Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    4 destinasi wisata edukasi menarik di Singapura, eksplorasi sejarah

    16 Mei 2026

    Sembilan Kepala Kecamatan dan Kelurahan Makassar Ikut Pelatihan Pengelolaan Sampah di Malang

    16 Mei 2026

    Taruhannya Negara di Balik Akrobat Danantara di Saham GOTO

    16 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 16 Mei 2026
    Trending
    • 4 destinasi wisata edukasi menarik di Singapura, eksplorasi sejarah
    • Sembilan Kepala Kecamatan dan Kelurahan Makassar Ikut Pelatihan Pengelolaan Sampah di Malang
    • Taruhannya Negara di Balik Akrobat Danantara di Saham GOTO
    • Sosok Terduga Pembunuh Satpam di Surabaya Terungkap, Gelagat Korban Sebelum Tewas Ditusuk
    • Tiga Berita Terhangat Sumbar: Renovasi Stadion Haji Agus Salim dan Penyelamatan Anak Terseret Arus
    • Mojokerto: Penyebab Badut Diusir Mertua, Keluarga Bantah Fitnah Pengamen Anak
    • 4 Doa Agar Cepat Naik Haji Lengkap dengan Bacaan Arab, Latin, dan Terjemahan
    • Keahlian China: Dari Diplomasi Panda Hingga TikTok
    • Harga Token Listrik 11-17 Mei 2026 Ditentukan, Rp100 Ribu Berapa kWh dengan Daya 1.300 VA
    • 6 resep tahu gejrot lezat dan pedas, bikin ketagihan!
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Daerah»Sosok Terduga Pembunuh Satpam di Surabaya Terungkap, Gelagat Korban Sebelum Tewas Ditusuk

    Sosok Terduga Pembunuh Satpam di Surabaya Terungkap, Gelagat Korban Sebelum Tewas Ditusuk

    adm_imradm_imr16 Mei 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penangkapan Terduga Pembunuh DM (48) dalam Waktu 6 Jam

    Terduga pembunuh DM (48), seorang satpam di perumahan kawasan Jalan Sukomanunggal Jaya, Surabaya, berhasil ditangkap dalam waktu enam jam setelah korban ditemukan. Terduga berinisial OA, yang merupakan teman kerja sesama penjaga keamanan dengan korban, kini sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

    Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto mengatakan bahwa OA diduga melakukan penganiayaan terhadap korban dengan menusuk leher dan dada menggunakan senjata tajam hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Pengakuan pelaku serta keterangan saksi, termasuk pencocokan rekaman CCTV dari lokasi kejadian, memperkuat dugaan ini.

    “Saat ini dari pengakuan tersangka, dia pelaku tunggal. Setelah dicek CCTV yang ada, dan kemudian keterangan saksi di TKP memang saat itu kondisi sepi tidak ada orang selain korban dan pelaku,” ujar AKBP Edy Herwiyanto di Mapolrestabes Surabaya, pada Senin (11/5/2026).

    Motif Masih Dalam Pemeriksaan

    Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Evan Caesar Ibrahim menjelaskan bahwa motif pelaku masih dalam penyelidikan. “Motif tersangka melakukan pembunuhan terhadap korban masih didalami,” tambahnya.

    Adi Deden Februadi, adik kandung korban, sempat menduga bahwa sang kakak menjadi korban kebrutalan para perampok atau perampasan harta benda. Namun, barang yang hilang hanya ponsel merek Xiaomi milik korban. Sementara itu, motor, uang dalam dompet, serta barang bawaan korban lainnya masih terdapat di lokasi pos tempat berjaga.

    Gelagat Korban Sebelum Tewas

    Menurut Adi Deden, korban tidak pernah terlibat permasalahan dengan orang lain. Ia menggambarkan kakaknya sebagai sosok pendiam, tidak neko-neko, dan penyayang keluarga. Setelah pulang dari bekerja sebagai satpam, korban lebih memilih beristirahat atau membantu istri berbelanja kebutuhan toko kelontong.

    Akibat insiden tersebut, korban meninggalkan dua anak perempuan yang masih bersekolah. Adi Deden juga mengungkapkan bahwa korban sempat ditemui oleh seorang teman pria di pos jaga beberapa jam sebelum memulai bekerja menjaga perumahan pada sif malam, sekitar pukul 20.00 WIB.

    Sosok tersebut juga seorang penjaga keamanan. Para teman sesama satpam sering memberi peringatan kepada korban untuk tidak terlalu akrab berteman dengan sosok ini karena dianggap problematis.

