Penetapan Tanggal 1 Ramadan 1447 H
Pemerintah melalui Kementerian Agama RI menetapkan bahwa tanggal 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan ini diambil dalam sidang isbat yang digelar di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Selasa (17/2/2026) setelah mempertimbangkan posisi hilal. Sidang isbat ini menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk memastikan awal bulan suci Ramadan.
Menjelang dimulainya ibadah Puasa, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amalan sunnah, termasuk memanjatkan doa menyambut datangnya bulan suci. Membaca doa saat melihat hilal atau menjelang awal Ramadan merupakan tradisi spiritual yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Doa ini dipanjatkan sebagai bentuk permohonan agar diberikan keselamatan, keimanan, serta keberkahan selama menjalankan ibadah sebulan penuh.
Doa-doa yang Dianjurkan
Sebagaimana Rasulullah SAW berdoa:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِي فِيهِ صِيَامَ الصَّائِمِينَ، وَقِيَامِي فِيهِ قِيَامَ الْقَائِمِينَ، وَنَبِّهْنِي فِيهِ عَنْ نَوْمَةِ الْغَافِلِينَ، وَهَبْ لِي جُرْمِي فِيهِ يَا إِلٰهَ الْعَالَمِينَ، وَاعْفُ عَنِّي يَا عَافِيًا عَنِ الْمُجْرِمِينَ
Allahummaj’al shiyāmi fihi shiyamash shaimin, wa qiyami fihi qiyamal qaimin, wa nabbihni fihi ‘an nawmatil ghäfilin, wa habli jurmi fihi ya llâhal ‘alamin, wa’fu ‘anni ya ‘afiyan ‘anil mujrimin.
Artinya: “Ya Allah, jadikan puasaku di bulan ini sebagai puasa orang-orang yang berpuasa sebenarnya, sholat malamku di dalamnya sebagai orang yang shalat malam sebenarnya, bangunkan aku di dalamnya dari tidurnya orang-orang yang lalai. Bebaskan aku dari dosa-dosaku wahai Tuhan semesta alam. Maafkan aku wahai Yang Memberi Ampunan kepada orang-orang yang berbuat dosa.”
Selain itu, ada pula doa yang biasa dipanjatkan Rasulullah SAW:
“Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Syaban serta sampaikanlah kami untuk masuk bulan Ramadhan.” (HR. Ahmad & Thabrani dari Anas bin Malik).
“Ya Allah selamatkanlah diriku untuk (mengisi) bulan Ramadhan, dan selamatkanlah bulan Ramadhan untukku, dan selamatkan pula segala ibadahku sebagai ibadah yang diterima.” (HR. At-Tirmidzi).
Amalan Utama Rasulullah Jelang Ramadhan
Rasulullah SAW selalu mempersiapkan diri dengan berbagai amalan saat menyambut datangnya bulan Ramadhan. Ada banyak hadis yang menyebutkan berbagai kegiatan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW menyambut bulan Ramadhan, seperti disampaikan Ustadz Adi Hidayat Lc MA dalam satu ceramahnya. Menurut Ustadz Adi Hidayat dalam video Youtube yang diunggah Hirkah Berkah, ada tiga amalan utama yang dikerjakan Rasulullah SAW menyambut bulan Ramadhan.
1. Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Shalat
Amalan pertama yang dilakukan Rasulullah SAW sebelum memasuki bulan Ramadhan adalah meningkatkan kuantitas (jumlah) dan kualitas shalat. Yang dimaksud dengan meningkatkan jumlah shalat ialah menambah jenis shalat yang dilakukan di samping mengerjakan shalat fardhu 5 waktu. Yaitu dengan mengerjakan shalat-shalat sunnah baik siang dan malam. Misalnya, berlatih mengerjakan tahajud, shalat Dhuha, shalat sunnah rawatib atau shalat-shalat sunah lainnya. Tujuannya untuk membiasakan diri agar dapat konsisten mengerjakan amalan tersebut di bulan Ramadhan. Terutama pengerjaan shalat sunnah pada malam hari agar mampu menunaikan ibadah shalat tarawih secara penuh di tiap malamnya.
2. Berinteraksi dengan Alquran
Ustadz Adi Hidayat menyampaikan amalan kedua yang dilakukan oleh Rasulullah sebelum memasuki bulan Ramadhan adalah berinteraksi dengan Alquran. Yaitu dengan memperbanyak bacaan, memahami makna yang dikandung, dan menghafal ayat-ayatnya. Sebagaimana diketahui, salah satu keistimewaan pada bulan Ramadhan karena pada bulan inilah kitab suci umat Islam, Alquran diturunkan. Oleh karena itu, Rasulullah SAW selalu memperbanyak berinteraksi dengan Alquran di setiap memasuki bulan Ramadhan.
3. Memperbanyak Sedekah
Amalan sedekah pada bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. “Kata Ibnu Abbas ra, tidak ada kegiatan Nabi Muhammad SAW yang lebih maksimal di bulan ramdahan, kecuali memperbanyak sedekahnya,” kata Ustad Adi Hidayat dalam ceramahnya. “Sedekahnya nabi saking luar biasa indahnya, seperti mengalahkan angin yang bertiup sepoi-sepoi. Disampaikan dalam keadaan lembut, diterima dalam keadaan tenang, dibagikan dalam keadaan nyaman,” sambungnya. Karena itu, perlu membiasakan diri untuk membiasakan diri menanamkan amalan ini sebelum memasuki bulan Ramadhan. Sehingga pada bulan Ramadan nanti mampu memperbanyak sedekah agar mendapatkan pahala yang 10 kali lipat lebih banyak dari hari biasa.
Niat Puasa Ramadan
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيعِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma jami‘i syahri Ramadhāni hādzihis sanati fardhan lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku niat berpuasa sepanjang bulan Ramadhan tahun ini, wajib karena Allah Ta’ala.”
Itulah doa menyambut bulan Ramadhan, amalan-amalan sunnah yang bisa dikerjakan jelang datangnya bulan Ramadhan dan bacaan niat berpuasa di bulan Ramadhan. Semoga artikel ini bermanfaat.







