Peristiwa Ludah di Podcast dan Kritik dari Psikolog Lita Gading
Peristiwa yang melibatkan komika Indra Frimawan dan Fajar Sadboy kembali menjadi sorotan setelah sebuah potongan video menangkap momen diduga meludahi salah satu dari mereka. Video tersebut viral di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari warganet, mulai dari cibiran hingga kritik keras.
Peristiwa ini terjadi saat keduanya hadir sebagai bintang tamu dalam podcast milik Deddy Corbuzier. Dalam video yang beredar, Indra tampak melakukan aksi yang diduga meludah ke arah Fajar. Meski awalnya percakapan terasa santai dan ringan, tindakan tersebut dinilai oleh sebagian orang sebagai bagian dari candaan, sementara banyak lainnya menganggapnya sudah melewati batas kesopanan.
Kritik pun datang dari psikolog Lita Gading melalui unggahannya di Instagram @litagading. CEO dari Lita Gading Consultant ini menegaskan bahwa “tindakan tersebut tidak bisa dianggap sebagai candaan biasa, karena menyangkut norma dan penghormatan antarindividu.”
Menurut Lita, siapa pun yang terlibat, tindakan meludah tetap tidak bisa dibenarkan karena menyangkut etika dasar dalam interaksi antarindividu. Ia menyampaikan bahwa “Kita bicara soal adab, ini lagi viral Indra diludahin fajar sadboy, saya nggak kenal siapa Indra.”
Ia menjelaskan bahwa terlepas dari apakah Indra terkenal atau tidak, serta apakah ia sedang bercanda atau tidak, tindakan tersebut tetap dianggap sebagai ketidakadaban. Menurutnya, tindakan tersebut berpotensi merendahkan orang lain dan dapat berdampak pada persepsi publik, terutama ketika dilakukan oleh figur publik di ruang terbuka.
“Orang kalau sudah meludah, itu bukan lagi lucu, tapi sebuah penghinaan, sekalipun kamu bercanda atau seorang komika,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga norma dan belajar tentang adab, jangan sampai adab dikesampingkan hanya demi urusan perut.
Lita menekankan bahwa interaksi yang terjadi adalah antar sesama manusia yang harus saling menghormati, bukan memperlakukan orang lain secara tidak pantas. Menurutnya, tindakan tersebut tetap tidak dapat dibenarkan dan tidak seharusnya dijadikan bahan candaan, terlepas dari bagaimana respons pihak yang menerima perlakuan tersebut.
“Disini anda berinteraksi dengan manusia, bukan hewan,” tandas Lita. “Ini bukan lucu lagi, ini penghinaan, terlepas fajar terima atau tidak, ini soalnya tidak lucu,” pungkasnya.
Profil Singkat Indra Frimawan
Indra Frimawan dikenal sebagai salah satu pelawak tunggal dan aktor berbakat Indonesia. Ia memiliki nama lengkap Benedictus Nathanael Indra Frimawan, lahir pada 13 Mei 1991. Namanya mulai mencuat di dunia stand up comedy berkat gaya komedinya yang khas, absurd, dan tak terduga.
Sejak 2013, Indra aktif bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Jakarta Barat, sebuah langkah awal yang menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya. Karier Indra mulai mendapat perhatian publik saat ia bersama komunitasnya mengikuti Liga Komunitas Stand Up yang diselenggarakan Kompas TV pada 2014. Dalam ajang tersebut, Stand Up Indo Jakarta Barat berhasil melaju hingga babak grand final.
Meski harus puas sebagai runner up setelah kalah poin dari Stand Up Indo Medan, pencapaian itu menjadi batu loncatan besar bagi Indra untuk melangkah lebih jauh. Tahun 2015 menjadi momentum penting dalam kariernya. Indra terpilih sebagai salah satu finalis Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV musim ke-5 (SUCI 5).
Di kompetisi ini, ia bersaing dengan sejumlah komika berbakat, termasuk rekan-rekannya satu komunitas. Dengan gaya absurd yang menjadi ciri khasnya, serta sesekali menyelipkan trik sulap sederhana seperti sulap kartu dan kipas salju, Indra berhasil mencuri perhatian penonton dan juri. Ia melaju hingga grand final dan meraih posisi juara ketiga sebuah prestasi yang mengukuhkan namanya di kancah stand up comedy nasional.
Gaya komedi Indra dikenal bertipe one liner, yakni melontarkan kalimat-kalimat singkat yang padat namun mampu memancing gelak tawa. Materinya sering kali tak terduga, mengandalkan permainan logika yang absurd dengan penyampaian deadpan ekspresi wajah datar tanpa banyak gestur. Di balik kesederhanaannya, tipe komedi ini menuntut ketelitian tinggi dalam penulisan materi, sesuatu yang menjadi kekuatan utama Indra.
Berkat konsistensinya, Indra juga dinobatkan sebagai Komika Persahabatan di SUCI 5. Ia pun kerap disejajarkan dengan komika absurd lainnya yang sukses menembus tiga besar SUCI. Hingga kini, Indra Frimawan dikenal sebagai sosok komika dengan karakter unik tenang, sederhana, namun mampu menghadirkan tawa lewat cara yang tak biasa.







