Anthony Sinisuka Ginting, atlet tunggal putra Indonesia, mengambil pelajaran penting dari permainan Chou Tien Chen setelah terhenti di babak 16 besar Orleans Masters 2026. Dalam pertandingan yang berlangsung di Palais des Sports, Orléans, Prancis, pada Kamis waktu setempat, 19 Maret 2026, Ginting kalah dari unggulan pertama asal Taiwan itu dengan skor 14-21 dan 10-21.
Menurut Ginting, Chou mampu mengendalikan permainan sejak awal hingga akhir, sehingga membuatnya kesulitan untuk keluar dari tekanan lawan. “Memang masuk ke pola permainan dia semua,” ujar Ginting dalam keterangan tertulis PP PBSI, Jumat, 20 Maret 2026.
Ginting mengakui bahwa ia telah mencoba berbagai strategi untuk mengimbangi permainan lawan, namun belum berhasil. “Tapi kurang bisa cerdik dalam menyusun strategi yang tepat dan mengeksekusinya. Hari ini Chou bermain lebih baik,” tambahnya.
Selain itu, Ginting juga mengapresiasi konsistensi Chou yang tetap berada di level atas meskipun berusia 36 tahun. Menurutnya, hal ini menjadi pelajaran penting, terutama dalam menjaga kondisi fisik. “Dengan usianya sekarang masih ada di level atas, itu jadi pelajaran bagaimana cara dia menjaga badannya,” kata Ginting.
Ia menambahkan bahwa menjaga kondisi tubuh menjadi faktor penting agar pemain dapat tetap fokus menjalankan strategi di lapangan. “Itu yang harus saya terapkan, harus lebih aware dengan kondisi diri dan apa yang perlu dilakukan,” ujarnya.
Sementara itu, pasangan ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, menunjukkan mental pantang menyerah dalam melaju ke perempat final setelah bangkit dari tekanan pada babak 16 besar. Raymond/Joaquin harus melalui laga ketat sebelum menundukkan pasangan Prancis Mael Cattoen/Lucas Renoir dengan skor 19-21, 21-9, 21-18 dalam waktu 55 menit.
Pasangan Indonesia itu sempat berada dalam situasi sulit setelah kalah tipis pada gim pertama. Namun, mereka merespons dengan permainan lebih agresif pada gim kedua dan tampil dominan untuk memaksakan gim penentuan. Pada gim ketiga, Raymond/Joaquin kembali mendapat tekanan setelah tertinggal hingga interval. Namun, ketenangan dalam merebut poin demi poin menjadi kunci untuk membalikkan keadaan.
Hasil ini menegaskan kapasitas Raymond/Joaquin sebagai salah satu pasangan muda yang patut diperhitungkan, sekaligus menjaga peluang Indonesia di sektor ganda putra. Indonesia kini memiliki dua wakil di perempat final ganda putra setelah Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana mengalahkan pasangan Prancis Baptiste Labarthe/Quentin Ronget dengan skor 21-17, 21-16. Kedua pasangan Indonesia berada di bagan berbeda sehingga berpeluang menciptakan final sesama wakil Merah Putih.
Pada babak perempat final, Raymond/Joaquin akan menghadapi pasangan Denmark Christian Faust Kjaer/Rasmus Kjaer. Sementara itu, Leo/Bagas akan bertemu pasangan India Hariharan Amsakarunan/Ruban Kumar Rethinasabapathi Arjun.
Dari sektor ganda campuran, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah tampil percaya diri setelah melangkah ke perempat final. Unggulan ketujuh itu lolos usai menundukkan pasangan Belanda Brian Wassink/Debora Jille dengan skor 21-13, 21-12 pada babak 16 besar. “Alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera dan meraih kemenangan. Tadi sempat kaget juga karena lawan bermain bagus, tetapi kami lebih siap dalam antisipasi,” kata Amri.
Mereka berusaha terus menekan agar lawan tidak leluasa mengembangkan permainan. “Ke mana pun mereka mengarahkan bola, kami sudah siap dan tidak mudah melakukan kesalahan sendiri,” ujarnya.
Amri menilai persaingan dalam turnamen ini cukup merata karena banyak pasangan berkualitas yang tampil. “Tapi kami yakin bisa melewatinya,” kata Amri.
Nita menambahkan, mereka sempat mendapat tekanan pada awal gim kedua ketika lawan beberapa kali mencetak poin melalui pengembalian tipis di depan net. “Di gim kedua, poin-poin awal mereka banyak dari bola yang menempel di net dan bergulir, jadi sulit dikembalikan,” kata Nita.
Namun, ia menegaskan mereka tetap fokus dan tidak terpancing situasi saat tertinggal, dengan berusaha merebut poin secara bertahap hingga kembali menguasai permainan. “Setelah interval kami sudah bisa mengendalikan permainan lagi,” ujarnya. Pada perempat final, Amri/Nita akan menghadapi pemenang laga antara unggulan kedua Mathias Christiansen/Alexandra Boje dan pasangan Taiwan Wu Hsuan-Yi/Yang Chu Yun.







