Stok Beras di Kota Malang Dijamin Aman Selama Ramadan
Pemerintah Kota Malang telah memastikan bahwa stok beras dan komoditas pangan lainnya tetap aman sepanjang bulan Ramadan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Elfiatur Roikhak.
Menurut Elfiatur, meski beberapa sentra padi di Jawa Timur terganggu hama wereng, pasokan beras untuk Kota Malang tidak mengalami dampak signifikan. Ia menjelaskan bahwa cadangan beras di Bulog mencukupi untuk 10 bulan ke depan dengan total lebih dari 500 ton.
“Memang di Jawa Timur ada sentra yang terganggu hama wereng, seperti di Banyuwangi, sehingga pasokan agak berkurang. Tapi kemarin kami memastikan cadangan beras di Bulog bisa untuk 10 bulan lebih, yaitu 500 ton lebih,” ujarnya.
Elfiatur menegaskan bahwa stok beras masih aman untuk menghadapi Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri. Dispangtan juga memperketat pengawasan harga agar tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kami masih memastikan tidak hanya stok, tapi harga semuanya patuh HET. Kami juga sempat melakukan zoom meeting dengan Satgas Sapu Bersih Pangan Kepolisian. Di situ kami minta pelaku usaha membuat komitmen untuk menjual sesuai HET,” jelasnya.
Prediksi Kenaikan Permintaan Pangan Selama Ramadan
Berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, konsumsi beras dan pangan pokok lainnya biasanya meningkat signifikan sejak awal Ramadan hingga H+7 Idul Fitri. Elfiatur menyebutkan bahwa rata-rata kenaikan konsumsi mencapai 25 persen. Tahun lalu bahkan lebih tinggi.
“Sekarang menjelang puasa ada tradisi megengan, jadi permintaan pasti naik,” katanya.
Selain beras, permintaan daging ayam dan telur juga dipastikan meningkat. Kenaikan konsumsi diperkirakan mencapai 10–15 persen. Meski demikian, Elfiatur memastikan harga dua komoditas tersebut masih stabil.
“Harga daging ayam dan telur masih di range Harga Acuan Penjualan (HAP),” tegasnya.
Untuk menjaga keterjangkauan pangan, Dispangtan Kota Malang telah menggelar Gerakan Pangan Murah sejak 23 Januari 2026. Kegiatan ini akan diperbanyak selama Ramadan.
“Saat bulan Ramadan kami intensifkan setiap hari supaya masyarakat bisa menjangkau dengan harga sesuai,” ujarnya.
Keluhan Pedagang di Pasar Tradisional
Di Pasar Besar Malang, pedagang memikirkan cerita yang berbeda. Mereka mengeluhkan pasokan beras medium yang semakin sulit didapat. Afi Riskia, salah satu pedagang beras, menyebut bahwa kelangkaan beras medium sudah terjadi sejak lama, namun tahun ini terasa lebih berat.
“Aman sih stok secara umum, hanya beras medium yang agak susah. Dari dulu memang agak susah. Ada yang bilang program MBG juga memberikan faktor sehingga menjadi sulit, padahal dulu lancar. Kadang datang, tapi cepat habis,” ujarnya.
Karena keterbatasan beras medium, banyak pedagang akhirnya terpaksa mengalihkan penjualan ke beras premium seperti beras premium merek Bintang dan Pialang.
“Harga beras premium tetap, tapi yang datang sedikit-sedikit itu beras medium. Jadi pedagang terpaksa menjual premium karena medium terbatas,” jelas Afi.
Selain beras, Afi juga mencatat kenaikan harga telur ayam. Sebelumnya berada di kisaran Rp 28 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 30 ribu. Afi berharap Pemerintah Kota Malang dapat turun tangan menyediakan stok beras medium dan stabilisasi harga.
“Kalau bisa Pemerintah Kota Malang memberikan stok beras medium, karena kami kadang kesulitan mencari. Selain itu, kalau bisa harga bahan pokok lain seperti gula juga diturunkan,” pungkasnya.
Keluhan pedagang ini muncul di tengah meningkatnya kebutuhan pangan menjelang bulan puasa, saat permintaan biasanya melonjak dan memicu dinamika pasokan di pasar tradisional.







