Kasus Perundungan Terhadap Anak: Status Perkara Naik ke Tahap Penyidikan
Kasus yang berawal dari laporan polisi oleh musisi Ahmad Dhani di Polda Metro Jaya kini mengalami perkembangan signifikan. Suami Mulan Jameela ini optimis bahwa sosok tersangka dalam kasus tersebut segera ditetapkan.
Kasus ini terkait dugaan eksploitasi dan perundungan terhadap anak. Dalam laporan tersebut, Ahmad Dhani bertindak sebagai pihak pelapor, sedangkan pihak terlapor adalah Psikolog Lita Gading. Sejak laporan diajukan pada Juli 2025, dugaan eksploitasi dan perundungan terhadap anak perempuan Ahmad Dhani itu kini naik ke tahap penyidikan.
Sebelumnya, Lita Gading selaku saksi terlapor sudah sempat diperiksa penyidik pada Selasa (12/5/2026). Usai pemeriksaan tersebut, Lita nampak tenang. Ia juga yakin tidak bersalah.
Ucapan Lita itu kini ditanggapi oleh kuasa hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahadian. Aldwin menyatakan bahwa seseorang yang dilaporkan dalam perkara pidana memang memiliki hak untuk menyangkal tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
“Kalau kemudian seseorang yang diduga melakukan tindak pidana menyangkal bahwa itu bukan kejahatan, bukan kemudian masuk unsur pidana, sah-sah saja, silakan,” ujar Aldwin, dikutip dalam YouTube Intens Investigasi, Kamis (14/5/2026).
Meski demikian, Aldwin menegaskan bahwa perkara tersebut kini telah naik ke tahap penyidikan. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa penyidik menemukan adanya unsur pidana dalam kasus tersebut.
“Tapi kenyataannya, perkara ini sudah naik sidik,” jelasnya.
Aldwin kemudian menjelaskan makna dari naiknya status perkara ke tahap penyidikan. Ia menyebut proses tersebut menandakan adanya perkembangan hukum dari tahap penyelidikan sebelumnya.
“Apa artinya? Dari penyelidikan sudah naik ke tingkat penyidikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Aldwin menilai peningkatan status perkara itu terjadi karena penyidik menemukan unsur pidana dalam laporan yang diajukan kliennya.
“Apa artinya itu? Bahwa di situ sudah ditemukan memang ada unsur pidana,” terangnya.
Tak berhenti di situ, Aldwin juga menyebut proses hukum masih akan terus berjalan ke tahapan berikutnya. Ia menilai penyidik nantinya akan mendalami pihak yang diduga bertanggung jawab dalam perkara tersebut.
“Untuk selanjutnya apa? Tahapan-tahapan berikutnya.”
“Tahapan berikutnya setelah diduga ditemukan unsur pidana, maka akan ada tersangka siapa yang melakukan tindak pidana,” pungkasnya.
Lita Gading Ngotot Tak Bersalah
Didampingi tim kuasa hukumnya, Lita mendatangi Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya dengan mengenakan pakaian serba hitam. Kuasa hukum Lita Gading, Noverianus Samosir menyebut kedatangan wanita kelahiran 10 September 1975 itu, guna memberikan klarifikasi sebagai saksi terlapor.
“Hari ini tanggal 12 Mei, Mbak Lita Gading hanya diperiksa sebagai saksi,” kata Noverianus, dikutip dari YouTube Hype, Selasa (12/5/2026).
Meski begitu, Lita Gading kekeh merasa tidak bersalah dan hanya berniat memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Jadi gini klien kita kan tidak merasa bersalah gitu. Kenapa dikatakan seperti itu? Klien kita ini mengedukasi ada suatu tindakan yang ada di IG atau TikTok tersebut,” ujar Noverianus.
“Sebenarnya Lita Gading ini adalah pelindung anak itu. Itu yang harus kita pahami di situ. Nah, disimpulkan berbeda,” tuturnya.
