Daihatsu Perkuat Komitmen di Dunia Pendidikan dengan Peresmian DOJO untuk Siswa SMK di Blitar
PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia berkelanjutan di Indonesia. Kali ini, perusahaan mengambil langkah strategis dengan meluncurkan Kelas Industri DOJO di SMK Islam 1 Blitar, Jawa Timur, sebagai bagian dari rangkaian program “Gebyar Pintar Bersama Daihatsu 2026”.
Program ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan vokasi di Indonesia dengan menyediakan fasilitas yang terstandarisasi sesuai kebutuhan industri otomotif. Fasilitas DOJO ini dirancang sebagai tempat belajar praktik langsung, sehingga siswa SMK dapat lebih siap menghadapi dunia kerja nyata.
Peresmian DOJO dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan dari pemerintah daerah, dunia pendidikan, yayasan, dan industri. Beberapa tokoh yang hadir antara lain:
- Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai
- Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Blitar, Indiyah Nurhayati
- Pengawas Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Blitar, Endang Sulistyowati
- Koordinator Wilayah Kediri Astra International, Jun Felik
- Kepala Cabang Astra International – Daihatsu Sales Operation Blitar, Wisnu Achmad Faiz
- Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nadhlatul Ulama, Ahmad Taib
- Jajaran Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama Kota dan Kabupaten Blitar, koordinator wilayah program, serta perwakilan SMK binaan di Jawa Timur, NTB, dan Bali.
Hingga saat ini, program “Pintar Bersama Daihatsu” telah bekerja sama dengan 445 SMK di seluruh Indonesia, di mana 82 sekolahnya berada di wilayah Jawa Timur, NTB, dan Bali. Program ini tidak hanya fokus pada pembelajaran teoritis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi sekolah, guru, dan siswa, sekaligus berkontribusi kepada industri otomotif.
Ferry Nugroho, General Affair Division Head PT ADM, menjelaskan bahwa kehadiran Kelas Industri DOJO menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis industri. DOJO bukan hanya ruang praktik, tetapi juga sarana pembentukan budaya industri sejak dini.
Siswa dididik untuk memiliki keterampilan teknis sekaligus nilai-nilai seperti kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, dan etos kerja profesional. Selain peresmian fasilitas DOJO, rangkaian kegiatan juga mencakup penandatanganan sinkronisasi kurikulum SMK binaan wilayah Jawa Timur, NTB, dan Bali, sebagai upaya penyelarasan dengan kebutuhan industri.
Daihatsu juga menyerahkan sertifikat akreditasi serta donasi mesin kepada SMK yang berhasil meningkatkan level akreditasi periode 2025–2026.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengapresiasi konsistensi kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan vokasi. Menurutnya, kemitraan ini sangat penting dalam meningkatkan relevansi lulusan SMK dengan kebutuhan dunia kerja. Ia juga mengapresiasi kontribusi Daihatsu dalam penguatan fasilitas, kurikulum, dan budaya industri di sekolah.
Sementara itu, Kepala SMK Islam 1 Blitar, Gigih Widiyanto, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Ia menyebut kehadiran fasilitas DOJO sebagai sarana penting bagi siswa untuk belajar sesuai standar industri, sehingga mampu meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja lulusan.
Daihatsu terus mendorong sinergi antara dunia industri, pemerintah, dan institusi pendidikan melalui program Pintar Bersama Daihatsu guna mencetak lulusan vokasi yang kompeten, berkarakter, dan lebih siap dalam menghadapi berbagai kebutuhan di dunia industri, khususnya otomotif.







