Kehidupan Mat Suhadi, Penjaga Perumahan yang Berjuang Hingga Akhir
Mat Suhadi, atau yang dikenal dengan panggilan Pak Min, adalah sosok yang dihormati oleh banyak orang di Kota Malang. Seorang pria yang dikenal pendiam dan bekerja keras, ia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan perumahan yang menjadi wilayahnya. Namun, kisah hidupnya berakhir tragis setelah bertarung melawan dua pelaku pencurian.
Sebagai seorang penjaga perumahan, Mat Suhadi tidak hanya menjalankan tugasnya dengan sungguh-sungguh, tetapi juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai kuli bangunan. Setiap hari, ia bekerja siang hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan malamnya ia menjaga perumahan. Dalam pengenangan putranya, Harianto, Mat Suhadi selalu menjalani tugasnya dengan penuh tanggung jawab.
Pada suatu malam, saat sedang menjaga perumahan, Mat Suhadi merasa ada sesuatu yang mencurigakan. Ia mendengar informasi tentang aktivitas mencurigakan di area belakang perumahan. Tanpa membawa senjata apa pun selain senter, ia langsung melakukan pengecekan menggunakan sepeda motornya. Saat itu, ia menemukan bahwa perumahan benar-benar dibobol oleh para pencuri.
Pertarungan Maut dengan Pelaku Pencurian
Setelah mengetahui hal tersebut, Mat Suhadi langsung memilih untuk mengejar pelaku. Harianto, putra korban, ikut menemani ayahnya dalam pengejaran ini. Namun, keduanya memilih arah yang berbeda. Menurut keterangan saksi mata, Mat Suhadi akhirnya bertemu dengan pelaku di bawah jembatan tol Cemorokandang, tempat kejadian perkara penusukan.
Saat itu, pelaku diduga sedang membenarkan tali barang curian. Tanpa rasa takut, Mat Suhadi langsung menghantam pelaku dengan senter dan berusaha menghentikan aksi pencurian tersebut. Namun, pelaku justru menyerang menggunakan senjata tajam. Mat Suhadi hanya membawa senter dan tidak memiliki senjata apa pun.
Meski terluka, korban masih sempat melawan. Ia mengalami luka tusuk di bagian perut sebelah kanan hingga akhirnya tak berdaya. Korban kemudian meminta tolong ke rumah saudaranya yang lokasinya tidak jauh dari lokasi penusukan. Setelah itu, ia langsung dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Perawatan Intensif dan Kematian yang Tragis
Di rumah sakit, Mat Suhadi menjalani perawatan intensif. Dokter memberi harapan yang kecil, tetapi tetap berusaha menyelamatkannya. Sayangnya, nasib berkata lain. Mat Suhadi meninggal dunia keesokan paginya sekitar pukul 07.00 WIB.
Bagi keluarga, kepergian Mat Suhadi meninggalkan luka mendalam. Harianto menyebutkan bahwa ayahnya wafat saat menjalankan tanggung jawab pekerjaannya. “Bapak sudah menjalankan amanah pekerjaannya. Bertanggung jawab menjaga perumahan itu,” katanya.
Keluarga kini berharap pelaku segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Harapan kami ya secepatnya pelaku bisa ketangkep. Karena di sana informasinya ada rekaman CCTV,” ucapnya.
Kenangan yang Tak Terlupakan
Kini, pihak keluarga hanya dapat mengenang kerja keras Mat Suhadi melalui sepeda motor yang ia tinggalkan. “Bapak saya memang pendiam dan tidak begitu bisa mengoperasikan ponsel. Makannya fotonya gak ada. Yang ada tinggal sepeda motornya ini yang masih ada bercak darahnya,” tandas Harianto.







