Profesi Ayah Josepha Alexandra yang Menarik Perhatian Publik
Josepha Alexandra, atau yang akrab dipanggil Ocha, adalah peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI asal SMAN 1 Pontianak. Ia menjadi sorotan setelah memprotes keputusan juri dalam final lomba tersebut. Keberaniannya dalam menyuarakan keadilan menarik perhatian publik, dan kini profesi ayahnya juga ikut menjadi perbincangan.
Ayah Ocha bernama Andre Kuncoro. Ia bekerja sebagai Staf Ahli Pertanian di Lembaga Gemawan. Sebelumnya, Andre juga pernah menjadi bagian dari PNPM Mandiri Pedesaan dan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Desa. Pengalamannya dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan pertanian membuatnya memiliki kontribusi signifikan dalam berbagai program pemerintah.
Keberanian Ocha Jadi Sorotan
Ocha viral usai memprotes keputusan juri dalam Final LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. Saat itu, ia dinyatakan salah oleh juri meski jawaban yang disampaikan sama dengan peserta lain yang mendapat poin. Peristiwa ini viral di media sosial hingga memunculkan simpati luas dari masyarakat.
Andre Kuncoro memberikan tanggapan terkait keberanian putrinya menyuarakan keadilan di depan publik. Ia mengatakan bahwa publik Indonesia tidak hanya dipertontonkan acara lomba, tapi bagaimana seorang anak kecil dengan gagah berani menyuarakan keadilan dan kebenaran.
Menurutnya, menang maupun kalah dalam perlombaan bukanlah hal utama selama proses kompetisi berjalan sportif. “Berkah yang luar biasa dan menjadi pelajaran bagi kita semua. Dalam lomba itu sportivitas harus dijunjung tinggi. Menang atau kalah itu biasa, yang penting prosesnya,” katanya.
Andre berharap keberanian Ocha bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tidak takut menyuarakan kebenaran. “Kebenaran tetap harus jadi kebenaran, dan keadilan harus tetap dijaga,” tambahnya.
Sosok Ocha di Mata Keluarga
Andre juga menceritakan sosok Ocha sebagai pribadi yang pendiam dan sangat gemar belajar. Menurutnya, putrinya lebih banyak menghabiskan waktu di kamar untuk belajar menggunakan laptop dibanding bermain di luar rumah.
“Ocha itu nggak banyak bicara. Dia lebih senang berada di kamar dengan dunianya sendiri, dengan laptopnya, belajar,” ujarnya.
Meski lebih senang belajar, Ocha ternyata aktif mengikuti kegiatan sosial. Andre menyebut putrinya rutin membantu membina anak-anak di kawasan Taman Catur Untan. Di sana, Ocha membantu kegiatan edukasi seperti mewarnai, melukis, hingga mengajarkan pelajaran kepada anak-anak kecil.
“Biasanya di Taman Catur itu, membina adik-adik kecil, mewarnai, melukis, lalu mengajarkan pelajaran juga,” ungkapnya.
Andre mengaku keluarga terkadang khawatir melihat kebiasaan belajar Ocha yang sangat intens. Namun, ia menilai putrinya memang menikmati proses tersebut.
“Ocha hobinya memang di depan laptop belajar. Kadang kami orang tua juga khawatir, ini anak nggak stres. Tapi memang dia suka,” katanya.
Beasiswa untuk Josepha Alexandra Janggal
TikToker Bima Yudho blak-blakan menyebut tawaran beasiswa ke China untuk Josepha Alexandra terkesan janggal. Beasiswa tersebut diberikan setelah Josepha viral karena berani memprotes keputusan juri saat final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI.
Diketahui, Josepha sebelumnya memprotes keputusan juri yang menyatakan jawaban timnya salah. Usai polemik itu viral, anggota MPR RI Rifqinizamy Karsayuda menawarkan beasiswa kuliah gratis ke China untuk Josepha. Ia juga menjanjikan pekerjaan bagi Josepha setelah lulus kuliah.
Namun, Bima Yudho mencium adanya kejanggalan dari tawaran tersebut. Ia bahkan menyarankan Josepha agar tidak langsung menerima beasiswa itu.
“Kalau kata gua hati-hati jangan langsung lu ambil atau jangan lu ambil,” katanya. Menurut Bima, tawaran beasiswa tersebut terkesan sebagai bagian dari upaya meredam polemik yang terjadi dalam LCC Empat Pilar MPR RI.
Alasan Juri LCC Tak Minta Maaf
Di tengah desakan publik agar dewan juri menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada peserta dan masyarakat, pihak MPR RI menegaskan bahwa permohonan maaf sebenarnya sudah disampaikan melalui jalur kelembagaan.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyatakan, permintaan maaf yang sebelumnya disampaikan oleh pimpinan serta Sekretariat Jenderal MPR RI telah mewakili seluruh unsur penyelenggara kegiatan, termasuk para juri. “Ya, di lembaga MPR kan sudah disampaikan oleh Sekjen. Salah satu pimpinan kita juga sudah menyampaikan permohonan maaf,” katanya.
Sekjen MPR: Juri Bagian dari Kesekretariatan
Penjelasan serupa juga disampaikan Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah. Ia mengatakan bahwa dewan juri merupakan bagian dari unsur kesekretariatan MPR, sehingga permohonan maaf yang telah diumumkan sebelumnya otomatis mencakup mereka.
“Jadi, memang tadi sempat dibahas, ya, juri ini adalah perwakilan dari kesekretariatan,” ujar Siti Fauziah. “Jadi, seperti rilis mungkin yang sudah disampaikan beberapa hari yang lalu, itu permohonan maaf dari kesekretariatan yang dalam arti kata saya menyampaikan permohonan maaf untuk kegiatan tersebut.”






