Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Profil Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR RI yang Tanggapi Penolakan Pemungutan Suara Ulang LCC SMAN 1 Pontianak

    18 Mei 2026

    Bukan Dipecat, Ini Sanksi Anggota DPRD Jember yang Merokok dan Main Game Saat Rapat

    18 Mei 2026

    Apa Perbedaan Cut Loss dan Stop Loss? Ini Penjelasan Lengkap!

    18 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 18 Mei 2026
    Trending
    • Profil Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR RI yang Tanggapi Penolakan Pemungutan Suara Ulang LCC SMAN 1 Pontianak
    • Bukan Dipecat, Ini Sanksi Anggota DPRD Jember yang Merokok dan Main Game Saat Rapat
    • Apa Perbedaan Cut Loss dan Stop Loss? Ini Penjelasan Lengkap!
    • Bahroni, Penembak Intel Polda Lampung Tewas Dibunuh Saat Melawan
    • Niat Sholat Sunnah Setelah Adzan Jumat: Arab, Latin, dan Artinya
    • Hantavirus Ditemukan di Jabar, Karawang Masih Bebas Kasus
    • 14 vitamin meningkatkan nafsu makan anak, solusi untuk anak pemilih makanan
    • Tautan Pendaftaran Beasiswa UKT Bontang 2026: Persyaratan dan Proses Seleksi
    • Wawancara Eksklusif: Kisah Tengku Iskandi Saat Terdampar di Lautan
    • Catatan Yusril: Pemerintah Tak Larang Film ‘Pesta Babi’
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Teknologi»Adidas Climacool jadikan Shanghai sebagai pusat inovasi

    Adidas Climacool jadikan Shanghai sebagai pusat inovasi

    adm_imradm_imr18 Mei 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Inovasi dalam Desain Kontemporer

    Dalam lanskap desain kontemporer, inovasi tidak lagi hanya lahir dari bentuk produk, tetapi juga dari cara sebuah gagasan dihadirkan sebagai pengalaman. Batas antara teknologi, seni, arsitektur, dan budaya kini semakin cair, melahirkan pendekatan baru yang lebih imersif dan multidisipliner. Dalam konteks ini, brand tidak sekadar mempresentasikan produk, tetapi membangun narasi yang dapat dialami secara langsung oleh publik.



    Pendekatan inilah yang dihadirkan Adidas melalui CLIMACOOL Future Museum di Shanghai. Bertempat di Museum of Art Pudong, aktivasi ini tidak hanya merayakan 25 tahun evolusi teknologi CLIMACOOL, tetapi juga mengubah museum menjadi ruang eksplorasi tentang masa depan material, performa, dan desain. Di bawah tema Born to Breathe, Adidas menghadirkan pengalaman yang memadukan teknologi tekstil, instalasi spasial, pertunjukan performatif, dan visual futuristik dalam satu ekosistem inovasi.



    Saat Teknologi Dihadirkan Sebagai Pengalaman Ruang

    Menariknya, Adidas tidak menempatkan inovasi hanya sebagai sesuatu yang dipamerkan di balik display produk. Teknologi CLIMACOOL justru diterjemahkan menjadi pengalaman ruang yang dapat dirasakan. Instalasi di museum dirancang menyerupai perjalanan multisensori, memperlihatkan bagaimana konsep sirkulasi udara, pendinginan, dan breathability dapat divisualisasikan melalui arsitektur temporer, permainan cahaya, material transparan, dan elemen kinetik. Pendekatan ini menjadikan teknologi tidak lagi terasa abstrak, melainkan hadir sebagai pengalaman spasial yang hidup dan relevan dengan desain kontemporer.

    CLIMACOOL Future Museum dan Bahasa Desain Futuristik

    Secara visual, CLIMACOOL Future Museum menampilkan bahasa desain yang sangat kuat: futuristik, bersih, dan eksperimental. Instalasi didominasi bentuk-bentuk organik, struktur ringan, serta permainan transparansi yang merepresentasikan ide airflow dan ventilasi. Estetika ini sejalan dengan evolusi CLIMACOOL sebagai platform inovasi yang kini melampaui sportswear dan masuk ke ranah desain masa depan. Kehadiran area seperti Innovation Gallery hingga Secret Room juga memperkuat kesan museum sebagai laboratorium kreatif, bukan sekadar venue peluncuran produk. Dalam konteks desain, inilah bagaimana brand menggunakan ruang untuk membangun narasi visual yang utuh.



