Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Bayern Munich Incar Striker Baru, Pengganti Harry Kane

    16 Mei 2026

    Pajak Gula Jerman: Perdebatan Kesehatan dan Intervensi Negara

    16 Mei 2026

    Rupiah Tembus Rp17.500, Inflasi dan BBM Mengancam

    16 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 16 Mei 2026
    Trending
    • Bayern Munich Incar Striker Baru, Pengganti Harry Kane
    • Pajak Gula Jerman: Perdebatan Kesehatan dan Intervensi Negara
    • Rupiah Tembus Rp17.500, Inflasi dan BBM Mengancam
    • Gempa Bumi Terkini di Jember, Jawa Timur Pagi Ini, Lihat Penjelasan BMKG
    • 5 Desa Wisata Paling Populer di Indonesia, Mulai Alam hingga Budaya
    • Perhitungan Persib Juara Super League 2026, Ungguli Persija dan Borneo FC di Puncak Klasemen
    • Rocky Gerung Bela Nadiem, JPU Serang Balik Soal Tim Eksternal dan Harta Rp4,8 Triliun
    • Apa Saja Syarat Berkurban bagi Muslim? Ini Daftar Lengkapnya
    • Perhitungan Timnas Indonesia U-17 Menuju Piala Dunia 2026, Jepang Tentukan Nasib Garuda Muda
    • Tips pilih omega-3 tanpa bau amis
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Dampak Perang Terasa di Rumah Tangga, Pedagang Pasar Keluhkan Harga Plastik Naik

    Dampak Perang Terasa di Rumah Tangga, Pedagang Pasar Keluhkan Harga Plastik Naik

    adm_imradm_imr29 Maret 202613 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kenaikan Harga Plastik Mengkhawatirkan Pedagang Pasar



    Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengakui adanya keluhan dari para pedagang pasar terkait kenaikan harga plastik. Hal ini diketahui saat ia melakukan peninjauan harga kebutuhan pokok di Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Sabtu (28/3/2026).

    Gemi, seorang pedagang berusia 58 tahun, mengungkapkan bahwa kenaikan harga plastik mulai terjadi sejak Lebaran lalu dengan lonjakan mencapai sekitar Rp 6.000 per kemasan. Menanggapi hal tersebut, Zulhas menyatakan bahwa keluhan serupa juga dialami oleh hampir seluruh pedagang di berbagai pasar.

    Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga plastik disebabkan oleh kenaikan harga biji plastik yang sangat signifikan. Hal ini terjadi karena plastik memiliki bahan baku utama berupa minyak bumi. Zulhas menegaskan bahwa pihaknya akan membahas masalah ini secara khusus dan mengundang pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan mengenai penyebab kenaikan harga biji plastik.

    “Kita akan undang beberapa pihak yang terkait mengenai biji plastik ini,” ujarnya.

    Stabilitas Pangan Nasional Tetap Terjaga

    Di sisi lain, Zulhas memastikan bahwa ketahanan pangan nasional tetap aman meskipun terjadi perang di kawasan Timur Tengah. Ia menekankan bahwa Indonesia tidak bergantung pada impor pangan dari kawasan tersebut.

    “Tidak ada pangan yang bergantung kepada Timur Tengah, tidak ada. Yang kita tidak bisa, seperti gandum, itu dari Eropa dan Amerika. Kedelai kita tidak punya, itu dari Eropa dan Amerika. Jadi tidak ada pangan yang tergantung dari Timur Tengah,” kata Zulhas.

    Ia menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai dampak perang di Timur Tengah terhadap ketersediaan pangan. Stok dan pengadaan pangan dalam negeri dipastikan aman dan terkendali, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

    Pemerintah juga bersyukur telah menerapkan kebijakan swasembada pangan sejak awal, sehingga Indonesia kini mandiri di bidang pangan dan mampu mengantisipasi potensi krisis sejak dini.

