Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Pendaftaran UTBK SNBT 2026 Ditutup Hari Ini, Periksa Syarat dan Jadwalnya

    12 April 2026

    Rute Baru Malaysia Airlines: Teknologi dan Budaya di Shenzhen, Changsha, dan Fukuoka

    12 April 2026

    Prediksi Napoli vs Milan, Laga Kunci Lawan Inter

    12 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 12 April 2026
    Trending
    • Pendaftaran UTBK SNBT 2026 Ditutup Hari Ini, Periksa Syarat dan Jadwalnya
    • Rute Baru Malaysia Airlines: Teknologi dan Budaya di Shenzhen, Changsha, dan Fukuoka
    • Prediksi Napoli vs Milan, Laga Kunci Lawan Inter
    • Cara cek desil DTSEN BPS 2026 melalui login web dan aplikasi, serta arti dan cara menurunkannya
    • Amsal Sitepu Bebas, Danke Rajagukguk dan Anak Buah Diperiksa
    • Pupuk Indonesia Perkuat Rantai Pasok melalui SEAFA
    • Apa Itu IGRS Komdigi yang Jadi Trend di Kalangan Gamers?
    • Karier Inara Rusli kena imbas usai tersandung kasus dugaan perselingkuhan, adegan di-cut dari film
    • 5 model lemari 2 pintu terbaru, sederhana dan kapasitas besar
    • Berita Terkini: Kunjungan Wapres ke NTT, Pencuri Komodo Ditangkap, Sidang Korupsi KPU
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Teknologi»5 fakta luar biasa tentang sampah luar angkasa

    5 fakta luar biasa tentang sampah luar angkasa

    adm_imradm_imr12 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Apa Itu Sampah Luar Angkasa?

    Apa yang ada di pikiranmu kalau kamu pergi ke luar angkasa? Pastinya gak lepas kalau kamu bakal melihat bulan, bintang-bintang, dan planet. Tapi, kamu tak hanya melihat itu, melainkan kamu juga akan melihat jutaan sampah luar angkasa!

    Sejak misi pertama manusia ke luar angkasa di tahun 1957, manusia telah mengirimkan ribuan roket dan satelit ke luar angkasa. Beberapa satelit masih bekerja, beberapa lagi telah pensiun dan dibiarkan mengambang di luar angkasa. Lalu, apakah sampah luar angkasa ini berbahaya? Apakah dapat jatuh ke bumi dan menghantam bumi seperti meteor? Berikut hal yang perlu kamu tahu tentang sampah luar angkasa.

    Jumlah Sampah Luar Angkasa yang Mengorbit Bumi

    Sedikitnya ada 27.000 serpihan sampah luar angkasa berukuran lebih dari 10 centimeter. Sampah luar angkasa diartikan sebagai segala objek buatan manusia di luar angkasa yang tidak lagi berfungsi dan digunakan. Sampah luar angkasa ini umumnya dapat berupa satelit yang tidak terpakai, roket pendorong yang terbuang, hingga baut.

    Setidaknya ada 3.000 satelit mati yang mengorbit bumi. Berdasarkan National Aeronautics and Space Administration (NASA), ada 27.000 keping sampah luar angkasa yang berukuran lebih dari 10 centimeter dan lebih dari 100 juta keping sampah luar angkasa yang lebih kecil dari 1 centimeter. Belum lagi diperkirakan terdapat jutaan sampah luar angkasa yang tidak terdeteksi.

    Sampah Luar Angkasa Tidak Hanya Mengorbit Bumi

    Sampah luar angkasa tidak hanya mengorbit bumi saja, melainkan juga ada di planet dan satelit planet lain. Di bulan kurang lebih terdapat 54 kendaraan tanpa awak dan 190.000 kilogram sampah. Selain di bulan, sampah luar angkasa juga ada di Mars. Kurang lebih terdapat hampir 10.000 kilogram sampah luar angkasa di Mars. Sedangkan untuk Venus, terdapat pesawat tanpa awak Venera 7 yang diluncurkan pada 1970. Terjauh, ada pesawat tanpa awak Pioneer 10 yang terdampar di Titan, salah satu bulan Saturnus.

    Bahaya yang Dapat Ditimbulkan oleh Sampah Luar Angkasa

    Pada tahun 1978, seorang astrofisikawan bernama Donald J Kessler mengeluarkan teori bahwa semakin bertambahnya objek luar angkasa di orbit bumi, maka kemungkinan tabrakan antar objek akan semakin besar. Setiap tabrakan akan menghasilkan pecahan yang dapat menabrak objek luar angkasa lain dan akhirnya menimbulkan tabrakan beruntun. Teori astrofisikawan ini kemudian dikenal dengan sindrom kessler.