    Inovasi Material sebagai Inti Narasi

    Fokus utama dari presentasi ini tetap berada pada inovasi material. Adidas memperlihatkan bagaimana CLIMACOOL berevolusi dari teknologi ventilasi performa menjadi platform desain berbasis material engineering. Salah satu sorotan utama adalah eksplorasi 3D-printed footwear dan sistem cooling apparel yang mengedepankan sirkulasi udara 360 derajat, manajemen panas tubuh, serta struktur tekstil yang lebih adaptif. Menariknya, inovasi ini dipresentasikan bukan sebagai fitur teknis semata, melainkan sebagai bahasa desain baru yang menghubungkan performa dengan estetika futuristik.



    Shanghai sebagai Latar yang Strategis

    Pemilihan Shanghai bukan keputusan yang kebetulan. Kota ini telah lama dipandang sebagai persimpangan antara teknologi, budaya, dan desain global, menjadikannya konteks yang tepat untuk narasi masa depan yang diusung Adidas. Museum of Art Pudong sendiri memberi dimensi arsitektural yang kuat terhadap keseluruhan pengalaman, menghadirkan dialog menarik antara ruang budaya dan inovasi sportswear. Dalam konteks ini, Shanghai bukan hanya lokasi peluncuran, tetapi bagian dari konsep besar yang memperkuat pesan bahwa inovasi selalu lahir dari pertemuan berbagai disiplin.



    Performa, Seni, dan Instalasi yang Menyatu

    Salah satu kekuatan utama aktivasi ini adalah bagaimana Adidas mengaburkan batas antara pertunjukan performa dan instalasi desain. Pembukaan acara menampilkan koreografi atlet dan kontemporer dance yang menerjemahkan gagasan “bernapas” ke dalam gerak tubuh, menjadikan konsep breathability terasa puitis sekaligus ilmiah. Di sini, performa olahraga tidak lagi hanya menjadi demonstrasi fungsi produk, tetapi berubah menjadi medium artistik yang menguatkan narasi ruang. Pendekatan seperti ini menunjukkan bagaimana brand kini berbicara melalui pengalaman budaya, bukan hanya komunikasi produk.



    Masa Depan Desain Sportwear yang Lebih Arsitektural

    Yang menarik dari CLIMACOOL Future Museum adalah bagaimana Adidas memposisikan sportwear bukan sekadar fashion atau perlengkapan performa, melainkan sebagai bagian dari diskursus desain yang lebih luas. Struktur 3D-printed, eksperimen material, hingga pendekatan spasial yang digunakan menunjukkan adanya pengaruh pemikiran arsitektural dalam pengembangan produk. Ini menandai arah baru di mana desain pakaian, objek, dan ruang saling bertaut. Dalam perspektif ini, CLIMACOOL bukan hanya teknologi pendingin, tetapi juga studi tentang bagaimana tubuh, material, dan lingkungan dapat berinteraksi secara lebih cerdas.



    Melalui CLIMACOOL Future Museum di Shanghai, Adidas menunjukkan bahwa inovasi tidak harus hadir dalam bentuk produk semata, tetapi juga melalui cara produk itu diceritakan, dialami, dan dihubungkan dengan budaya desain yang lebih luas. Aktivasi ini memperlihatkan bagaimana teknologi, ruang, dan ekspresi artistik dapat menyatu menjadi pengalaman yang imersif sekaligus relevan dengan masa depan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Studi: Paparan WiFi dan Sinyal HP Berdampak pada Perkembangan Bayi

    By adm_imr18 Mei 20261 Views

    Pertarungan flagship 2026: Realme GT 6 vs OnePlus Ace 3?

    By adm_imr18 Mei 20263 Views

    Perbandingan Samsung Galaxy Z Fold6 dan Google Pixel Fold: Mana yang Lebih Unggul?

    By adm_imr17 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Profil Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR RI yang Tanggapi Penolakan Pemungutan Suara Ulang LCC SMAN 1 Pontianak

    18 Mei 2026

    Bukan Dipecat, Ini Sanksi Anggota DPRD Jember yang Merokok dan Main Game Saat Rapat

    18 Mei 2026

    Apa Perbedaan Cut Loss dan Stop Loss? Ini Penjelasan Lengkap!

    18 Mei 2026

    Bahroni, Penembak Intel Polda Lampung Tewas Dibunuh Saat Melawan

    18 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?