Atmosfer Panas Sepak Bola Italia pada Minggu (15/2/2026)
Pada hari Minggu, 15 Februari 2026, atmosfer panas menyelimuti sepak bola Italia. Dua laga besar Serie A menghadirkan tensi tinggi, drama, dan kontroversi yang memikat perhatian penggemar sepak bola.
Di Milan, Derby d’Italia antara Inter Milan dan Juventus berakhir dengan kemenangan dramatis tuan rumah. Sementara itu, di Roma, Atalanta berhasil mencuri tiga poin penting dari markas Lazio. Kedua pertandingan ini menunjukkan betapa sengitnya persaingan di Serie A.
Inter Menang Dramatis atas Juventus
Pertandingan antara Inter dan Juventus yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza kembali membuktikan reputasi Derby d’Italia sebagai laga penuh emosi. Sejak peluit awal dibunyikan, tempo permainan langsung tinggi, dengan kedua tim tampil agresif dan tak memberi ruang bernapas.
Inter membuka keunggulan lebih dulu melalui situasi yang tidak biasa. Sebuah upaya membangun serangan justru berujung gol bunuh diri setelah bola mengenai bek Juventus dan mengecoh penjaga gawang. Keunggulan tersebut sontak mengubah atmosfer stadion, namun Juventus merespons dengan cepat.
Tim tamu menyamakan kedudukan lewat Andrea Cambiaso yang menebus kesalahannya. Gol tersebut lahir dari bola yang gagal diantisipasi lini belakang Inter, memperlihatkan betapa rapuhnya pertahanan kedua tim di awal laga.
Jelang turun minum, laga berubah menjadi kacau. Inter beberapa kali nyaris mencetak gol melalui Marcus Thuram dan Alessandro Bastoni, bahkan satu peluang mengenai kedua tiang gawang dalam satu rangkaian serangan. Di sisi lain, Juventus kehilangan Pierre Kalulu setelah menerima kartu kuning kedua akibat tekel yang dinilai kontroversial.
VAR tidak dapat campur tangan karena aturan tidak memperbolehkan intervensi pada kartu kuning, membuat Juventus harus melanjutkan laga dengan 10 pemain. Meski kalah jumlah pemain, Juventus justru tampil berani di awal babak kedua. Beberapa peluang emas tercipta, namun Yann Sommer tampil sigap di bawah mistar Inter.
Penampilan kiper asal Swiss itu menjadi salah satu faktor kunci menjaga Inter tetap dalam permainan. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-76. Umpan silang Federico Dimarco—yang telah mencatatkan banyak assist musim ini—disambut sundulan tajam Francesco Pio Esposito. Gol ini membawa Inter kembali unggul dan memicu euforia di tribun.
Namun drama belum berakhir. Juventus kembali menyamakan skor melalui Manuel Locatelli pada menit ke-83, memanfaatkan kelengahan lini belakang Inter. Skor imbang 2-2 membuat laga seolah akan berakhir tanpa pemenang. Saat pertandingan memasuki menit akhir, Piotr Zielinski tampil sebagai pembeda. Gelandang asal Polandia itu melepaskan tembakan akurat dari dalam kotak penalti yang menembus pertahanan Juventus dan mengecoh kiper.
Gol di menit ke-90 tersebut memastikan kemenangan 3-2 bagi Inter, sekaligus mengunci salah satu Derby d’Italia paling mendebarkan dalam beberapa musim terakhir. Kemenangan ini tidak hanya penting secara emosional, tetapi juga strategis. Derby d’Italia selalu memiliki dampak psikologis besar, terutama dalam perburuan posisi klasemen.
Inter menunjukkan mental juara dengan tetap menekan meski mendapat perlawanan sengit dari tim yang bermain dengan 10 orang. Sementara bagi Juventus, kekalahan ini menyisakan tanda tanya besar terkait konsistensi dan kedalaman skuad. Bermain dengan satu pemain lebih sedikit selama hampir satu babak penuh jelas memengaruhi ritme permainan, namun mereka tetap memperlihatkan karakter dan daya juang tinggi.
Atalanta Bungkam Lazio 2-0
Di waktu yang hampir bersamaan, Stadion Olimpico Roma menjadi saksi kemenangan penting Atalanta atas Lazio. Laga ini juga sarat kepentingan, mengingat kedua tim tengah bersaing ketat di papan tengah atas Serie A.
Lazio memulai pertandingan dengan agresif, berusaha memanfaatkan dukungan publik sendiri. Namun Atalanta tampil disiplin dan efektif, menunggu momen yang tepat untuk menyerang. Titik balik terjadi menjelang akhir babak pertama ketika wasit menunjuk titik putih akibat handball di kotak penalti Lazio.
Ederson yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna, membawa Atalanta unggul 1-0. Gol tersebut mengubah dinamika pertandingan. Lazio berusaha bangkit di babak kedua dengan meningkatkan intensitas serangan, namun penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat peluang demi peluang terbuang.
Sebaliknya, Atalanta tampil lebih tenang dan klinis. Pada menit ke-60, Nicola Zalewski mencetak gol kedua melalui tembakan melengkung indah dari luar kotak penalti. Gol ini praktis mematikan perlawanan Lazio dan membuat sebagian besar Stadion Olimpico terdiam.
Meski Atalanta harus menyelesaikan laga dengan 10 pemain di menit-menit akhir akibat cedera setelah seluruh pergantian pemain digunakan, Lazio tetap gagal memanfaatkan situasi tersebut. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil ini membawa Atalanta naik sementara ke posisi enam klasemen Serie A, menjaga asa mereka untuk bersaing di zona Eropa. Konsistensi menjadi kekuatan utama La Dea musim ini, terutama dalam laga tandang. Sebaliknya, Lazio menghadapi tekanan besar dari pendukungnya sendiri.
Protes suporter yang sudah terasa sejak awal pertandingan semakin menguat setelah kekalahan ini. Dengan jadwal padat dan semifinal Coppa Italia yang menanti, Lazio harus segera menemukan solusi agar tidak kehilangan momentum.







