Fenomena Hujan Es di Kabupaten Wonosobo
Pada hari Sabtu, 28 Maret 2026, sejumlah wilayah Kabupaten Wonosobo dilaporkan mengalami fenomena hujan es yang mengejutkan warga setempat. Salah satu warga Kecamatan Kejajar, Faza Luthfia, mengungkapkan pengalamannya saat hujan es turun.
Faza mengatakan bahwa butiran es yang jatuh tidak terlalu besar, mirip dengan ukuran batu kerikil. Ia mengaku kaget karena ini pertama kalinya ia merasakan langsung hujan es.
“Saya sedang berada di rumah saya di kawasan Tieng, Kecamatan Kejajar. Awalnya cuaca sudah mendung dan berkabut. Namun, saat hujan mulai turun, suaranya terdengar lebih keras dari biasanya,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa suara hujan es terdengar seperti ‘pleng-pleng’ ketika mengenai atap rumah. Hal ini membuatnya menyadari bahwa hujan yang turun bukanlah hujan biasa.
“Iya, saya keluar ternyata benar hujan es. Esnya ngga terlalu besar mungkin seperti batu kerikil ukurannya. Kaget soalnya baru pertama kali merasakan langsung hujan es,” ujarnya.
Fenomena hujan es ini juga terekam dalam beberapa video yang beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat butiran es jatuh bersamaan dengan hujan deras dan terdengar suara keras saat mengenai atap rumah maupun permukaan tanah.
Tanggapan dari BPBD Wonosobo
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) dari BPBD Wonosobo, Sabarno, memberikan tanggapan terkait fenomena hujan es yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Wonosobo.
“Berdasarkan laporan dari beberapa relawan untuk kawasan Kejajar hingga Dieng, memang benar terjadi hujan lebat yang disertai petir dan butiran es,” terangnya.
Ia menjelaskan bahwa selain di kawasan dataran tinggi Dieng, hujan es juga dilaporkan terjadi di wilayah lain seperti Reco, Kecamatan Kertek, serta beberapa wilayah sekitarnya. Tim TRC BPBD Wonosobo hingga saat ini masih terus melakukan pemantauan di sejumlah titik terdampak.
“Untuk wilayah Kertek, dari pantauan kami di kawasan lereng Gunung Sindoro, meliputi Candiyasan, Damarkasiyan, Tlogomulyo atau Bedakah, Kapencar, hingga Reco, dilaporkan mengalami hujan disertai butiran es,” jelasnya.
Di wilayah Kejajar, fenomena serupa juga terjadi mulai dari Tambi hingga kawasan Dieng. Hujan deras yang disertai butiran es tersebut dilaporkan berlangsung dalam rentang waktu yang relatif singkat.
“Laporan awal dari tim masuk sekitar pukul 11.50 hingga 12.15 WIB. Untuk kawasan Reco, hujan es juga baru saja usai, namun saat ini masih terjadi hujan dengan intensitas sedang,” tambah Sabarno.
Pemantauan Cuaca dan Prakiraan BMKG
BPBD Wonosobo memastikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan perkembangan cuaca serta kondisi di lapangan guna mengantisipasi dampak lanjutan yang mungkin terjadi. Sementara itu, berdasarkan prakiraan dari BMKG, hujan di wilayah tersebut masih berpotensi berlangsung hingga sekitar pukul 14.30 WIB.
Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan akibat cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin, petir, dan butiran es tersebut.