    Tabrakan di antara sampah luar angkasa dengan satelit dan pesawat antariksa memang pernah terjadi beberapa kali. Seperti pada 2009, pesawat antariksa Rusia yang sudah tak berfungsi menabrak pesawat antariksa Amerika Serikat yang sedang menjalankan misi. Namun, kemungkinan tabrakan tersebut sangatlah kecil.

    Tapi, tidak menutup kemungkinan jika kedepannya sindrom kessler akan terwujud. Mengingat dalam satu dekade mendatang akan ada 10.000 satelit baru yang akan mengorbit bumi.

    Perlu diketahui juga kalau sampah luar angkasa melaju dengan kecepatan 7 kilometer per detiknya! Kecepatan itu 25 kali lebih cepat dari pesawat komersil. Bahkan, benda berukuran 1 milimeter yang melaju dengan kecepatan tersebut dapat merusak satelit.

    Kemungkinan Sampah Luar Angkasa Jatuh ke Bumi

    Ya, sampah luar angkasa memiliki potensi untuk jatuh ke bumi. Namun, kemungkinannya kecil. Dari sampah luar angkasa yang baru terbentuk, 79% kemungkinan tidak akan turun ke memasuki bumi dalam kurun waktu 100 tahun. Sebanyak 15% sampah luar angkasa butuh waktu lebih dari 1 tahun untuk masuk ke bumi. Sisanya, hanya 6% sampah luar angkasa yang masuk ke bumi dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

    Sekalipun masuk ke bumi, kebanyakan sampah luar angkasa akan terbakar habis oleh gesekan atmosfer. Andai mereka masih tersisa dan menghantam permukaan bumi, dampaknya tidak akan separah hantaman meteor.

    Indonesia sendiri juga pernah mengalami kejatuhan sampah luar angkasa. Berdasarkan Jurnal Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa pada 2021, sejauh ini tercatat ada 6 kejadian jatuhnya sampah luar angkasa di Indonesia.

    Upaya untuk Membersihkan Sampah Luar Angkasa

    Para ahli tahu bahwa ke depannya sampah luar angkasa dapat berpotensi menghambat misi antariksa. Maka dari itu, mereka mulai merancang cara untuk membersihkan sampah luar angkasa.

    Terdaftar beberapa ide untuk mengatasi sampah luar angkasa. Contohnya, The European Space Agency mengajukan ide menangkap sampah dengan menggunakan jaring. Sedangkan, The Japanese Aerospace Exploration Agency mengajukan ide menggunakan laser elektrodinamika yang dapat memperlambat gerakan sampah luar angkasa. Jika sudah melambat, sampah tersebut akan jatuh ke bumi dan kebanyakan akan terbakar habis oleh atmosfer.

    Terdapat banyak ide dan proposal yang diajukan untuk membersihkan sampah luar angkasa. Namun, belum ada ide membersihkan sampah luar angkasa yang diaplikasikan secara masif.

    Sampah luar angkasa memang dapat menjadi ancaman bagi misi luar angkasa dan kehidupan manusia kedepannya. Selain itu, sudah menjadi tanggung jawab manusia untuk membersihkan sampah buatannya di luar angkasa.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Apa Itu IGRS Komdigi yang Jadi Trend di Kalangan Gamers?

    By adm_imr12 April 20261 Views

    Jangan Asal Tuang! Kombinasi Coolant Berbeda Bisa Sebabkan Mesin Overheat, Ini Penjelasannya

    By adm_imr12 April 20261 Views

    Harga Samsung A37 5G dan A57 5G Segera Dirilis, Dilengkapi AI Profesional

    By adm_imr12 April 20263 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Pendaftaran UTBK SNBT 2026 Ditutup Hari Ini, Periksa Syarat dan Jadwalnya

    12 April 2026

    Rute Baru Malaysia Airlines: Teknologi dan Budaya di Shenzhen, Changsha, dan Fukuoka

    12 April 2026

    Prediksi Napoli vs Milan, Laga Kunci Lawan Inter

    12 April 2026

    Cara cek desil DTSEN BPS 2026 melalui login web dan aplikasi, serta arti dan cara menurunkannya

    12 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?