Kota Batu Siap Mengikuti Program LSDP
Kota Batu telah menyatakan kesiapan untuk menjadi bagian dari program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP). Program ini bertujuan untuk memperkuat sistem pengelolaan persampahan dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Dalam beberapa waktu terakhir, Pemkot Batu telah melakukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan persampahan di wilayahnya.
Rencana Pengembangan Sistem Persampahan
Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto memberikan paparan dalam kegiatan Assessment dan Forum Pemerintah Daerah untuk Pemilihan Lokasi LSDP yang berlangsung di Balai Kota Malang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh kepala daerah Malang Raya lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Heli Suyanto menunjukkan komitmennya untuk melakukan pembenahan tata kelola persampahan secara menyeluruh. Hal ini mencakup pengurangan sampah dari sumber, penguatan fasilitas pengolahan, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap budaya pilah sampah.
“Kami ingin membangun sistem pengelolaan yang tidak hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga mampu menjawab tantangan lingkungan di masa depan,” ujar Heli Suyanto.
Pembangunan TPST Modern di Tlekung
Salah satu rencana utama Pemkot Batu adalah pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) modern berkapasitas 50 ton per hari di kawasan Tlekung. Selain itu, ada rencana untuk merevitalisasi Tempat Pengumpulan Sampah 3R (TPS3R) komunal, penguatan regulasi pengelolaan sampah dan retribusi, serta kampanye ‘Batu Pilah Sampah’ hingga transformasi kelembagaan pengelola persampahan menuju sistem yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Harapan Pemkot Batu adalah dapat terpilih dalam program LSDP sehingga peningkatan kualitas layanan persampahan dan pemulihan lingkungan bisa berjalan lebih optimal.
Didukung Roadmap Bersama Bank Dunia
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni menjelaskan bahwa tahapan pengembangan sistem persampahan mengacu pada roadmap yang telah disusun bersama Bank Dunia. Sebab LSDP merupakan inisiatif strategis pemerintah Indonesia yang didukung oleh Bank Dunia untuk meningkatkan pengelolaan sampah terpadu dari hulu ke hilir.
Untuk tahun 2027 mendatang, Pemkot Batu berencana membangun tiga TPS3R komunal baru dengan kapasitas masing-masing 10 ton per hari di Kelurahan Sisir, Kelurahan Temas, dan Pasar Induk Among Tani. Di sektor hilir, TPA Tlekung direncanakan akan diubah menjadi TPST modern, yang rencananya akan mulai dibangun pada tahun 2028 setelah penguatan fasilitas pengolahan di sektor hulu rampung dilakukan.
Teknologi Bio-Digester di Pasar Induk Among Tani
Khusus di Pasar Induk Among Tani, sistem pengelolaan sampah akan memanfaatkan teknologi bio-digester. Teknologi ini menggunakan proses anaerobik untuk mengolah limbah organik menjadi biogas sebagai sumber energi terbarukan, sekaligus menghasilkan pupuk cair maupun padat.
Dian Fachroni berharap segera ada kepastian lokasi agar dapat dimasukkan dalam perubahan anggaran. Dengan adanya inovasi seperti ini, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan pengelolaan sampah di Kota Batu.
Kesimpulan
Kota Batu telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk mengikuti program LSDP. Dengan rencana pembangunan TPST modern, revitalisasi TPS3R, dan pemanfaatan teknologi seperti bio-digester, Pemkot Batu berupaya menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik. Dukungan dari Bank Dunia dan roadmap yang telah disusun menjadi fondasi penting dalam menjalankan proyek ini. Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan Kota Batu dapat menjadi contoh dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.






