Masa Peralihan Musim di Jawa Timur
Sebagian wilayah Jawa Timur mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Dalam 10 hari ke depan, diprediksi akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. BMKG Juanda menyatakan bahwa kondisi ini disebabkan oleh adanya gangguan Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin yang melintasi wilayah tersebut.
Diprakirakan dalam sepekan ini, Jawa Timur akan kedatangan Gelombang Atmosfer Equatorial Rossby. Masyarakat diminta untuk siap dengan jas hujan atau payung, mengingat potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi kapan saja.
Prakiraan Cuaca Hari Ini
Pada Selasa, 7 April 2026, prakiraan cuaca menunjukkan kondisi cerah di pagi hari di sejumlah wilayah. Memasuki siang hari, hampir semua daerah diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Pada malam hari, kondisi cuaca diperkirakan kembali berawan.
Wilayah yang berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat pada hari itu antara lain:
* Banyuwangi
* Bondowoso
* Jember
* Kediri
* Kota Batu
* Madiun
* Magetan
* Mojokerto
* Nganjuk
* Pasuruan
* Ponorogo
* Probolinggo
* Situbondo
* Trenggalek
* Tulungagung
Daerah yang Diprediksi Hujan Ringan
BMKG juga menyebutkan bahwa hujan ringan berpotensi terjadi di beberapa daerah, seperti:
* Banyuwangi
* Jombang
* Kediri
* Kota Batu
* Kota Blitar
* Kota Kediri
* Kota Madiun
* Kota Malang
* Kota Mojokerto
* Kota Pasuruan
* Surabaya
* Lamongan
* Lumajang
* Madiun
* Magetan
* Malang
* Mojokerto
* Nganjuk
* Pacitan
* Pamekasan
* Pasuruan
* Sampang
* Sidoarjo
* Situbondo
* Sumenep
* Trenggalek
* Tuban
Suhu Udara di Jawa Timur
Suhu udara di Jawa Timur hari ini bervariasi, dengan daerah paling panas adalah Sidoarjo dan Mojokerto, dengan kisaran suhu 24–32°C. Sementara itu, Kota Batu menjadi daerah terdingin dengan suhu berkisar 16–22°C. Rata-rata suhu udara di Jawa Timur hari ini mencapai 28–32°C.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada di masa pancaroba ini terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan deras berdurasi singkat, angin kencang, serta puting beliung yang muncul mendadak setelah cuaca terik di siang hari.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk dapat menghemat penggunaan air serta mengamankan cadangan air dengan memanfaatkan sisa hujan di masa pancaroba ini sebagai persiapan musim kemarau.
BMKG juga menyarankan masyarakat menjaga kesehatan dengan banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi serta menggunakan masker saat berdebu dan penggunaan sunscreen saat beraktivitas di luar ruangan.




