Kunjungan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam ke Washington D.C.
Pada hari Jumat (20/2/2026) waktu setempat, Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, To Lam, bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Gedung Putih. Pertemuan ini dilakukan dalam rangka kunjungan To Lam ke Washington D.C. untuk menghadiri pertemuan perdana Board of Peace. Kedua pemimpin membahas berbagai topik yang menjadi perhatian bersama, termasuk kerja sama bilateral serta isu-isu regional dan global.
To Lam menyampaikan selamat atas penyelenggaraan pertemuan perdana Board of Peace tersebut. Ia menegaskan bahwa Vietnam merupakan salah satu negara pertama yang berkomitmen bergabung dalam organisasi ini. Selain itu, ia menyatakan kesiapan Hanoi untuk bekerja sama dengan AS dan anggota lainnya dalam mewujudkan rencana perdamaian.
Dalam pertemuan tersebut, To Lam menekankan pentingnya menjaga dan terus mendorong pengembangan Kemitraan Strategis Komprehensif antara Vietnam dan AS secara stabil, substantif, serta efektif. Kedua pemimpin menyambut positif capaian hubungan politik-diplomatik, kerja sama ekonomi dan perdagangan, penanganan dampak perang, ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan dan pelatihan, serta pertukaran antarmasyarakat.
To Lam juga mengusulkan peningkatan pertukaran delegasi dan kontak tingkat tinggi. Ia menekankan bahwa kerja sama ekonomi dan perdagangan merupakan pilar utama dari kemitraan strategis komprehensif kedua negara. Ia menilai pentingnya dialog terbuka dan substantif atas isu-isu yang masih tertunda, dengan mempertimbangkan keseimbangan dan keselarasan kepentingan masing-masing pihak demi manfaat dunia usaha dan masyarakat kedua negara.
Penilaian Presiden Trump terhadap Hubungan dengan Vietnam
Presiden AS, Donald Trump, menyampaikan selamat kepada To Lam atas terpilihnya kembali sebagai Sekretaris Jenderal Komite Sentral ke-14 Partai Komunis Vietnam. Ia menyatakan kegembiraannya menyambut kunjungan tersebut di Gedung Putih. Trump juga memberikan apresiasi terhadap rakyat Vietnam dan menegaskan komitmen AS untuk mendukung Vietnam sebagai negara yang kuat, mandiri, berdaulat, dan sejahtera.
Trump menyambut partisipasi Vietnam dalam Board of Peace dan menilai kehadiran langsung To Lam pada pertemuan perdana mencerminkan meningkatnya peran serta posisi Vietnam di panggung internasional. Ia menilai hal ini sekaligus menunjukkan komitmen Vietnam terhadap perdamaian dan stabilitas global.
Selain itu, presiden AS mengapresiasi upaya Vietnam dalam menyeimbangkan perdagangan bilateral. Ia menyambut baik kontrak-kontrak bernilai strategis yang diteken selama kunjungan. Trump merespons positif usulan kerja sama di bidang ekonomi dan sains-teknologi, serta menyatakan akan menginstruksikan lembaga terkait untuk segera menghapus Vietnam dari daftar pengendalian ekspor strategis (D1–D3).
Peran Vietnam di Panggung Internasional
Trump juga menegaskan bahwa AS memandang Vietnam sebagai mitra penting di kawasan. Ia memuji peran serta suara Vietnam yang semakin menonjol dalam berbagai forum regional dan multilateral. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara dua negara semakin kuat dan saling menguntungkan.
Dalam kesempatan tersebut, To Lam mengundang Trump dan istrinya untuk kembali berkunjung ke Vietnam dalam waktu dekat. Undangan ini diterima oleh Trump, yang menyatakan akan mengatur jadwal kunjungan dalam waktu mendatang. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan diplomatik dan kerja sama antara Vietnam dan Amerika Serikat.







