Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Aturan Baru SD hingga Pengantin Kabur, Viral Terpopuler

    25 Mei 2026

    Jumat, Hari Paling Mulia dalam Islam: Mengapa Disebut Raja Hari?

    25 Mei 2026

    Mengapa Beberapa Orang Berlari Cepat, Sedangkan Lainnya Tidak?

    25 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 25 Mei 2026
    Trending
    • Aturan Baru SD hingga Pengantin Kabur, Viral Terpopuler
    • Jumat, Hari Paling Mulia dalam Islam: Mengapa Disebut Raja Hari?
    • Mengapa Beberapa Orang Berlari Cepat, Sedangkan Lainnya Tidak?
    • Menjelang Idul Adha, Harga Sayuran Sumbar Melonjak di Bengkalis
    • Mega Wisata Umrah Juli-Desember 2026: Aman, Nyaman, dan Pasti 5 Kali
    • 4 Bintang Film Colony Pemenang Baeksang, Akting Mencengangkan!
    • Putin dan Xi: Kekuatan Bersama Menghadapi AS dan Ukraina
    • Ketika Pengajian Berhadapan dengan Dunia Digital
    • MPV atau SUV untuk Mobil Keluarga? Ini Alasannya
    • Setelah Presiden Prabowo ke Miangas, Wapres Gibran Jelajahi Rote
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Pendidikan»Bakti sosial di 10 hari terakhir Ramadan bukti puasa tingkatkan empati

    Bakti sosial di 10 hari terakhir Ramadan bukti puasa tingkatkan empati

    adm_imradm_imr20 Maret 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Momen Ramadan yang Penuh Makna dan Kebermaknaan

    Selama bulan Ramadan, masyarakat Indonesia khususnya terlihat semakin aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Sepuluh hari terakhir Ramadan menjadi momen yang penuh makna, di mana banyak orang memilih untuk menunjukkan rasa kepedulian mereka kepada sesama melalui berbagai bentuk bakti sosial.

    Banyak aktivitas yang dilakukan selama Ramadan antara lain, membagikan takjil kepada pengguna jalan, memberikan bantuan sembako, hingga menyelenggarakan layanan kesehatan gratis. Hal ini menunjukkan bahwa Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan untuk meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

    Menurut Hery Wibowo, seorang pengamat sosial dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Ramadan memiliki peran penting dalam membentuk tradisi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa bulan suci ini tidak hanya menjadi momentum bagi umat Muslim, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan.

    “Ramadan sudah menjadi bagian dari budaya di Indonesia. Banyak kegiatan sosial yang lahir dan menjadi tradisi di setiap tahun,” ujarnya.

    Ia mencontohkan dengan tradisi pulang kampung yang lebih berkaitan dengan sosiologi daripada faktor religius. Namun, kegiatan sosial seperti pembagian sembako atau bakti sosial dipengaruhi oleh faktor agama dan budaya.

    Meskipun ada beberapa kegiatan yang mungkin memiliki motif tertentu, Hery menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan solidaritas dan hubungan sosial yang harmonis.

    Kepedulian Sosial dan Dampak Psikologisnya

    Dosen Fakultas Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Miryam A Sigarlaki, M.Psi., Psikolog mengatakan bahwa kegiatan sosial selama Ramadan sangat bermakna. Menurutnya, fenomena ini bukan kebetulan, tetapi merupakan hal yang sangat manusiawi.

    Miryam menjelaskan bahwa puasa tidak hanya mengubah pola makan, tetapi juga cara manusia merasakan dan memahami orang lain. Saat menahan lapar dan haus, seseorang akan lebih mudah merasakan penderitaan orang lain, sehingga muncul dorongan untuk membantu dan berbagi.

    “Lapar yang biasanya hanya reaksi fisik, saat Ramadan berubah menjadi jembatan psikologis untuk memahami penderitaan orang lain. Dari sinilah lahir dorongan membantu, berbagi, dan peduli,” ujarnya.

    Ia juga menekankan bahwa Ramadan memperkuat rasa kebersamaan dan identitas kolektif. Orang merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri, sehingga cenderung lebih rela berkorban dan membantu sesama.

    Miryam menambahkan bahwa berbuat baik memberikan ketenangan batin. Secara psikologis, membantu orang lain memunculkan rasa hangat, lega, dan bahagia. Seseorang merasa hidupnya tidak kosong.

    Nilai-nilai Kebermaknaan dalam Ramadan

    Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP) Jawa Barat sekaligus Pengurus Masjid Agung Bandung, Dr. K.H. R. Edi Komarudin, M.Ag., memandang fenomena maraknya bakti sosial sebagai manifestasi ketaatan yang paripurna. Ia menjelaskan bahwa puasa tidak hanya memiliki dimensi vertikal, tetapi juga merawat hubungan baik dengan sesama manusia.

    “Salah satunya, ya dengan memberikan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

    Laku sosial ini memiliki akar sejarah dan spiritualitas yang kuat dalam lanskap tradisi Islam. Kedermawanan di bulan Ramadan bukanlah sekadar aksesori ibadah, melainkan warisan keteladanan langsung dari Nabi Muhammad saw.

    Nabi sendiri menampakkan kemurahan hatinya justru lebih-lebih pada saat berpuasa di bulan Ramadan. Riwayat sahih dari Ibnu Abbas r.a. merekam jejak kedermawanan Sang Nabi: “Rasulullah saw. adalah orang yang paling dermawan, dan beliau menjadi lebih dermawan lagi di bulan Ramadan saat Jibril menemuinya…”

    Analogi “angin yang berhembus” mengisyaratkan bahwa kebaikan Rasulullah di bulan puasa menyentuh siapa saja tanpa pandang bulu, menyejukkan dahaga kaum duafa dengan cepat dan menyeluruh.

    Lebih dari sekadar anjuran moral, kepedulian sosial melalui zakat, infak, maupun sedekah di bulan ini menjanjikan pelipatgandaan pahala yang eskatologis. Alquran secara puitis dan matematis menggambarkan investasi kemanusiaan ini dalam Surah Al-Baqarah ayat 261: “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji.”

    Bagi Ajengan Edi, ganjaran Tuhan yang tak terbatas itu sudah selayaknya menjadi motivasi utama di balik setiap aksi kerelawanan. Di tengah himpitan ekonomi yang kerap mencekik rakyat kecil menjelang hari raya, uluran tangan para dermawan adalah jawaban atas doa-doa sunyi mereka di sepertiga malam.

    “Kegiatan-kegiatan sosial semacam bakti sosial, santunan yatim, santunan duafa itu, luar biasa dampaknya. Mungkin, inilah salah satu di antara cara untuk menyempurnakan kewajiban ibadah puasa kita,” katanya.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Aturan Baru SD hingga Pengantin Kabur, Viral Terpopuler

    By adm_imr25 Mei 20261 Views

    Kepala Siswa SMP Singkawang Pecah Akibat Perkelahian Game

    By adm_imr25 Mei 20262 Views

    Ramalan Zodiak 23 Mei 2026: Karier, Kesehatan, Keuangan, dan Cinta untuk Aries, Taurus, Gemini

    By adm_imr25 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Aturan Baru SD hingga Pengantin Kabur, Viral Terpopuler

    25 Mei 2026

    Jumat, Hari Paling Mulia dalam Islam: Mengapa Disebut Raja Hari?

    25 Mei 2026

    Mengapa Beberapa Orang Berlari Cepat, Sedangkan Lainnya Tidak?

    25 Mei 2026

    Menjelang Idul Adha, Harga Sayuran Sumbar Melonjak di Bengkalis

    25 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?