Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Proyek Listrik Kereta Api Malaysia Selesai Lebih Cepat

    11 Maret 2026

    Kecelakaan Maut di Surabaya, Mobil HR-V Terbalik 2 Meter Dekat Masjid Al Akbar

    11 Maret 2026

    Kronologi pemuda Makassar tewas ditembak polisi saat pembubaran pertandingan Omega

    11 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 11 Maret 2026
    Trending
    • Proyek Listrik Kereta Api Malaysia Selesai Lebih Cepat
    • Kecelakaan Maut di Surabaya, Mobil HR-V Terbalik 2 Meter Dekat Masjid Al Akbar
    • Kronologi pemuda Makassar tewas ditembak polisi saat pembubaran pertandingan Omega
    • Arcfox Listrik Siap Jadi Pemain Utama, Target Naik 200% untuk BAIC Indonesia
    • APBN Defisit Rp135,7 Triliun Meski Pajak Naik 30,4 Persen
    • Dana Abadi, Disiplin Fiskal, dan Masa Depan Wakaf Indonesia: Inspirasi dari Harvard Endowment
    • Pekerja Migran Kehilangan Rp1,7 Miliar, Bos Restoran Jepang di Sydney Diperiksa
    • Khutbah Jumat Ramadhan: Bahaya Membatalkan Puasa
    • 7 penyebab kulit kering selama kehamilan, perhatikan pilihan sabun
    • Jadwal Imsak dan Buka Puasa Ramadan Hari Ini di Nunukan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Pakistan Serang Afghanistan, Perang Terbuka dengan Taliban Meletus, Konflik Durand Kembali Muncul

    Pakistan Serang Afghanistan, Perang Terbuka dengan Taliban Meletus, Konflik Durand Kembali Muncul

    adm_imradm_imr2 Maret 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perang Terbuka antara Pakistan dan Afghanistan

    Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan telah berubah menjadi konfrontasi terbuka setelah Islamabad melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah di Afghanistan, termasuk Kabul, Paktia, dan Kandahar. Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, secara eksplisit menyatakan bahwa kedua negara kini berada dalam “perang terbuka”. Pernyataan ini menunjukkan eskalasi paling serius sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021.

    Serangan tersebut terjadi di tengah bentrokan intens di sepanjang Garis Durand, perbatasan sepanjang 2.611 kilometer yang selama puluhan tahun menjadi sumber sengketa. Pakistan menuding pasukan Afghanistan lebih dahulu menyerang posisi militernya dekat perbatasan pada Jumat dini hari, sehingga memicu respons udara dari Islamabad.

    Serangan pertama Pakistan terjadi sekitar pukul 01.50 waktu setempat. Koresponden Al Jazeera melaporkan pasukan Afghanistan membalas dengan tembakan antipesawat. Di platform X, Khawaja Asif menulis, “Kesabaran kami telah meluap. Sekarang ini adalah perang terbuka antara kami dan kalian.”

    Sebelumnya, juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, menyatakan Afghanistan sedang melakukan “operasi ofensif berskala besar” terhadap militer Pakistan di sepanjang Garis Durand. Di sisi lain, pemerintah Pakistan menyebut sasaran yang dihantam adalah “target pertahanan Taliban Afghanistan” di Kabul, Provinsi Paktia, dan Kandahar. Adapun Zabihullah Mujahid mengonfirmasi bahwa tiga wilayah tersebut terdampak. Associated Press, mengutip dua pejabat keamanan senior Pakistan yang tidak disebut namanya, melaporkan dua pangkalan brigade di Afghanistan hancur akibat serangan tersebut.

    Lebih lanjut, media pemerintah Pakistan TV mengklaim pasukannya “menghancurkan” sejumlah lokasi Taliban dalam beberapa jam, termasuk markas brigade dan depot amunisi di Kandahar serta pos-pos di sektor Wali Khan, dekat Shawal, Bajaur, dan Angoor Adda. Selain itu, Kementerian Informasi Pakistan menyatakan operasi juga menyasar pasukan Taliban Afghanistan di distrik Chitral, Khyber, Mohmand, Kurram, dan Bajaur di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

    Sementara itu, tembakan artileri dilaporkan terdengar di sekitar perlintasan perbatasan Torkham. AFP melaporkan tentara Afghanistan bergerak menuju garis depan. Meski demikian, perlintasan tersebut tetap dibuka bagi warga Afghanistan yang kembali secara massal dari Pakistan, walaupun perbatasan darat sebagian besar telah ditutup sejak bentrokan Oktober lalu.

