Zikir sebagai Jalan Mendekatkan Diri kepada Allah
Zikir tidak hanya menjadi bagian dari ritual keagamaan, tetapi juga dianggap sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pimpinan Dayah Raudhatul Qur’an Aceh Besar, Tgk Sulfanwandi Hasan, menyebutkan bahwa majelis zikir ibarat taman surga. Ia menekankan bahwa kenikmatan zikir bisa dirasakan dengan menjaga adab, menyadari nikmat Allah, serta menghadirkan hati dan pikiran saat berzikir.
Ia mengajak umat untuk menjadikan zikir sebagai amalan rutin agar dapat memperkuat ketenangan dan penghambaan kepada Allah. Menurutnya, zikir adalah cara untuk merasakan manisnya hubungan dengan Tuhan. Seperti halnya orang yang minum obat, seseorang akan terdorong untuk melakukannya jika ia tahu manfaatnya.
Mengenal Rahasia di Balik Manisnya Zikir
Menurut Tgk Sulfanwandi, tidak semua orang diizinkan oleh Allah untuk bergabung dalam majelis zikir. Sebab, berzikir adalah salah satu nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya yang dicintai. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memahami makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam zikir.
Adab dalam berzikir juga sangat penting. Salah satu contohnya adalah menghadap kiblat, berwudhu, serta tidak menjulurkan kaki saat sedang berzikir. Selain itu, seseorang harus penuh rasa takzim dan khusyuk dalam melakukan amalan ini. Orang-orang yang menjaga adab dalam berzikir akan mendapatkan rahasia dari manisnya zikir.
Makna Hadits Qudsi tentang Zikir
Dalam hadits qudsi, Allah SWT berfirman: “Aku bersama hamba-Ku selama ia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak menyebut nama-Ku.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban). Maka, bergabung dengan majelis zikir merupakan bentuk ikut serta dalam duduk-duduk bersama Allah, karena Allah akan hadir bersama orang-orang yang menyebut-nyebut nama-Nya dalam majelis zikir.
Fokus hati dan pikiran pada Allah SWT saat berzikir akan membuat seseorang merasakan manis dan lezatnya zikir. Karena itu, ketika kita sedang berzikir, usahakan untuk meninggalkan segala urusan dunia dan fokus sepenuhnya pada penyembahan kepada Allah.
Peran Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ)
Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ) adalah lembaga dakwah yang didirikan pada tahun 2018 di bawah naungan Dayah Raudhatul Qur’an, Tungkop, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar. LDRQ dipimpin oleh Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA, dan didirikan atas inisiatif Ummi Hj. Erliyanti Yusuf, SE, serta beberapa dewan guru Dayah Raudhatul Qur’an.
Kegiatan dakwah LDRQ dimulai dari membagikan pesan-pesan dakwah atau ceramah pimpinan dayah dalam bentuk tulisan dan video ke media sosial. Respons dan antusiasme para jamaah semakin besar akibat pengaruh media sosial yang cepat. Hal ini memicu terbentuknya LDRQ dengan struktur organisasi yang jelas, visi, misi, dan tujuan yang terarah.
LDRQ fokus pada penyebaran pesan-pesan agama melalui media sosial. Pesan-pesan tersebut berasal dari ceramah pimpinan dayah dan kajian kitab-kitab turats yang dipelajari sehari-hari di dayah. Setiap hari, LDRQ mengirimkan pesan agama dalam bentuk teks, video, dan poster kepada para jamaah yang tergabung dalam siaran WhatsApp (WA), Website, Instagram, Facebook, Twitter, Telegram, dan YouTube.
Selain itu, LDRQ juga membuka layanan tanya jawab, di mana para jamaah diberi kesempatan untuk bertanya mengenai masalah agama baik mengenai ibadah maupun muamalah lainnya.
Mari Bergabung dengan LDRQ
Untuk mengikuti kegiatan LDRQ, para jamaah dapat bergabung dengan Saluran WhatsApp LDRQ dengan mengeklik link yang tersedia. Tidak seperti tausiah yang dikirim melalui daftar siaran, tausiah LDRQ akan dibagikan melalui saluran WhatsApp LDRQ.







