Polemik Wakaf Al-Qur’an dan Dugaan Mark Up Harga oleh Taqy Malik
Taqy Malik, YouTuber sekaligus penghafal Al-Quran, kembali menjadi sorotan setelah terlibat dalam polemik sengketa tanah. Kini, ia dihadapkan pada dugaan baru terkait program wakaf Al-Qur’an yang dijalankannya. Menurut informasi yang beredar, Taqy diduga melakukan mark up harga mushaf dalam program tersebut, memicu perhatian publik dan perbincangan di media sosial.
Mushaf merupukan naskah Alquran yang ditulis tangan. Sementara wakaf merupakan pemberian yang bersifat suci untuk kepentingan ibadah atau kemaslahatan umum. Hal ini diungkap oleh selebgram sekaligus sahabat Taqy Malik, Randy Permana di media sosial. Ia menyoroti dinamika dalam program wakaf Al-Qur’an yang dijalankan oleh Taqy.
Menanggapi hal tersebut, Taqy Malik langsung menyebarkan undangan secara terbuka untuk Randy Permana. Ia mengajak semua pihak yang melontarkan tuduhan untuk hadir dalam forum tabayyun secara terbuka. Undangan ini dilakukan melalui platform Instagram dan dipublikasi secara terbuka, dengan harapan bisa menjaga martabat dan tanggung jawab.
“Semua fasilitas akan kami sediakan sebaik mungkin, agar terjadinya kenyamanan dan saling menghormati dalam forum, sehingga terjaganya wibawa diskusi yang akan kita jalankan,” tulis Taqy Malik.
Undangan ini tidak hanya untuk Randy Permana, tetapi juga untuk seluruh pihak yang memiliki ketertarikan terhadap isu ini. “Ini bukan tentang mencari pembenaran, melainkan menghadirkan kebenaran. Ini bukan tentang menyerang, melainkan menjaga amanah. Dan ini bukan tentang opini, melainun pertanggungjawaban di hadapan manusia, dan terlebih lagi di hadapan Allah SWT,” lanjutnya.
Randy Permana merespons ajakan tersebut dengan cepat. Ia pun meminta Taqy Malik segera menghubunginya lewat WhatsApp. Namun, Randy juga mengajak Taqy Malik untuk bertabayyun di Madinah, bukan lewat media sosial. “Alhamdulillah akhirnya broku Taqy kamu mengajak tabayyun, tapi lebih enak kalau kita bertabayyun di Madinah. Kita tunjukkan ke netizen, ke follower antum follower ana gimana cara mushaf sebenarnya, bagaimana aturan Saudi sebenarnya.”
Ia juga akan mengajak polisi Saudi untuk menjadi penengah tabayyun mereka. Randy tetap bersedia jika diajak tabayyun melalui live Instagram. Jika pun Taqy tak bisa terbang ke Madinah karena urusan visa atau tiket, Randy siap menyediakan untuk sang sahabat.
Saran Randy pun ditanggapi oleh Taqy Malik. Mantan suami Salma Sunan tersebut, mengajak Randy bertemu di Indonesia untuk meluruskan tuduhan yang sudah dilontarkan. “Baik, saya menerima tawaran Saudara Randy untuk bertemu di Madinah. Tidak perlu merepotkan diri untuk membiayai perjalanan saya, InsyaAllah saya akan menanggungnya secara pribadi. Namun, dengan satu syarat, sebelum itu, kita berdiskusi dan mengonfirmasi terlebih dahulu di Indonesia mengenai seluruh tuduhan yang Saudara sampaikan, sekaligus dalam rangka bersilaturahmi.”
Randy pun mengajak Taqy bertemu di Surabaya atau Bali. Dan meluruskan akan melangsungkan siaran langsung pada jam 23.00 WIB.
Kronologi Dugaan Mark Up Wakaf Al Quran oleh Taqy Malik
Dugaan ini mencuat setelah selebgram yang tinggal di Arab Saudi, Randy Permana, yang juga dikenal sebagai sahabat Taqy Malik, mengungkap kronologi dan pengalamannya secara langsung. Randy mengaku, mengetahui sejak awal bagaimana program wakaf itu berjalan, termasuk dinamika di lapangan yang melibatkan pembelian mushaf hingga perhatian otoritas setempat.
“Nah, singkat cerita, di tahun pertama kalau enggak salah, waktu itu 2023, A Taqy mulai membuka wakaf Quran, yang di mana saat itu ketika kita berwakaf Quran, kita itu masih bisa satu orang membeli dua tiga karton di pabrik percetakannya di Madinah, yang harga memang harga pabrik itu sekitar 25 riyal di sana,” terangnya.
Menurut Randy, saat itu jumlah mushaf yang dibeli mencapai ribuan eksemplar. Namun, pembelian dalam jumlah besar itu kemudian memicu perhatian pihak otoritas. “Nah, ketika Taqy membuka itu, masuklah kurang lebih ada yang menitipkan amanah wakaf itu hampir sekitar 3.000 mushaf saat itu, 3.000 Quran. Belilah dia di sana.”
Setelah adanya pembatasan, pembelian mushaf dalam jumlah besar menjadi sulit dilakukan, terutama bagi jemaah yang datang menggunakan visa umrah. “Nah, kemudian akhirnya dari situ kita sudah tidak bisa membeli ketika saya mendapat titipan dari jemaah. Misal saya membawa jemaah satu bis, biasanya titip untuk wakaf. Saya membeli itu untuk 200–300 itu enggak bisa, sudah dibatasi.”
Meski demikian, Randy mengaku telah mengingatkan Taqy agar lebih berhati-hati dalam menjalankan program tersebut. “Nah, singkat cerita, tahun kedua dia melakukan itu lagi. Saya sudah bilangin, ‘Bro, hati-hati ya. Jangan terang-terangan. Jangan. Saya sendiri juga melakukan untuk menyalurkan wakaf, tapi saya memang dari jemaah yang saya bawa, dan itu jemaah kadang saya ajak belanja juga di tempatnya.'”
Ia bahkan menyarankan agar distribusi mushaf dilakukan secara bertahap untuk menghindari kecurigaan otoritas. “Nah, karena tahun kedua saya sudah bilangin, ‘Bro, kalau kamu mewakafkan mushaf, menyalurkan mushaf, dicicil saja 50, 100 antar ke masjid. Jangan langsung ribuan seperti itu.”
Tak hanya program wakaf mushaf, Randy juga menyinggung program sedekah makanan yang disebut-sebut memiliki selisih harga cukup signifikan. “Sampai di tahun lalu itu di Madinah itu Taqy memang lagi sama saya. Saya sudah bilangin lagi. Dia buka sedekah makanan juga, yang di mana rata-rata harga sedekah makanan di sana itu kurang lebih sekitar 10 riyal, mungkin ada dari 8 riyal, 10 riyal, sampai 15 riyal.”
Situasi tersebut bahkan sempat menarik perhatian aparat setempat. “Dicarilah dia oleh polisi di sekitar. Sampai yang awalnya dia stay di hotel, dia kabur. Dia cari apartemen yang jauh dari masjid saat itu.”
Menurut Randy, program serupa kembali dibuka menjelang Ramadan tahun ini. Namun, upaya komunikasinya kepada Taqy tidak mendapat respons. “Nah, tahun ini dia membuka lagi. Ramadan masih 2–3 minggu lagi, tapi dia sudah membuka peluang itu lagi. Saya bilangin baik-baik, saya DM, ‘Afan, bro, begini, bla bla bla bla bla.’ Singkat cerita, saya enggak digubris, dan saya lihat dia menyindir saya di story, dan saya di-unfollow.”







