Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Kepala Siswa SMP Singkawang Pecah Akibat Perkelahian Game

    25 Mei 2026

    Pesan Mengharukan Risto Mitrevski! Rahasia Persebaya Surabaya Tak Kebobolan 6 Laga Terungkap

    25 Mei 2026

    Haji: Momentum Menghargai Perbedaan

    25 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 25 Mei 2026
    Trending
    • Kepala Siswa SMP Singkawang Pecah Akibat Perkelahian Game
    • Pesan Mengharukan Risto Mitrevski! Rahasia Persebaya Surabaya Tak Kebobolan 6 Laga Terungkap
    • Haji: Momentum Menghargai Perbedaan
    • Penyebaran HIV/AIDS di Kupang, IRT Jadi Penderita Terbanyak Kedua
    • 5 Kuliner Legendaris Boyolali, Rasa Enak Harga Terjangkau
    • Menjelajah dan Berkisah: Perjalanan Ima sebagai Content Creator Travel
    • Seni Menikmati Kesendirian: 9 Kebiasaan yang Membuat Sendiri Terasa Bebas
    • Aliansi Baru Ubah Peta Politik Timur Tengah
    • Rakernis Lalu Lintas 2026 di Auditorium Mutiara PTIK
    • Chery meluas ke Palembang tawarkan mobil listrik dan hybrid hemat bahan bakar
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Aliansi Baru Ubah Peta Politik Timur Tengah

    Aliansi Baru Ubah Peta Politik Timur Tengah

    adm_imradm_imr25 Mei 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kedekatan UEA dan Israel serta Aliansi Baru di Timur Tengah

    Kemajuan hubungan antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel terus berlanjut, sementara Arab Saudi memperkuat ikatan militer dengan Mesir, Turki, dan Pakistan. Perubahan ini menandai pergeseran besar dalam dinamika politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah.

    Pekan ini muncul laporan bahwa Israel dan UEA sedang membentuk dana pertahanan bersama yang memungkinkan kedua negara membeli persenjataan secara kolektif. Laporan tersebut pertama kali dipublikasikan oleh media Middle East Eye dan mengutip dua pejabat Amerika Serikat tanpa menyebutkan identitas mereka. Hingga saat ini, pihak UEA dan Israel belum memberikan konfirmasi resmi atas laporan tersebut.

    Kesepakatan ini disebut tercapai selama kunjungan rahasia Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke UEA. Ia sendiri mengumumkan lawatan tersebut pada malam 13 Mei. Namun, beberapa jam kemudian, pemerintah UEA membantah adanya kunjungan itu.

    Sehari sebelumnya, Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel Mike Huckabee mengungkapkan dalam sebuah acara di Tel Aviv bahwa Israel telah meminjamkan sistem pertahanan udara kepada UEA untuk membantu menghadapi ancaman dari Iran.

    Timur Tengah Memasuki Babak Baru

    Rangkaian peristiwa ini—termasuk keputusan UEA keluar dari OPEC pada akhir April setelah 59 tahun menjadi anggota—memicu gelombang analisis mengenai perubahan besar di Timur Tengah.

    “Orde lama di Teluk yang telah bertahan selama puluhan tahun mulai memudar, dan tatanan baru sedang terbentuk,” tulis Cinzia Bianco, peneliti tamu di European Council on Foreign Relations, dalam komentarnya pertengahan Mei.

    Mantan Duta Besar Korea Selatan untuk Israel, Ma Young-sam, bahkan menyebut situasi ini sebagai lahirnya “tatanan Timur Tengah baru”.

    Marcus Schneider dari Friedrich Ebert Foundation di Lebanon menggambarkan kemunculan dua blok utama di kawasan. Blok pertama berbentuk “heksagon”, terdiri dari UEA dan Israel. Blok kedua disebut “berlian Sunni”, yang mencakup Arab Saudi, Pakistan, Turki, dan Mesir.

    Menurut Schneider, Israel dan UEA sama-sama menjalankan politik “disrupsi” demi membentuk ulang Timur Tengah dan kawasan sekitarnya. Netanyahu berulang kali menyatakan Israel tengah “mengubah wajah Timur Tengah”, termasuk setelah serangan gabungan Israel-AS ke Iran awal Maret lalu.

