Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Cargill tingkatkan kesehatan masyarakat Pasuruan dan Gresik

    31 Mei 2026

    60 Persen Warga Aktif Berolahraga, Dispora Kota Bandung Perkuat Program Ini

    31 Mei 2026

    Nasib Artis di Arafah: Raffi Cium Hajar Aswad, Ashanty Berdoa, Rizal Armada ke Mina

    31 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 31 Mei 2026
    Trending
    • Cargill tingkatkan kesehatan masyarakat Pasuruan dan Gresik
    • 60 Persen Warga Aktif Berolahraga, Dispora Kota Bandung Perkuat Program Ini
    • Nasib Artis di Arafah: Raffi Cium Hajar Aswad, Ashanty Berdoa, Rizal Armada ke Mina
    • Jadwal KA Sri Tanjung Idul Adha 2026, Tiket Rp88 Ribu
    • Sule Nyangkal Lempar Naskah ke Wajah Kru TV, Mertua Mahalini: Aku Tidak Kenal Wajahnya
    • Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Kota-Kota Besar Indonesia
    • Mantan Kepala KPK Tantang Kerugian Negara dalam Kasus Chromebook
    • Fakta KDRT di Sekadau: Suamianiaya Istri Saat Libur
    • Doa Pagi Hari Rasulullah SAW
    • Populix mengungkap tren gaya hidup olahraga di kalangan pekerja kota Indonesia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Hukum»Rusia Ingin Melegalkan Mobil Curian Eropa

    Rusia Ingin Melegalkan Mobil Curian Eropa

    adm_imradm_imr7 April 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kebijakan Baru Rusia yang Mengkhawatirkan

    Rusia sedang mempertimbangkan kebijakan baru yang memungkinkan mobil hasil curian dari Uni Eropa (UE) untuk didaftarkan secara legal di negaranya. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dari berbagai pihak, termasuk serikat polisi di Jerman, yang khawatir akan meningkatnya jumlah pencurian kendaraan lintas negara.

    Kementerian Dalam Negeri Rusia telah mengusulkan perubahan undang-undang terkait hal ini sejak awal Februari 2026. Rancangan tersebut bertujuan untuk mempermudah proses pendaftaran kendaraan yang masuk dalam daftar pencarian internasional. Menurut laporan harian Kommersant, kebijakan ini diarahkan oleh Presiden Vladimir Putin dan dimaksudkan untuk melindungi pemilik kendaraan yang masuk daftar pencarian karena laporan dari negara-negara yang dianggap “tidak bersahabat.”

    Negara-negara yang termasuk dalam kategori tersebut antara lain 27 negara anggota UE, Swiss, Norwegia, AS, Kanada, Jepang, Korea Selatan, dan Australia. Selain itu, rancangan undang-undang ini juga akan melegalkan kendaraan yang dinyatakan hilang oleh Ukraina, yang kemungkinan besar merujuk pada mobil-mobil yang diambil dari wilayah Ukraina yang saat ini berada di bawah pendudukan Rusia.

    Tidak Ada Respons dari Jerman atas Permintaan Informasi

    Saat ini, pendaftaran kendaraan yang masuk dalam daftar pencarian internasional dilarang di Rusia. Namun, menurut laporan Kommersant, otoritas Rusia sering kesulitan mengetahui alasan sebuah kendaraan masuk dalam daftar buronan internasional tersebut. Sejak dimulainya perang Rusia melawan Ukraina, negara-negara yang dikategorikan “tidak bersahabat” disebut tidak lagi merespons permintaan informasi dari Rusia terkait kendaraan-kendaraan itu.

    Jerman disebut sebagai contoh spesifik. Kementerian Dalam Negeri Moskow menyatakan bahwa Berlin mengabaikan permintaan dari Rusia “karena alasan politik.” Pihak Rusia mengklaim bahwa pada Januari 2026 terdapat total 123 kendaraan yang dilaporkan Berlin sebagai buronan internasional dan ditemukan di Rusia. Namun, menurut pihak Rusia, tidak ada penjelasan dari Jerman mengenai alasan kendaraan-kendaraan tersebut masuk daftar pencarian.

