Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    5 Tanda Tubuh Butuh Olahraga Pasca Lebaran

    29 Maret 2026

    Trump Tiba-Tiba Ingat Perang AS-Jepang, Takaichi Terkejut Berat

    29 Maret 2026

    Cara ganti nada dering WhatsApp 2026 dengan suara Google tanpa aplikasi

    29 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 29 Maret 2026
    Trending
    • 5 Tanda Tubuh Butuh Olahraga Pasca Lebaran
    • Trump Tiba-Tiba Ingat Perang AS-Jepang, Takaichi Terkejut Berat
    • Cara ganti nada dering WhatsApp 2026 dengan suara Google tanpa aplikasi
    • Honda CB150R Streetfire jadi idola generasi muda
    • Idulfitri di Tengah Perang, Rakyat Lebanon dan Gaza Berjuang Bertahan Hidup
    • 9 Jenis Mangga Khas Indonesia, Kenali Rasanya dan Teksturnya
    • 5 Alasan Pria Perlu Bijak Menggunakan Media Sosial Pasca-Lebaran
    • Persik Kediri Kembali Latih Tim Usai Lebaran, Fokus Bangkit di Sisa Musim
    • Pasar Emas Digital Meledak, Capai Rp9.491 Triliun pada 2025
    • AKBP Ayub Diponegoro Minta Maaf Atas Kematian Pengendara Akibat Pengejaran
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Pendidikan»Empati Sosial Pasca Ramadan, Guru Besar UIN Saizu: Takwa Bukan Hanya Puasa

    Empati Sosial Pasca Ramadan, Guru Besar UIN Saizu: Takwa Bukan Hanya Puasa

    adm_imradm_imr29 Maret 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Mempertahankan Nilai Ramadan dalam Kehidupan Sehari-hari

    Bulan Suci Ramadan telah berlalu, namun nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan tetap hidup dalam keseharian umat Islam. Hal ini disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Naqiyah.

    Menurut Prof Naqiyah, esensi puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan membentuk pribadi yang bertakwa dan peduli terhadap sesama. Dalam penyampaiannya, ia membuka dengan mengingatkan kembali firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menjelaskan kewajiban berpuasa bagi orang-orang beriman. Ayat tersebut menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah mencapai derajat ketakwaan.

    Pertanyaan reflektif yang perlu dijawab setiap Muslim setelah Ramadan adalah apakah ibadah puasa yang dijalani benar-benar berdampak pada perubahan diri. “Apakah kita sudah menjadi pribadi yang bertakwa setelah berpuasa? Ini yang perlu kita renungkan bersama,” ujarnya. Ia menekankan bahwa ketakwaan tidak cukup diukur dari ibadah ritual semata, tetapi harus terlihat dalam sikap sosial, khususnya kepedulian terhadap sesama manusia.

    Emosi Sosial dan Kepedulian

    Lebih lanjut, Prof Naqiyah menjelaskan bahwa salah satu ciri utama orang bertakwa adalah memiliki empati sosial yang tinggi. Puasa sejatinya menjadi sarana untuk melatih kepekaan terhadap penderitaan orang lain. Saat menahan lapar, seseorang diajak merasakan kondisi mereka yang hidup dalam keterbatasan, bahkan tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi sepanjang waktu.

    “Ketika kita lapar saat berpuasa, seharusnya kita bisa merasakan bagaimana orang lain yang mungkin setiap hari mengalami hal yang sama,” jelasnya. Tidak hanya itu, puasa juga melatih pengendalian diri, termasuk menahan amarah dan menjaga perilaku agar tidak menyakiti orang lain, baik dalam lingkup keluarga maupun masyarakat luas.

    Kisah Inspiratif Zainab binti Khuzaymah

    Untuk memperkuat pesan tentang pentingnya kepedulian sosial, Prof Naqiyah mengangkat kisah inspiratif dari Zainab binti Khuzaymah, seorang tokoh perempuan dalam sejarah Islam yang dikenal sangat dermawan. Zainab dijuluki Ummul Masakin atau ibu bagi orang-orang miskin karena kepeduliannya yang luar biasa terhadap kaum dhuafa. Ia tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga berusaha memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di sekitarnya, seperti makanan, pendidikan, dan tempat tinggal.

    “Bahkan ketika beliau hanya memiliki sedikit makanan, tetap diberikan kepada orang yang membutuhkan, meskipun dirinya sendiri juga membutuhkan,” tutur Prof Naqiyah. Menurutnya, meskipun tidak semua orang mampu meneladani sepenuhnya, setidaknya nilai berbagi dan kepedulian tersebut dapat diupayakan dalam kehidupan sehari-hari.

    Peran Keluarga dalam Membentuk Karakter Peduli

    Prof Naqiyah juga menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membentuk karakter peduli. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Ramadan harus diajarkan kepada anggota keluarga agar menjadi budaya yang terus hidup. “Apakah puasa kita sudah berdampak pada keluarga kita? Apakah kita sudah mendidik mereka untuk peduli terhadap sesama?” katanya.

    Ia menambahkan, jika nilai empati tertanam kuat dalam keluarga, maka akan berdampak luas pada kehidupan sosial masyarakat.

    Fenomena Sosial dan Refleksi

    Dalam kesempatan tersebut, Prof Naqiyah juga menyinggung fenomena sosial yang menunjukkan masih rendahnya kepedulian di masyarakat. Ia mencontohkan kasus seorang pelajar yang terpaksa mencuri demi memenuhi kebutuhan keluarganya, termasuk adik-adiknya dan neneknya yang sakit. Kasus tersebut, menurutnya, menjadi alarm bahwa masih banyak masyarakat yang belum peka terhadap kondisi sekitar.

    “Apakah lingkungan sekitar tidak mengetahui kondisi tersebut? Ini menjadi refleksi bagi kita semua bahwa kepedulian sosial masih perlu ditingkatkan,” tegasnya.

    Momentum Perubahan dan Harapan

    Lebih jauh, Prof Naqiyah mengajak umat Islam untuk menjadikan Ramadan sebagai titik awal perubahan, bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia berharap nilai-nilai seperti empati, kepedulian, dan pengendalian diri tetap terjaga setelah Ramadan berakhir. Menurutnya, keberhasilan puasa tidak hanya diukur dari seberapa lama menahan lapar, tetapi sejauh mana mampu membawa perubahan positif dalam kehidupan sosial.

    “Ramadan harus menjadi momentum untuk membentuk pribadi yang lebih peduli terhadap sesama dan lingkungan dalam arti yang luas,” ujarnya. Menutup penyampaiannya, Prof Naqiyah berharap agar umat Islam dapat menjaga semangat Ramadan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa kepedulian sosial merupakan kunci terciptanya masyarakat yang harmonis dan sejahtera.

    “Semoga nilai-nilai Ramadan terus kita bawa, sehingga kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Psikologi: Peluang Karier, Keterampilan Penting, dan Prospek di Abad 21

    By adm_imr29 Maret 20261 Views

    10 Jurusan Populer UGM di UTBK-SNBT 2026

    By adm_imr29 Maret 20262 Views

    Singapura dan Malaysia Unggul dalam Pendidikan Tinggi ASEAN

    By adm_imr28 Maret 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    5 Tanda Tubuh Butuh Olahraga Pasca Lebaran

    29 Maret 2026

    Trump Tiba-Tiba Ingat Perang AS-Jepang, Takaichi Terkejut Berat

    29 Maret 2026

    Cara ganti nada dering WhatsApp 2026 dengan suara Google tanpa aplikasi

    29 Maret 2026

    Honda CB150R Streetfire jadi idola generasi muda

    29 Maret 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?