Manajemen Arema FC Tuntut Kemenangan di Tiga Laga Sisa
Manajemen Arema FC telah memberikan instruksi tegas kepada tim pelatih dan pemain untuk meraih kemenangan dalam tiga laga sisa kompetisi Super League 2025/2026. Langkah ini diambil setelah Singo Edan mengalami dua kekalahan beruntun dalam Derbi Jatim melawan Persebaya Surabaya dan Persik Kediri.
Meski posisi klub saat ini aman dari zona degradasi, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa kemenangan beruntun di akhir musim merupakan bentuk tanggung jawab profesional terhadap publik Malang dan Aremania. Ia menyatakan bahwa evaluasi total saja tidak cukup tanpa hasil nyata di lapangan.
Target Tinggi di Akhir Musim
Arema FC masih memiliki tiga laga sisa untuk menutup akhir musim ini, yaitu menghadapi PSM Makassar (9/5/2026), PSBS Biak (15/5/2026), dan PSIM Yogyakarta (23/5/2026). Meskipun posisi klub aman, manajemen tetap meminta agar pertandingan tersisa dimaksimalkan dengan raihan poin penuh.
“Instruksi kami jelas, tiga laga tersisa harus menghasilkan poin maksimal, baik di kandang maupun tandang,” ujar Inal, Senin (4/5/2026). Target tersebut bukan hanya demi posisi di klasemen, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab profesional tim kepada publik Malang, khususnya Aremania yang selama ini setia mendukung.
Arema FC berharap sinergi antara tim dan suporter tetap terjaga hingga akhir musim. “Kami berterima kasih kepada Aremania yang luar biasa dalam memberikan dukungan serta tetap rispek dengan menyampaikan evaluasi secara elegan,” tambah Inal.
Respons Terhadap Protes Aremania
Pasca-dua kali mengalami kekalahan di Derbi Jatim, Aremania sempat melakukan protes dengan mendatangi kantor klub di Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang pada Minggu (3/5/2026) malam. Aksi tersebut sempat menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi.
Namun, manajemen Arema FC memilih merespons dengan terbuka dan menilai aksi tersebut sebagai bentuk kepedulian suporter terhadap tim. Inal menghargai setiap aspirasi yang disampaikan Aremania, sambil mengingatkan agar penyampaian pendapat tetap dilakukan secara kondusif.
“Apa pun bentuk reaksi Aremania, kami sangat menghargai, yang terpenting, kita tetap menjaga kondusivitas dan menghindari tindakan destruktif,” tutur Inal.
Peluang Persebaya Tembus Empat Besar
Kontras dengan kondisi Arema FC yang tengah melakukan evaluasi total, sang rival, Persebaya Surabaya, justru sedang dalam tren positif dan mulai membidik peringkat realistis di papan atas klasemen Super League 2025/2026. Saat ini, Persebaya ada di peringkat lima klasemen sementara dengan 51 poin, berjarak satu poin dengan Malut United di peringkat empat.
Capaian ini didapatkan berkat performa apik Persebaya yang menang tiga laga terakhir secara beruntun, yaitu mengalahkan Malut United 0-2 (23/4/2026), menumbangkan Arema FC 0-4 (28/4/2026), dan menggilas PSBS Biak 4-0 (2/5/2026).
Peluang Persebaya untuk naik ke peringkat klasemen pun terbuka lebar, karena kompetisi Super League 2025/2026 masih menyisakan tiga pertandingan lagi. “Jika kami tidak memenangkan pertandingan, kami tidak bisa bermimpi untuk mempertahankan posisi ini,” kata Bernardo Tavares.
Pelatih asal Portugal itu menilai, pertandingan sisa tidak akan mudah, karena satu di antaranya menghadapi tim yang berjuang terhindar dari degradasi. “Jadi, pertama-tama kami perlu fokus pada pertandingan demi pertandingan. Kami perlu berjuang untuk mendapatkan tiga poin,” terang Bernardo Tavares.