    “Beras kita tahun lalu surplus sekitar 4 juta ton, saya kira tahun ini juga akan ada 4 juta ton. Jadi insya Allah, kalau beras tahun ini sampai tahun depan kita aman stoknya. Jagung aman, daging ayam aman, telur aman, sayur-sayuran kita tanam sendiri,” katanya.

    Kenaikan Permintaan Plastik di Korea Selatan

    Di Korea Selatan, isu harga plastik sudah menjadi keresahan warga. Penjualan kantong sampah plastik meningkat hingga tiga kali lipat, sementara pembelian kantong limbah makanan naik dua kali lipat seiring kekhawatiran akan kelangkaan nafta, bahan baku utama dalam produksi plastik, akibat gangguan pasokan minyak yang dipicu konflik Iran yang telah berlangsung lebih dari sebulan.

    Menurut jaringan toko serba ada CU, penjualan kantong limbah makanan dari Ahad hingga Selasa meningkat 153,3 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Penjualan kantong sampah melonjak 216,4 persen pada periode yang sama.

    GS25 juga melaporkan peningkatan, dengan penjualan kantong limbah makanan naik 182,7 persen dan kantong sampah meningkat 234,5 persen. Sementara itu, penjualan gabungan di 7-Eleven dan Emart24 masing-masing naik 169 persen dan 177 persen.

    Tanda-Tanda Penimbunan Mulai Muncul

    Tanda-tanda penimbunan produk plastik mulai muncul pada pertengahan Maret. Hal ini bertepatan dengan meningkatnya kekhawatiran di industri petrokimia bahwa gangguan akibat blokade Selat Hormuz akan memengaruhi pasokan minyak dan, pada akhirnya, pasokan nafta.

    Permintaan kantong limbah makanan dan kantong sampah standar pada awal bulan relatif stabil di sebagian besar toko. Namun, penjualan mulai meningkat dengan laju dua digit sejak 15 Maret. Di CU, penjualan kantong limbah makanan naik 13,8 persen dibandingkan pekan sebelumnya pada periode 15-21 Maret, sementara penjualan kantong sampah meningkat 21,3 persen.

    Pada periode yang sama, GS25 mencatat penjualan kantong limbah makanan naik 20,6 persen dan kantong sampah meningkat 9,0 persen. Penjualan di 7-Eleven dan Emart24 juga mulai mencatat pertumbuhan dua digit.

    Aksi Pembelian Panik Mulai Terjadi

    Aksi pembelian panik dilaporkan hampir menghabiskan persediaan kantong berkapasitas 10 liter dan 20 liter, ukuran yang paling umum digunakan rumah tangga. Sejumlah toko dilaporkan hanya memiliki kantong berkapasitas 75 liter atau lebih besar, sementara toko lainnya mulai membatasi pembelian atau mengurangi jumlah kantong dalam setiap paket.

    Menanggapi meningkatnya kekhawatiran akan kelangkaan produk berbahan vinil, Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan menyatakan pada Rabu bahwa tidak ada masalah dalam pasokan kantong sampah karena pemerintah memiliki cadangan stok lebih dari tiga bulan secara nasional.

    Pembatasan pembelian per individu yang diberlakukan pemerintah merupakan langkah antisipatif untuk mencegah pembelian panik akibat kekhawatiran konflik di Timur Tengah. Pejabat tersebut menegaskan bahwa kebijakan ini tidak terkait dengan masalah pasokan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Rupiah Tembus Rp17.500, Inflasi dan BBM Mengancam

    By adm_imr16 Mei 20261 Views

    Ramalan Zodiak Besok 13 Mei 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo

    By adm_imr16 Mei 20261 Views

    Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 12 Mei 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

    By adm_imr16 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Bayern Munich Incar Striker Baru, Pengganti Harry Kane

    16 Mei 2026

    Pajak Gula Jerman: Perdebatan Kesehatan dan Intervensi Negara

    16 Mei 2026

    Rupiah Tembus Rp17.500, Inflasi dan BBM Mengancam

    16 Mei 2026

    Gempa Bumi Terkini di Jember, Jawa Timur Pagi Ini, Lihat Penjelasan BMKG

    16 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?