Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Kumpulan soal PAI kelas 5 SD lengkap kunci jawaban, ujian akhir semester kurikulum merdeka

    2 April 2026

    Populer Kaltim: Kutim Alokasikan Rp44 M untuk BPJS Gratis 2026, 5 Wilayah dengan Motor Terbanyak

    2 April 2026

    Pekan Budaya Hungaria di Surabaya Tampilkan Kuliner, Fesyen, dan Musik Tradisional

    2 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 2 April 2026
    Trending
    • Kumpulan soal PAI kelas 5 SD lengkap kunci jawaban, ujian akhir semester kurikulum merdeka
    • Populer Kaltim: Kutim Alokasikan Rp44 M untuk BPJS Gratis 2026, 5 Wilayah dengan Motor Terbanyak
    • Pekan Budaya Hungaria di Surabaya Tampilkan Kuliner, Fesyen, dan Musik Tradisional
    • Buma Internasional Grup (DOID) rugi US$ 128 juta di 2025, ini penyebabnya
    • 5 Kasus Populer: Amsal Sitepu Dianiaya Polisi
    • Mengapa Mantan Kapolsek Pukuli Warga di Tahanan, Rumah Orang Tua Dilempari Batu
    • Mirip Flu, Ini 10 Tanda Awal HIV yang Perlu Diwaspadai
    • Dari Pandemi ke Kuliner Ikonik, D’Kambodja Heritage Berkembang Bersama BRI
    • Klasemen MotoGP 2026: Bezzecchi Puncak, Martin Mendekat, Marquez Bertahan Lima Besar
    • Bandara Lebaran Jadi Lebih Nyaman
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Malang Raya»Proyek PSEL Batal di Malang Akibat Harga Tanah dan Biaya Mahal

    Proyek PSEL Batal di Malang Akibat Harga Tanah dan Biaya Mahal

    adm_imradm_imr2 April 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Proyek Pengelolaan Sampah Energi Listrik (PSEL) Diubah Lokasi

    Proyek pengembangan Pengelolaan Sampah Energi Listrik (PSEL) yang sebelumnya direncanakan dibangun di Kota Malang kini batal. Pemilihan lokasi telah diubah, dan kini proyek akan dilaksanakan di wilayah Pakis, Kabupaten Malang. Perubahan ini disebabkan oleh beberapa faktor yang dinilai menjadi kendala dalam pembangunan PSEL di Kota Malang.

    Faktor Penyebab Batalnya Pembangunan di Kota Malang

    Menurut Profesor Eko Ganis dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (UB) Malang, terdapat beberapa alasan utama mengapa Kota Malang tidak dipilih sebagai lokasi pembangunan PSEL. Pertama, masalah kesiapan lahan. Proyek ini membutuhkan lahan minimal seluas 5 hektare, namun TPU Supiturang yang sebelumnya dipilih dinilai tidak ideal karena ukuran dan kondisi tanah yang tidak sesuai.

    Selain itu, infrastruktur di lokasi tersebut perlu banyak perubahan. Salah satunya adalah pembangunan jembatan baru yang diperkirakan membutuhkan biaya miliaran rupiah. Kondisi lahan juga menjadi tantangan serius karena adanya timbunan sampah lama dengan ketinggian mencapai puluhan meter.

    “Di dalamnya ada tumpukan sampah yang bisa sampai 20 meter lebih tingginya. Itu harus diangkat dulu, tentu membutuhkan biaya besar,” ujarnya.

    Alasan Pemilihan Lokasi Baru di Wilayah Pakis

    Lokasi baru, yaitu wilayah Pakis, dipilih karena dinilai lebih siap dan memiliki akses yang lebih baik. Wilayah ini berada di tengah kawasan Malang Raya dan dekat dengan jalan tol, sehingga mobilitas truk sampah akan lebih mudah.

    “Pakis itu berada di tengah-tengah dan aksesnya sangat baik, dekat tol. Jadi mobilitas truk sampah akan lebih mudah,” katanya.

    Biaya operasional distribusi sampah juga dinilai relatif terjangkau dibandingkan daerah lain. Jika menggunakan jalan tol, biayanya hanya sekitar Rp 3.000 hingga Rp 4.500 dari Singosari, yang jauh lebih efisien.

    Investasi Besar dan Dukungan Pendanaan

    Proyek PSEL ini diperkirakan melibatkan investasi besar, mencapai sekitar Rp 3 triliun untuk kawasan Malang Raya. Pendanaan juga didukung melalui skema pembiayaan nasional.

    “Ini investasi besar. Kalau tidak dimanfaatkan, kita yang rugi. Selain itu, bisa menyerap tenaga kerja dan teknologi yang digunakan juga diharapkan ramah lingkungan,” ujarnya.

    Teknologi modern menjadi kunci untuk meminimalkan dampak lingkungan sekaligus memastikan pengelolaan sampah lebih efektif.

    Persoalan Sampah yang Lebih Luas

    Eko menjelaskan bahwa persoalan sampah tidak hanya soal penumpukan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan, estetika kota, hingga emisi gas rumah kaca.

    “Framework sampah itu luas, tidak hanya soal menumpuk. Ada aspek kesehatan, lingkungan, dan infrastruktur,” katanya.

    Ia menilai praktik open dumping yang masih terjadi berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat. Sebagai akademisi, pihak Universitas Brawijaya menyatakan siap memberikan pendampingan dalam proses pengembangan proyek PSEL tersebut.

    Alternatif Lain di Kota Malang

    Meskipun proyek tidak jadi dilakukan di Kota Malang, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan bahwa pemkot akan mencari alternatif lain untuk pembangunan pengolahan sampah di TPU Supiturang. Salah satu opsi yang sedang dikembangkan adalah program Lingkungan, Sosial, Dampak, Bermanfaat (LSDB) yang memanfaatkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

    Teknologi ini memungkinkan pengolahan sampah tanpa harus menunggu kapasitas hingga 1.000 ton per hari seperti pada skema PSEL. “Kalau dengan RDF dan program LSDB tidak harus sampai seribu ton per hari,” kata Wahyu.

    Program tersebut juga disebut mendapat dukungan dari Jepang serta investasi melalui pemerintah pusat. Meski fasilitas pengolahan energi dari sampah nantinya berada di wilayah Kabupaten Malang, pengelolaan sampah antara kedua daerah tetap saling berkaitan.

    “Sampah kita nanti juga tetap dibuang ke Kabupaten Malang,” ujarnya.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Mengapa Mantan Kapolsek Pukuli Warga di Tahanan, Rumah Orang Tua Dilempari Batu

    By adm_imr2 April 20262 Views

    Kondisi Terkini Jalur Batulicin Tanahbumbu-Kandangan HSS Kalsel yang Tertutup Longsoran

    By adm_imr2 April 20262 Views

    Puncak Arus Balik Lebaran Tiba di Wilayah Malang Raya Hari Ini

    By adm_imr2 April 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Kumpulan soal PAI kelas 5 SD lengkap kunci jawaban, ujian akhir semester kurikulum merdeka

    2 April 2026

    Populer Kaltim: Kutim Alokasikan Rp44 M untuk BPJS Gratis 2026, 5 Wilayah dengan Motor Terbanyak

    2 April 2026

    Pekan Budaya Hungaria di Surabaya Tampilkan Kuliner, Fesyen, dan Musik Tradisional

    2 April 2026

    Buma Internasional Grup (DOID) rugi US$ 128 juta di 2025, ini penyebabnya

    2 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?