Pergerakan Bursa Saham Amerika Serikat pada Hari Kamis
Bursa saham Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan signifikan pada hari Kamis, 26 Maret 2026. Pelemahan ini dipimpin oleh indeks Nasdaq yang turun lebih dari 2% dan secara resmi memasuki fase koreksi. Indeks Dow Jones Industrial Average juga mengalami penurunan sebesar 1,01%, sedangkan S&P 500 merosot 1,74%. Sementara itu, Nasdaq Composite turun hingga 2,38%.
Penurunan terbesar dalam satu hari untuk Nasdaq dan S&P 500 terjadi sejak 20 Januari. Nasdaq kini telah turun sekitar 10,7% dari rekor tertingginya pada 29 Oktober, menandai masuknya indeks tersebut ke dalam fase koreksi.
Penyebab Pelemahan Pasar
Pelemahan pasar didorong oleh meningkatnya kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya antara AS, Israel, dan Iran. Harga minyak mentah AS naik 4,6%, sementara Brent melonjak 5,7%, memperkuat kekhawatiran inflasi global.
Ketidakpastian semakin tinggi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran harus segera mencapai kesepakatan dengan AS atau menghadapi serangan lanjutan. Ia bahkan menyebut kemungkinan penguasaan minyak Iran sebagai opsi. Di sisi lain, pejabat Iran menilai proposal AS untuk mengakhiri konflik selama hampir empat minggu sebagai “tidak adil”, meski menegaskan jalur diplomasi masih terbuka.
Pasar sempat meredakan tekanan setelah Trump menyatakan akan menunda serangan terhadap fasilitas energi Iran selama 10 hari hingga 6 April, atas permintaan pemerintah Iran. Meskipun demikian, ketidakjelasan arah konflik membuat investor cenderung menghindari aset berisiko.
Persektoral dan Performa Saham
Secara sektoral, mayoritas sektor di S&P 500 melemah. Sektor komunikasi mencatat penurunan terdalam sebesar 3,5%, diikuti sektor teknologi yang turun 2,7%. Sebaliknya, sektor energi justru menguat 1,6% seiring kenaikan harga minyak, sementara utilitas naik tipis 0,2%.
Saham perusahaan teknologi besar turut menjadi pemberat pasar. Meta Platforms anjlok hampir 8% dan Alphabet turun lebih dari 3% setelah putusan juri dalam gugatan yang menuduh perusahaan media sosial merugikan anak-anak. Di sektor teknologi, saham semikonduktor juga tertekan. Indeks Philadelphia Semiconductor jatuh 4,8% setelah sempat menguat dalam tiga sesi sebelumnya.
Saham Nvidia, yang dikenal sebagai pemimpin chip kecerdasan buatan, turun lebih dari 4% dan menjadi salah satu penekan utama Dow Jones.
Dampak Global dan Kebijakan Moneter
Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memperingatkan bahwa konflik Timur Tengah telah mengganggu prospek pertumbuhan ekonomi dunia. Penutupan hampir total Selat Hormuz berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi. Kondisi ini membuat bank sentral, termasuk Federal Reserve, berada dalam posisi sulit terkait kebijakan suku bunga.
Pelaku pasar kini tidak lagi memperkirakan adanya penurunan suku bunga tahun ini, padahal sebelumnya dua kali pemangkasan diproyeksikan terjadi sebelum konflik memanas. Data ekonomi menunjukkan klaim pengangguran mingguan di AS naik tipis sesuai ekspektasi, mencerminkan pasar tenaga kerja yang masih stabil dan memberi ruang bagi bank sentral untuk mempertahankan suku bunga sambil memantau dampak konflik.
Di sisi lain, saham perusahaan tambang emas yang tercatat di AS justru melemah lebih dari 4% seiring turunnya harga emas lebih dari 2%.
Pergerakan Saham dan Volume Transaksi
Dari sisi pergerakan saham, jumlah saham yang turun jauh lebih banyak dibanding yang naik. Di Bursa New York, rasio saham turun terhadap naik mencapai 3,16 banding 1. Sementara di Nasdaq, rasio tersebut mencapai 2,47 banding 1.
Volume transaksi tercatat relatif ringan, dengan sekitar 16,5 miliar saham berpindah tangan, lebih rendah dibanding rata-rata 20,54 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.







