Pemanggilan RUPS TOBA: Tiga Aksi Korporasi Strategis yang Menarik Perhatian Investor
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) baru saja mengumumkan tiga aksi korporasi strategis yang akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Pengumuman ini menarik perhatian pelaku pasar, terutama karena langkah-langkah tersebut diambil dalam tengah proses transisi bisnis dari energi konvensional ke sektor hijau.
Aksi Korporasi yang Diumumkan
Tiga aksi korporasi yang diungkapkan oleh TOBA antara lain:
* Penggunaan sebagian saldo laba untuk pembagian dividen
* Pembelian kembali saham (buyback)
* Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD)
Agenda pembagian dividen akan masuk dalam RUPST, sedangkan buyback dan PMHMETD berada dalam agenda RUPSLB. Langkah-langkah ini dianggap sebagai bentuk komitmen TOBA untuk memperkuat posisi keuangan dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
Pandangan Analis tentang Aksi Korporasi
Andhika Audrey, analis BRI Danareksa Sekuritas, menilai bahwa semua aksi korporasi ini menarik dan layak mendapat perhatian investor. Ia menjelaskan bahwa penggunaan sebagian saldo laba untuk pembagian dividen dan buyback saham akan meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Sementara itu, PMHMETD menjadi fondasi penguatan modal untuk ekspansi jangka menengah dan panjang.
Menurutnya, meski TOBA membukukan rugi bersih di tahun 2025 akibat rugi non-kas dan akuntansi dari divestasi PLTU, emiten ini masih bisa membagikan dividen. Hal ini menunjukkan bahwa fundamental bisnis TOBA tetap kuat di tengah periode transisi.
Kinerja Keuangan TOBA
Meskipun mencatat rugi bersih non-kas pada tahun 2025 akibat divestasi aset Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), TOBA tetap mencapai EBITDA disesuaikan positif dan saldo kas sebesar US$ 102,3 juta. Angka ini naik 15% dari tahun sebelumnya.
Transformasi bisnis TOBA mulai membuahkan hasil. Pendapatan dari bisnis berkelanjutan mencapai US$ 164,1 juta pada tahun 2025, naik 738% (yoy), dengan kontribusi pengelolaan limbah mencapai 41% dari total pendapatan.
Peran Buyback dan PMHMETD
Raka Junico, analis MNC Sekuritas, menyatakan bahwa selain dividen, buyback juga diharapkan memainkan peran penting untuk meningkatkan kepercayaan pasar terkait fundamental dan value saham TOBA. Ia menilai bahwa manajemen TOBA memiliki keyakinan bahwa harga saham saat ini belum benar-benar mencerminkan valuasi wajarnya.
Selain itu, arus kas TOBA yang solid turut mendukung kemampuan untuk melakukan dua aksi korporasi ini secara sekaligus. Ini menjadi combo booster untuk para investor TOBA, baik dalam bentuk arus kas yang masuk dalam bentuk dividen maupun demand di market terhadap saham TOBA jika agenda ini disetujui dalam RUPS.
Peluang Pertumbuhan Jangka Panjang
Percepatan pergeseran portofolio TOBA membutuhkan penguatan modal yang diyakini akan difasilitasi melalui aksi PMHMETD. Skema rights issue bisa memfasilitasi investor strategis untuk masuk dan ambil bagian dalam pertumbuhan jangka panjang suatu perusahaan.
Muhammad Wafi, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), menilai TOBA masih memiliki peluang untuk kembali mencetak laba bersih di tahun ini. Ia juga memprediksi bahwa segmen bisnis hijau yang sedang dalam fase transisi belum sepenuhnya bisa menggantikan arus kas batubara.
Rekomendasi Investor
Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, merekomendasikan akumulasi beli saham TOBA dengan target harga di level Rp 760 per saham. Sedangkan Wafi merekomendasikan beli TOBA dengan target harga Rp 660 per saham.