    BKA: Tidak Ada Pertukaran Data dengan Rusia

    Kantor Polisi Kriminal Federal Jerman (BKA), yang bertanggung jawab menyelidiki pencurian kendaraan, mengonfirmasi kepada DW bahwa saat ini tidak ada pertukaran informasi dengan Rusia dalam kasus seperti ini. BKA menyatakan bahwa mereka mengetahui adanya permintaan dari otoritas Rusia terkait kendaraan yang didaftarkan oleh Jerman. Namun, karena hal ini terutama menyangkut aspek hukum perdata, seperti kepemilikan dan kepentingan pemilik untuk memulangkan kendaraan, maka BKA tidak memiliki kewenangan.

    Dengan kata lain, persoalan ini dianggap lebih sebagai sengketa kepemilikan, bukan ranah pidana yang bisa ditangani langsung oleh BKA. BKA menolak berkomentar apakah undang-undang baru Rusia dapat memicu peningkatan pencurian mobil di Jerman.

    Serikat Polisi: Rusia Mendorong Kejahatan

    Benjamin Jendro, juru bicara serikat polisi GdP yang berbasis di Berlin, mengatakan kepada DW bahwa saat ini “tidak ada pertukaran resmi yang intensif” dengan Rusia “di banyak level.” Ia menambahkan, sebelumnya memang ada kasus di mana otoritas Rusia menemukan kendaraan yang sedang dicari. Namun, dalam kondisi saat ini, hampir tidak mungkin ada pejabat dari Jerman yang pergi ke Rusia untuk mengambil kendaraan curian, apalagi dalam banyak kasus, klaim asuransi sudah diselesaikan ketika kendaraan tersebut ditemukan.

    Ia menyebut rancangan undang-undang baru itu sebagai “sinyal yang sangat burukā€ karena “mendorong kejahatan.” Selama bertahun-tahun, angka pencurian kendaraan relatif stabil, meski berada di level tinggi. Aturan seperti ini akan semakin melemahkan upaya aparat dalam memerangi jaringan pencurian mobil lintas negara.

    Pakar Rusia: Potensi Penipuan Asuransi Skala Besar?

    Sejumlah pakar Rusia menyoroti aspek lain dari kebijakan ini. Alexander Kholodov dari Kamar Publik Federasi Rusia (OPRF) mengatakan dalam wawancara dengan portal berita Rusia Autonews bahwa perubahan undang-undang ini bisa membuka celah penipuan. Praktik seperti ini pernah terjadi pada 1990-an dan awal 2000-an. Skemanya adalah pencurian yang direkayasa, mobil dijual di Jerman, kemudian berakhir di Rusia, dan sebulan kemudian pemilik melaporkan kendaraan hilang. Ia lalu mendapatkan ganti rugi dari perusahaan asuransi di Jerman.

    Pengacara Rusia Sergei Smirnov juga menyampaikan pandangan serupa. Undang-undang baru ini bisa mendorong pihak-pihak di luar Rusia untuk meningkatkan praktik penipuan asuransi di luar negeri. Mobil dicuri di Eropa, korban menerima klaim asuransi, lalu kendaraan dibawa secara ilegal ke Rusia dan dilegalkan melalui pendaftaran.

    Namun, Asosiasi Asuransi Jerman (GDV) menyatakan kepada DW bahwa skema tersebut tidak umum terjadi. Kami tidak mengetahui praktik seperti yang digambarkan, dan kami meyakini sebagian besar pencurian kendaraan memang merupakan tindak kriminal nyata, bukan rekayasa. Asosiasi ini juga menilai perubahan hukum di Rusia tidak serta-merta akan memicu lonjakan besar pencurian kendaraan di Jerman.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Fakta KDRT di Sekadau: Suamianiaya Istri Saat Libur

    By adm_imr31 Mei 20261 Views

    Profil Irjen Helfi Assegaf, Kapolda Lampung yang Diperhatikan, Akibat Instruksi Tembak Mati Begal

    By adm_imr31 Mei 20261 Views

    Polresta Denpasar Terima Bukti Baru dari Kontraktor dalam Skandal Penipuan Miliaran Rupiah

    By adm_imr30 Mei 20263 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Cargill tingkatkan kesehatan masyarakat Pasuruan dan Gresik

    31 Mei 2026

    60 Persen Warga Aktif Berolahraga, Dispora Kota Bandung Perkuat Program Ini

    31 Mei 2026

    Nasib Artis di Arafah: Raffi Cium Hajar Aswad, Ashanty Berdoa, Rizal Armada ke Mina

    31 Mei 2026

    Jadwal KA Sri Tanjung Idul Adha 2026, Tiket Rp88 Ribu

    31 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?