Dalam penjelasannya, Lita mengeklaim, tidak memiliki niat untuk melakukan perundungan terhadap SA. CEO dari Lita Gading Consultant ini justru merasa perlu muncul karena melihat banyaknya komentar negatif dari netizen yang menyerang SA.
Ia menyebut, perannya adalah sebagai penengah yang memberikan pandangan secara keilmuan psikologi.
“Karena di dalam postingan saya itu banyak yang menghujat dia gitu. Yang menghujat itu bukan saya tapi netizen,” terang Lita.
Alasan Ahmad Dhani Polisikan Lita Gading
Bulan Juli 2025 lalu, konflik antara Lita Gading dan Ahmad Dhani pecah. Setelah menggelar resepsi pernikahan mewah putra sulungnya, Al Ghazali, Ahmad Dhani pun langsung menyambangi Polda Metro Jaya guna melaporkan dugaan perundungan alias bullying Lita Gading terhadap SA.
Adapun isi konten Lita Gading yang dilaporkan Ahmad Dhani sebagai berikut:
Sang psikolog menyinggung soal aksi Ahmad Dhani yang mengunggah video kompilasi dengan judul Ghibah dan Fitnah Maia Estianty. Lewat kontennya itu, Lita mengingatkan Dhani agar tak melakukan hal tersebut karena bisa berdampak pada kondisi psikis SA yang masih berusia 14 tahun.
“Lagi ramai soal Ahmad Dhani katanya dia bikin satu kompilasi tentang keburukannya atau fitnahnya bunda Maia. Seharusnya kalau boleh saran Dhani, menurut saya gak usah lah kalian seperti itu masa lalu biarlah berlalu, mau kalian bersihkan seperti apa pun kondisi kalian itu sudah tercatat di seluruh jejak digital,” kata Lita Gading dalam unggahannya di media sosial.
“Jadi kalau kalian memang tujuannya membersihkan ini untuk anak anda itu justru melukai banyak pada diri anak anda sendiri, secara tidak langsung itu tertanam di dalam diri SA tentang apa benar pertanyaan-pertanyaan. Anak ini sudah di sah kan oleh diri kalian sendiri. Justru kalian itu menaruh lubang di dalam hati anak tersebut.”
“Jadi kalau menurut saya sayangi anak anda jangan seperti ini. Kalau kalian sayang sama anakmu terutama anakmu yang perempuan ini akan membekas sampai kapan pun, sanksi sosial kuat sekali karena anda publik figur,” pungkasnya.
Ahmad Dhani Beri Pengertian untuk Safeea
Musisi Ahmad Dhani mengakui Safeea putrinya mengalami tekanan batin, akibat dibully di media sosial. Dhani tak menampik kalau putrinya sering kali jadi sasaran empuk warganet yang membully dengan komentar pedas, ditambah dengan pernyataan yang dianggap hoaks dari Lita Gading.
Demi menjaga mental dan psikis putrinya, suami Mulan Jameela itu memberikan edukasi agar sang anak tetap kokoh dan mampu menghadapi nyinyiran warganet.
“Saya harus memberikan pengertian tentang kehidupan yang memang sudah terlanjur ‘normal’ ini. Di mana hoaks dianggap sebagai sesuatu yang normal,” kata Ahmad Dhani di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (13/5/2026).
“Saya beri tahu putri saya bahwa orang jahat ternyata ada di mana-mana,” sambungnya.
Pentolan grup band Dewa 19 ini juga memperkenalkan istilah khusus kepada putrinya, yang ia sematkan bagi para pembenci (haters) di media sosial, yakni ‘Deterjen 78’.
Menurut mantan suami Maia Estianty ini, kelompok ini adalah orang-orang yang tidak memiliki adab dan gemar melakukan pelanggaran hukum, termasuk membully anak di bawah umur.
“Deterjen 78 itu orang-orang yang berpotensi melakukan pelanggaran hukum. Menyebarkan hoaks, menciptakan karya hoaks, mencomot berita lalu diberi judul provokatif, itu semua Deterjen 78. Saya kasih tahu Feea, mereka itu penjahat di dunia maya,” jelasnya.