    Keanehan Saat Korban Hilang

    Adi Deden menduga bahwa pada momen korban diajak oleh sosok tersebut, nyawa sang kakak dihabisi. Jenazah korban diseret hingga ke dalam rumah kosong sejauh 200 meter dari pos jaga satpam. Pelaku diduga berusaha menghapus jejak bekas ceceran darah dengan cara membilas menggunakan alat kain pembersih lantai.

    Ade Deden juga mengungkap keanehan saat istri korban memperoleh kabar melalui telepon dari beberapa orang satpam teman kerja sang suami. Padahal, nomor kontak istri korban tidak diketahui oleh teman-teman korban sesama anggota satpam.

    Korban Ditemukan Tewas di Pos Jaga

    Diberitakan sebelumnya, DM yang warga Krembangan, Surabaya ditemukan tak bernyawa di ruang pos jaga dengan kondisi tubuh terlentang. Korban masih memakai pakaian seragam satpam berwarna kuning muda, bercelana cokelat, dan bersepatu hitam.

    Menurut Kapolsek Sukomanunggal Polrestabes Surabaya Kompol M. Akhyar, korban pertama kali ditemukan oleh teman sesama satpam di perumahan tersebut. Saksi teman sesama satpam hendak berganti sif kerja menjaga kompleks perumahan tersebut. Namun, saksi mendapati keanehan karena kondisi penerangan lampu di gerbang depan dan pos satpam masih menyala, padahal fajar sudah menyingsing, pukul 05.00 WIB.

    “Dan barang yang diambil, hanya handphone saja. Handphone pribadi korban. Sedangkan sepeda motornya itu bagus, enggak diambil sama kunci kontaknya itu,” ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com pada Senin (11/5/2026).

    Saksi sempat mencari keberadaan korban di area musala yang lampu penerangannya juga masih menyala. Ternyata, tidak ada. Kemudian, saksi mulai mencari keberadaan korban di dalam pos satpam. Ternyata, korban sudah terkapar dengan penuh luka dan tak sadarkan diri.

    “Nah, (temannya) dicek lah ke tempat salat itu, musala kecil di situ karena korban ini memang taat sama agama. Dicek enggak ada, kemudian beralih ke pos security. Lah kok di depannya itu ada bercadak darah. kemudian tidak dilihat ke dalamnya tergeletak korban itu. Baru lapor ke Polisi,” katanya.

    Berdasarkan hasil visum luar terhadap tubuh korban, Akhyar mengungkapkan bahwa korban mengalami luka tusuk pada leher, dada, perut, lengan tangan, dan siku tangan. “Leher sebelah kanan. Punggung sebelah kiri. Lengan sebelah kiri belakang. Sikut sebelah kiri. Heem. Dada sebelah kanan. Dan perut sebelah kiri. Itu saja,” ungkapnya.

    Kemudian, saat melakukan olah TKP menyeluruh, Akhyar mengatakan bahwa ponsel pribadi korban tidak ditemukan di lokasi. Ataupun di dalam saku pakaian korban. Namun, anehnya, dompet berisi uang serta kendaraan motor korban lengkap beserta surat menyuratnya, masih berada di lokasi. Atau tidak terkonfirmasi hilang.

    “Dan barang yang diambil, hanya handphone saja. Handphone pribadi korban. Sedangkan sepeda motornya itu bagus, enggak diambil sama kunci kontaknya itu,” jelasnya.

    Akhyar tak menampik, bahwa korban sempat melakukan perlawanan terhadap pelaku dalam pergulatan yang terjadi pada pagi hari tadi. “Kalau dari lihat dari luka korban kelihatannya ada perlawanan, karena nangkis, nah iya (nangkis pakai siku atau lengan). Kami belum temukan info tersebut (soal korban pernah cekcok dengan orang lain),” ungkapnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Jatim Terpopuler: 4.000 Penerima Beasiswa Sidoarjo hingga Wanita yang Tertipu Pacar

    By adm_imr16 Mei 20261 Views

    Haji 2026: 12 Jemaah Surabaya Tunda Keberangkatan, 8 Wafat

    By adm_imr15 Mei 20261 Views

    Pevoli Jember Megawati Bergabung dengan Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea, Ini Jejak Karirnya

    By adm_imr15 Mei 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    4 destinasi wisata edukasi menarik di Singapura, eksplorasi sejarah

    16 Mei 2026

    Sembilan Kepala Kecamatan dan Kelurahan Makassar Ikut Pelatihan Pengelolaan Sampah di Malang

    16 Mei 2026

    Taruhannya Negara di Balik Akrobat Danantara di Saham GOTO

    16 Mei 2026

    Sosok Terduga Pembunuh Satpam di Surabaya Terungkap, Gelagat Korban Sebelum Tewas Ditusuk

    16 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?