Insiden Pelemparan Batu Bus Pemain Borneo FC Usai Laga Melawan Madura United
Insiden pelemparan batu terhadap bus pemain Borneo FC terjadi usai laga melawan Madura United di Pamekasan. Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Minggu (5/4/2026), dimenangkan oleh Pesut Etam dengan skor 3-1. Namun, setelah pertandingan, rombongan Borneo FC mengalami perlakuan tidak sportif dari oknum suporter Madura United.
Bus pemain Borneo FC dilempari batu saat tiba di depan hotel di kawasan Pamekasan. Saat bus tiba di lokasi, sejumlah pemain turun dan berusaha mendekati pelaku pelemparan. Tindakan ini menunjukkan respons spontan para pemain terhadap situasi yang terjadi. Meski belum ada laporan resmi tentang korban luka atau kerusakan parah, kejadian ini menimbulkan perhatian besar di media sosial.
Tanggapan Manajer Borneo FC
Manajer Borneo FC, Dandry Dauri, membenarkan kejadian tersebut dan memberikan arahan bijak. Ia menegaskan bahwa insiden ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.
“Sudahlah jangan dianggap menjadi hal yang tidak baik saya pikir. Kita juga harus belajar jadi dewasa,” ujar Dandry. Ia menambahkan bahwa para pemain telah melakukan komunikasi dengan pihak kepolisian dan menilai kejadian ini sebagai pengalaman berharga.
Dandry juga menyatakan bahwa pihaknya akan bertemu dengan Ketua Suporter Madura United di Surabaya. “Saya siap menggelar pertemuan dengan Ketua suporter di Madura di Surabaya karena saya sudah berada di sana,” tambahnya.
Perubahan Jadwal Kembali ke Samarinda
Niatan Borneo FC untuk kembali ke Samarinda pasca-pertandingan berubah karena tidak kebagian tiket penerbangan ke Kalimantan Timur. Sejatinya, tim akan menjamu PSBS Biak pada Sabtu (11/4/2026) di Stadion Segiri Samarinda. Namun, latihan akan dilakukan di Surabaya hingga tanggal 9 April. Setelah itu, mereka akan kembali ke Samarinda untuk persiapan laga selanjutnya.
Viral di Media Sosial
Insiden ini viral di media sosial berkat video yang beredar. Dalam video tersebut, terlihat sejumlah pemain dan staf Borneo FC turun dari bus dan berusaha mengejar pelaku. Gerakan mereka cepat dan spontan, menunjukkan respons langsung terhadap situasi yang terjadi. Di akhir video, tampak perekam masih berada di dalam bus dan menunjukkan sosok diduga pelaku yang menggunakan sepeda motor dan kabur.
Penutup
Kejadian ini menjadi peringatan bagi dunia sepak bola Indonesia agar tetap menjaga sikap sportif dan menghindari tindakan yang merusak citra olahraga. Dandry Dauri menegaskan bahwa semua pihak harus belajar dari kejadian ini agar tidak terulang di masa depan.







