Petani Milenial di Desa Mata Air Minta Dukungan Alsintan Modern
Petani milenial di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, menyampaikan harapan besar kepada Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, saat berdialog langsung dengan beliau. Mereka meminta dukungan nyata berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) modern untuk mengatasi keterbatasan fasilitas yang selama ini masih mengandalkan cara manual.
Dalam dialog tersebut, perwakilan petani milenial dari Kelompok Tani Sulamanda, David Manuhelu, menyampaikan harapan besar kepada pemerintah agar memberi perhatian serius terhadap pengembangan pertanian berbasis generasi muda.
“Kami pemuda milenial meminta perhatian Bapak Wapres untuk mendukung kami dengan alat dan mesin pertanian modern. Kami butuh traktor roda dua maupun roda empat, alat tanam modern hingga drone pertanian agar pengelolaan lahan bisa lebih cepat dan hasil produksi meningkat,” ujarnya.
Menurut David, modernisasi alat pertanian menjadi kunci untuk menarik minat generasi muda agar kembali ke sektor pertanian. “Kalau alatnya modern, kami yakin semakin banyak anak muda yang mau bertani, bahkan memilih bertani dibanding menjadi pegawai negeri,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan petani milenial lainnya, Natalia Marlince, yang menyoroti keterbatasan fasilitas dalam pengelolaan Agroeduwisata Desa Mata Air. Ia menjelaskan, persoalan mendasar yang dihadapi saat ini adalah ketersediaan air, alat pengolahan lahan, hingga penerangan.
“Untuk penyiraman, kami masih harus memikul air. Pengolahan lahan juga masih menggunakan alat sederhana seperti pacul. Selain itu, penerangan di lokasi masih sangat terbatas, padahal aktivitas sering dilakukan malam hari, apalagi menjelang musim kemarau,” jelasnya.
Natalia berharap pemerintah dapat menyediakan fasilitas berbasis teknologi modern untuk mendukung keberlanjutan agroeduwisata tersebut.
Komitmen Wapres Gibran untuk Dukungan Alsintan
Menanggapi aspirasi tersebut, Wapres Gibran Rakabuming Raka menyatakan komitmennya untuk memperkuat dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani, khususnya petani milenial.
“Saya lihat bantuan alsintannya masih kurang. Nanti kita data lagi kekurangannya. Kita tidak ingin hasil panen yang sudah melimpah itu terbuang karena alatnya belum modern,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya penggunaan teknologi dalam pertanian agar kerja petani lebih efisien dan hasil panen dapat terjaga kualitasnya. “Teman-teman petani milenial sudah bekerja keras pagi, siang, malam. Jangan sampai hasilnya rusak atau terbuang karena masih menggunakan alat manual. Nanti kita bantu alat-alat modern supaya produksi meningkat dan anak-anak muda semakin semangat,” ujarnya.
Selain itu, Wapres juga mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam sektor pertanian sebagai bagian dari upaya mencapai swasembada pangan dan energi nasional. “Saya titip kepada pendeta, tokoh agama, dan masyarakat, mari kita dorong anak-anak muda untuk bisa terlibat di sektor pertanian. Fokus Bapak Presiden adalah swasembada pangan dan energi, jadi produksi harus benar-benar kita genjot,” katanya.
Peran Agroeduwisata dalam Pengembangan Pertanian
Ia juga menyinggung pentingnya dukungan infrastruktur, mulai dari pengairan, benih, pupuk hingga peralatan modern yang terintegrasi. “Kita akan pikirkan dari A sampai Z, mulai dari air, benih, pupuk sampai alat modern. Tidak bisa lagi kita pakai alat manual, nanti tenaga habis. Tapi nanti yang operasikan alat modern ini anak-anak muda yah,” tambahnya.
Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas peran Agroeduwisata GMIT Desa Mata Air sebagai pusat pembelajaran, pemberdayaan ekonomi, dan pengembangan pertanian berbasis generasi muda di Kabupaten Kupang.







