Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    KPK Tantang Bos Rokok HS Mangkir, Kasus Suap Bea Cukai Mengemuka

    4 April 2026

    5 tips buka warung Madura di Solo: Trik tampilan barang yang menarik pembeli

    4 April 2026

    Profil Praka Farizal, Prajurit TNI Gugur dalam Tugas UNIFIL di Lebanon

    4 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 4 April 2026
    Trending
    • KPK Tantang Bos Rokok HS Mangkir, Kasus Suap Bea Cukai Mengemuka
    • 5 tips buka warung Madura di Solo: Trik tampilan barang yang menarik pembeli
    • Profil Praka Farizal, Prajurit TNI Gugur dalam Tugas UNIFIL di Lebanon
    • Bahlil Tanggapi Isu Kenaikan Harga BBM Subsidi 1 April 2026
    • Sehari Pasca Lebaran 2026, Antrean Kendaraan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Masih Panjang
    • KPK Umumkan Tersangka Baru dalam Kasus Kuota Haji
    • Libur Lebaran, Stasiun di Malang Raya Layani 155.419 Penumpang
    • Kemenkes: Kasus Campak Turun 93% Akhir Maret
    • 5 Soto Betawi Lezat di Jakarta Selatan, Favorit Warga dan Selalu Ramai
    • Misteri Pembunuhan Staf Bawaslu Sumsel Terungkap, Maria Simaremare Tewas Dibunuh Pacarnya
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Otomotif»Impor pikap India dan truk China, Soemitronomic ditelikung?

    Impor pikap India dan truk China, Soemitronomic ditelikung?

    adm_imradm_imr23 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kebijakan Impor Kendaraan Niaga: Tantangan bagi Industri Otomotif Nasional

    Di tengah kondisi industri otomotif yang sedang mengalami penurunan, terdapat rencana yang menimbulkan kekhawatiran. Rencana ini adalah mendatangkan kendaraan niaga impor yang dinilai bisa memperparah arus impor yang telah berlangsung sebelumnya. Dengan adanya rencana ini, industri nasional khususnya di sektor komponen dan perakitan tampaknya tidak memiliki peluang untuk berkembang.

    Sejarah Program Ekonomi Benteng

    Industri otomotif nasional memiliki sejarah panjang, dimulai dari pemikiran Soemitro Djojohadikusumo, ayah dari Presiden Prabowo Subianto. Ia merancang “Program Ekonomi Benteng” yang awalnya memberikan kesempatan bagi pengusaha lokal untuk mendapatkan modal dan lisensi impor. Tujuannya adalah agar setelah industri lokal muncul, kebijakan industri bisa berjalan secara mandiri.

    Menurut semangat Soemitro, industri nasional harus hadir dengan tahapan substitusi impor. Setelah itu, sektor industri akan menjadi lokomotif untuk sektor lainnya, termasuk UMKM dan IKM. Dengan kebijakan ini, banyak nama-nama pengusaha lokal muncul, seperti Achmad Bakrie, Gobel dengan Panasonic, hingga Hasjim Ning di sektor otomotif.

    Pengaruh Program Benteng

    Efek dari Program Benteng terus berlanjut hingga era 1970-an. Pengusaha lokal yang sudah siap menjalin kerja sama dengan industri global mulai menjadi mitra strategis. Contohnya Astra dengan Toyota, Indomobil dan Suzuki, serta Krama Yudha bersama Mitsubishi. Desain kebijakan industri selalu mengutamakan kemampuan dalam negeri, untuk meningkatkan nilai tambah dan kualitas SDM industri nasional.

    Kritik atas Rencana Impor

    Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyatakan bahwa rencana mendatangkan 105.000 unit kendaraan niaga dari India untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berada di luar jalur kebijakan pengembangan industri tersebut. Menurutnya, industri ini sangat dibutuhkan untuk menyerap tenaga kerja dan mengembangkan ekonomi. Namun, kebijakan ini justru meningkatkan ketergantungan pada impor.

