Kasus Pernikahan Siri yang Memicu Kontroversi di Kota Malang
Kasus pernikahan sesama jenis antara dua wanita di Kota Malang, Jawa Timur, kini menjadi sorotan publik. Peristiwa ini bermula dari pengakuan seorang wanita bernama Intan Anggraeni (28), warga Polehan, kecamatan Blimbing, Kota Malang. Ia mengaku menikah siri dengan seseorang bernama Rey, namun pernikahan tersebut hanya berlangsung selama satu hari.
Rey, yang juga dikenal dengan nama Yupi Rere, melaporkan balik Intan Anggraeni ke Polres Batu pada malam hari tanggal 8 April 2026. Laporan tersebut terkait dugaan pencemaran nama baik dan pemerasan. Rey mengaku awalnya tidak tahu bahwa dirinya telah dilaporkan oleh Intan, yang merupakan istri sirinya.
Viral Video Pernikahan Siri Jadi Pemicu
Rey menyatakan bahwa dirinya baru mengetahui kasus ini setelah video pernikahan sirinya dengan Intan viral di media sosial pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Informasi tersebut diperoleh dari temannya. Sebelum melapor balik, Rey mencoba menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dengan mendatangi rumah Intan. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
“Saya sempat bertanya, atas dasar apa dia melaporkan saya. Tapi setelah itu pesan ditarik dan tidak ada balasan lagi sampai sekarang,” ujarnya.
Rey membantah sejumlah pernyataan yang disampaikan Intan terkait dirinya. Ia menilai tuduhan tersebut telah mencemarkan nama baiknya. “Ya kecewa pasti, karena beritanya tidak sesuai realita. Dari awal dia sudah tahu identitas saya, bahkan keluarganya juga tahu,” kata Rey.
Ia menegaskan bahwa hubungan keduanya tidak diawali dengan kebohongan. Rey menyebut Intan sudah mengetahui identitasnya sejak awal perkenalan, termasuk saat mereka bertemu di sebuah kafe atau tempat hiburan malam di Kota Batu.
Rey Sebut Intan yang Minta Dinikahi
Rey mengungkapkan bahwa hubungan mereka berkembang setelah Intan mengaku memiliki trauma dari hubungan sebelumnya. Ia mengaku berusaha memperlakukan Intan dengan baik tanpa menuntut apa pun. “Saya hanya berusaha memperlakukan dia dengan baik, tanpa meminta apa-apa,” ungkapnya.
Ia juga menyebut bahwa rencana pernikahan tidak sepenuhnya berasal dari dirinya. Bahkan, menurut Rey, ia sempat berusaha mengakhiri hubungan tersebut. “Saya sudah pernah ngajak udahan. Tapi ada ancaman bunuh diri, bahkan ibunya sampai pingsan,” jelasnya.
Rey Transfer ke Intan 200 Juta
Rey juga menyinggung adanya dugaan motif ekonomi dalam hubungan mereka. Ia mengklaim telah membantu kebutuhan finansial Intan, termasuk melunasi sejumlah utang. “Bukti transfer ada banyak. Kalau ditaksir sekitar Rp 200 juta,” katanya.
Ia juga mengaku sempat menghentikan pemberian uang selama beberapa hari yang kemudian memicu konflik.
Kecewa Tahu Suami Ternyata Wanita
Di sisi lain, Intan Anggraeni melaporkan Rey ke pihak kepolisian atas dugaan pemalsuan identitas dan dokumen yang digunakan dalam pernikahan siri mereka. Intan mengaku merasa tertipu setelah mengetahui bahwa orang yang dinikahinya ternyata memiliki identitas berbeda dari yang selama ini ia ketahui.
Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan awal dan belum ada pemanggilan terhadap terlapor. Berdasarkan keterangan pelapor, Intan dan Rey pertama kali berkenalan pada Februari 2026 di sebuah kafe di Kota Batu. Hubungan keduanya kemudian berlanjut hingga sekitar dua bulan dan berujung pada pernikahan siri.







