mengungkapkan bahwa tarif rata-rata barang industri India yang sebelumnya sebesar 13,5 persen, akan dipangkas hingga mendekati nol persen untuk hampir 99 persen kategori produk.

    “Ini adalah saat yang dinantikan, dan sekarang kita telah memiliki kesepakatannya. Kami akan menyelesaikan proses administrasinya, namun kami telah mengetahui rincian teknisnya. Ini adalah peluang yang sangat menarik bagi kedua negara,” kata Greer, dilansir Livemint.

    Implementasi struktur tarif baru ini diharapkan dapat memulihkan daya saing sektor padat karya India, seperti industri tekstil, pakaian jadi, dan alas kaki di pasar AS. Meskipun tarif 18 persen tetap diberlakukan untuk sebagian besar produk guna mengatasi defisit perdagangan, kesepakatan ini memberikan pengecualian serta kuota tarif preferensial bagi sektor strategis seperti suku cadang otomotif dan komponen kedirgantaraan. AS juga berkomitmen untuk mempertimbangkan penurunan tarif lebih lanjut di masa depan seiring dengan perkembangan dialog dalam kerangka Perjanjian Perdagangan Bilateral.

    2. India Sepakati Komitmen Belanja Produk AS Senilai Rp8,4 Kuadriliun

    India secara resmi berkomitmen untuk membeli produk-produk asal AS dengan nilai total mencapai 500 miliar dolar AS (Rp8,4 kuadriliun) selama lima tahun ke depan. Langkah ini bertujuan untuk menyeimbangkan neraca perdagangan bilateral melalui pengadaan di berbagai sektor strategis, mulai dari energi seperti minyak bumi dan gas alam cair, hingga peralatan kedirgantaraan serta logam mulia.

    “Perdana Menteri Modi dan saya adalah dua orang yang menyelesaikan segala sesuatu, sesuatu yang tidak bisa dikatakan untuk sebagian besar orang lainnya,” ujar Trump, dilansir Hindustan Times.

    Di sektor pertanian, India sepakat menghapus tarif hingga nol persen bagi berbagai komoditas pangan AS, termasuk buah-buahan, minyak kedelai, serta produk minuman beralkohol. Kebijakan ini juga mencakup komoditas pakan ternak yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi industri peternakan India, sekaligus memperluas pasar bagi petani Amerika.

    “Kesepakatan AS-India yang baru akan mengekspor lebih banyak produk pertanian Amerika ke pasar India yang masif, meningkatkan harga, dan memompa uang tunai ke pedesaan Amerika,” ujar Sekretaris Pertanian AS, Brooke Rollins.

    Meskipun membuka akses pasar yang luas, pemerintah India memastikan bahwa sektor-sektor sensitif seperti industri susu dan nasib petani kecil tetap terlindungi melalui mekanisme pengamanan yang ketat. Kerja sama strategis ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan domestik India yang tumbuh pesat, tetapi juga sejalan dengan upaya pemerintah AS dalam menghidupkan kembali sektor manufaktur nasional.

    3. AS dan India Sepakati Kerja Sama Teknologi dan Regulasi Dagang

    Kerangka perdagangan interim antara AS dan India kini merambah ke sektor teknologi masa depan, khususnya pengembangan ekosistem kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur pusat data. Kedua negara sepakat untuk memperluas perdagangan perangkat keras canggih seperti GPU, guna mempercepat transformasi digital serta menyelaraskan kebijakan kontrol ekspor teknologi sensitif untuk melindungi keamanan nasional.

    Selain kolaborasi teknologi, pakta ini fokus pada penyesuaian standar regulasi untuk menghapus hambatan teknis pada produk medis dan komunikasi. India berkomitmen untuk meninjau prosedur lisensi impor barang teknologi informasi dan menyelaraskan standar keselamatannya dengan standar internasional dalam waktu enam bulan. Terkait langkah ini, perwakilan USTR, Jamieson Greer, menekankan pentingnya pengakuan standar keamanan produk Amerika di pasar India sebagai kunci untuk membuka pasar bagi lebih dari satu miliar orang.

    Untuk menjamin efektivitas kerja sama, kedua negara juga menetapkan aturan asal barang (Rules of Origin) yang sangat ketat. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa keuntungan ekonomi dari perjanjian ini benar-benar mengalir kepada produsen di AS dan India, sekaligus mencegah negara ketiga memanfaatkan kesepakatan ini sebagai jalur transit barang.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Arab Saudi menolak normalisasi dengan Israel, hubungan diplomatik terancam retak

    By adm_imr30 Mei 20261 Views

    AS-Iran Bahas Kesepakatan Damai Utama

    By adm_imr30 Mei 20261 Views

    Putin umumkan rencana serangan besar ke Kyiv kepada AS

    By adm_imr30 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Rute Jakarta-Fakfak 2 Kali, Jadwal KM Labobar 26 Mei-24 Juni Lewat Ambon-Banda-Tual

    30 Mei 2026

    Ramalan Cuaca Jatim 27 Mei 2026: Sidoarjo, Malang, Mojokerto, Jombang, Kediri Diguyur Hujan

    30 Mei 2026

    Jadwal Operasional BCA dan BRI Selama Libur Panjang 27 Mei-1 Juni 2026

    30 Mei 2026

    Alex Martins Siap Ukir Rekor Baru di Persebaya! 67 Gol dan 13 Assist Jadi Target Musim Depan

    30 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?