    PT Agrinas Pangan Nusantara, bagian dari Danantara, harus meninjau kembali rencana tersebut. Saat ini, industri otomotif yang telah lama dibangun mengalami penurunan signifikan, dengan ribuan tenaga kerja terancam, terutama dari komponen lokal.

    Dampak Impor pada Industri Lokal

    Bhima menyimpulkan bahwa rencana importasi 105.000 unit dari Tata dan Mahindra menambah beban industri otomotif, terutama produsen mobil niaga. Faktor pendongkrak mereka adalah sektor komoditas, tetapi sektor ini justru mengimpor, sebelumnya truk China bebas di kawasan tambang seperti Morowali, tanpa memberikan nilai lebih.

    Dia mengakui pentingnya peran pemikiran Soemitro yang menempatkan industri sebagai sektor prioritas. “Karena sektor industri ini yang akan membuka luas lapangan kerja, mengurangi impor, serta rentetan kepada industri di bawahnya,” tambah Bhima.

    Utilisasi Pabrik Otomotif

    Akibat aliran deras impor, pabrik otomotif khususnya kendaraan niaga angkat tangan. Hino Motors Manufacturing Indonesia, yang telah berdiri sejak 1980-an, kini nyaris tutup. Utilisasi pabrik Hino tersisa 25% sepanjang tahun lalu. Hal serupa dirasakan produsen komponen lokal. Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) mencatat penurunan produksi yang signifikan.

    Sekretaris Jenderal GIAMM Rachmad Basuki menyayangkan rencana importasi ratusan ribu unit kendaraan komersial tersebut. Setelah order dihajar habis impor mobil listrik, lantas truk China, kini kue ekonomi dari belanja BUMN malah diobral untuk produk impor dari India.

    Harapan untuk Kemandirian Industri

    Ketua Umum Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) Rosalina Faried mengungkapkan hal senada. Menurutnya, di tengah utilisasi pabrik yang rendah akibat pelemahan pasar, rencana importasi kendaraan niaga menambah beban produsen komponen lokal.

    “Dampak impor kendaraan utuh tidak hanya dirasakan pabrikan, tetapi juga pada sekitar 6.000 tenaga kerja di sepanjang rantai pasok industri komponen otomotif. Langkah ini akan menimbulkan disrupsi pada keberlangsungan ekosistem industri otomotif nasional,” simpul Rosalina.

    Dia mengharapkan dibuka kesempatan untuk memasok kebutuhan KDKMP. Hal ini, lanjutnya, akan mampu mendongkrak kemandirian industri lokal, dan tentunya memperluas lapangan kerja. “Ujungnya akan meningkatkan pendapatan pajak negara, mengurangi ketergantungan impor dari negara luar,” jelas Rosalina.

    Di sisi lain, aksi main impor ini seperti meruntuhkan desain kebijakan industri nasional, terutama mengenai relevansi pengadaan dengan acuan Tingkat Komponen Dalam Negeri alias TKDN. Entah bagaimana mendiang sang Begawan melihatnya kini?

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Hasil Moto3 Amerika 2026: Pembalap Malaysia Gantikan Veda yang Crash, Guido Pini Juara

    By adm_imr4 April 202624 Views

    Veda Gagal Finis di MotoGP Amerika, Tempati Posisi Ke-6 Klasemen Moto3

    By adm_imr4 April 202611 Views

    Harga Pajero Sport 2026 Dimulai dari Rp552 Juta, Siap Lawan Fortuner

    By adm_imr4 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    KPK Tantang Bos Rokok HS Mangkir, Kasus Suap Bea Cukai Mengemuka

    4 April 2026

    5 tips buka warung Madura di Solo: Trik tampilan barang yang menarik pembeli

    4 April 2026

    Profil Praka Farizal, Prajurit TNI Gugur dalam Tugas UNIFIL di Lebanon

    4 April 2026

    Bahlil Tanggapi Isu Kenaikan Harga BBM Subsidi 1 April 2026

    4 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?