    Laporan korban dari kedua pihak saling bertentangan. Juru bicara Perdana Menteri Pakistan, Mosharraf Zaidi, mengklaim 133 pejuang Taliban Afghanistan tewas dan lebih dari 200 luka-luka. Ia juga menyebut 27 pos dihancurkan dan sembilan direbut, serta lebih dari 80 tank, artileri, dan kendaraan tempur lapis baja dimusnahkan. Media Dawn melaporkan dua personel militer Pakistan tewas. Namun, Al Jazeera menyatakan tidak dapat memverifikasi klaim tersebut secara independen.

    Sebaliknya, pemerintah Taliban menyebut hanya delapan pejuangnya tewas dan 11 terluka. Kabul juga mengklaim telah menewaskan 55 tentara Pakistan serta merebut dua pangkalan dan 19 pos militer, klaim yang dibantah Islamabad.

    Sebelumnya, pada Minggu (22/2/2026), Pakistan menyatakan serangan udaranya menewaskan sedikitnya 70 “militan”. Namun demikian, Mujahid membantah klaim tersebut dengan menyatakan serangan itu “menewaskan dan melukai puluhan orang, termasuk perempuan dan anak-anak.” Pada hari yang sama, Direktur Palang Merah Afghanistan di Nangarhar, Mawlawi Fazl Rahman Fayyaz, mengatakan 18 orang tewas dan sejumlah lainnya terluka.

    Di tengah silang klaim tersebut, mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai menegaskan, “Afghanistan akan membela tanah air tercintanya dengan persatuan penuh dalam segala keadaan dan akan menanggapi agresi dengan keberanian.” Ia juga menyatakan Pakistan harus “mengubah kebijakannya dan memilih jalan bertetangga yang baik, saling menghormati, dan hubungan yang beradab.”

    Secara historis, akar konflik ini berkaitan dengan sengketa atas Garis Durand, yang tidak pernah diakui secara resmi oleh Kabul sebagai perbatasan sah karena dianggap sebagai warisan kolonial yang memecah wilayah etnis Pashtun. Sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021, bentrokan meningkat tajam. Di luar persoalan teritorial, Pakistan juga mendesak Taliban menindak Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), kelompok bersenjata yang dituding Islamabad beroperasi dari wilayah Afghanistan.

    Dalam analisis yang lebih luas, analis dari ACLED, Pearl Pandya, memperingatkan eskalasi serius “tidak terhindarkan” jika Taliban Afghanistan tidak menindak TTP. Senada dengan itu, Elizabeth Threlkeld dari Stimson Center menilai bentrokan terbaru mencerminkan “pergeseran strategi” dengan “serangan yang lebih agresif” dari Pakistan.

    Reaksi internasional pun bermunculan. India mengutuk keras serangan udara Pakistan yang disebut menimbulkan korban sipil. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak kedua pihak mematuhi hukum internasional. Iran dan Rusia menyerukan penyelesaian melalui dialog dan prinsip bertetangga yang baik, bahkan Moskow menawarkan mediasi.

    Dengan deklarasi “perang terbuka” dan klaim korban yang saling bertentangan, konflik ini bukan sekadar bentrokan perbatasan biasa. Jika tidak segera diredam melalui jalur diplomasi, konfrontasi Pakistan dan Afghanistan berpotensi berubah menjadi krisis regional yang dampaknya meluas jauh melampaui Afghanistan dan Pakistan.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Dialektika “Mirror Dimension” dalam Perang AS-Israel vs Iran

    By adm_imr11 Maret 20261 Views

    All England Open 2026 – Taufik Hidayat Beri Nasihat, Semua Wakil Indonesia Gugur di Babak 8 Besar

    By adm_imr10 Maret 20261 Views

    Jalur udara lumpuh, penerbangan repatriasi Timur Tengah dipercepat

    By adm_imr10 Maret 20263 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Proyek Listrik Kereta Api Malaysia Selesai Lebih Cepat

    11 Maret 2026

    Kecelakaan Maut di Surabaya, Mobil HR-V Terbalik 2 Meter Dekat Masjid Al Akbar

    11 Maret 2026

    Kronologi pemuda Makassar tewas ditembak polisi saat pembubaran pertandingan Omega

    11 Maret 2026

    Arcfox Listrik Siap Jadi Pemain Utama, Target Naik 200% untuk BAIC Indonesia

    11 Maret 2026
    Berita Populer

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    Kabupaten Malang 28 Februari 2026

    Malang – Aparat dari Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana membuat dan menguasai bahan peledak…

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026

    Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Bagnaia Tunjukkan Tanda Bertahan

    1 Maret 2026

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?