    UEA juga disebut memiliki ambisi serupa. Abu Dhabi ingin membangun jaringan pengaruh geopolitik dan geoekonomi baru yang berpusat pada dirinya.

    Namun hubungan itu tidak semata ideologis. “Bagi UEA, Israel menawarkan sumber daya, jaringan, kemampuan pertahanan, teknologi, dan pengaruh global,” tulis Bianco.

    Saudi Memilih Jalur Berbeda

    Sementara itu, kelompok “berlian Sunni” mengambil pendekatan berbeda. Menurut Schneider, Arab Saudi kini lebih mengutamakan stabilitas demi menjaga target ekonominya.

    “Pendekatannya lebih transaksional,” katanya kepada DW. “Mereka punya kepentingan bersama untuk berhubungan dengan Iran karena merekalah yang paling terdampak konflik. Pada saat yang sama, mereka juga ingin menahan cara berpikir Israel yang merasa bisa membombardir apa pun, di mana pun, kapan pun.”

    Kekhawatiran Saudi terhadap Israel tercermin dalam artikel opini Pangeran Turki al-Faisal, mantan kepala intelijen Saudi, di surat kabar Asharq Al-Awsat. Tulisan itu dipandang mewakili pandangan pemerintah Riyadh.

    “Jika rencana Israel memicu perang antara kami dan Iran berhasil, kawasan ini akan tenggelam dalam kehancuran,” tulis al-Faisal. “Israel akan berhasil memaksakan kehendaknya dan menjadi satu-satunya kekuatan dominan di kawasan.”

    Retakan di Teluk Kembali Muncul

    Sebelum perang Iran meletus, ketegangan sebenarnya sudah terlihat antara UEA dan Arab Saudi, terutama terkait konflik Yaman.

    Kristian Coates Ulrichsen dari Baker Institute for Public Policy menilai perbedaan itu mencerminkan visi kawasan yang semakin bertolak belakang.

    “Arab Saudi tidak lagi tertarik pada petualangan militer, berbeda dengan Abu Dhabi yang dianggap masih nyaman mengambil risiko dan mendukung kelompok bersenjata non-negara,” ujarnya kepada DW awal tahun ini.

    Saat perang Iran pecah, negara-negara Teluk sempat menunjukkan persatuan. Namun kini, ketika satu negara mempererat hubungan dengan Israel sementara yang lain melihat Israel sebagai ancaman, perpecahan kembali terlihat.

    “Saudi dan Emirat bergerak ke arah yang berlawanan,” kata Schneider.

    Tidak Ada Aliansi Permanen

    Meski demikian, banyak analis menilai terlalu sederhana jika melihat situasi ini sebagai soal “memilih kubu”. Menurut mereka, hubungan di Timur Tengah saat ini jauh lebih cair dibanding era Perang Dingin.

    “Kita hidup di era yang disebut sebagai ‘promiskuitas geopolitik’,” ujar Schneider. “Aliansi sekarang tidak lagi kaku.”

    Profesor pembangunan ekonomi dari Universitas Duisburg-Essen, Ibrahim Öztürk, menilai negara-negara Teluk sebenarnya sedang berusaha bertahan di tengah situasi yang sangat tidak stabil.

    “Alih-alih memilih pihak, mereka sedang berebut mencari cara bertahan di lingkungan yang sangat volatil,” katanya.

    Öztürk juga meragukan kedua blok tersebut dapat bertahan lama. Koalisi Sunni, menurutnya, sulit dipertahankan karena perbedaan struktur politik, ekonomi, hingga ketergantungan terhadap kekuatan besar seperti Cina dan Amerika Serikat.

    Aliansi UEA-Israel pun dinilai memiliki kelemahan. Rachel Bronson dari Chicago Council on Global Affairs mencatat bahwa keduanya tetap merupakan negara kecil yang menghadapi kekuatan besar lain seperti Turki, Pakistan, dan Arab Saudi.

    “UEA memang memiliki dana kekayaan negara lebih dari US$1 triliun. Tapi kekayaan tidak sama dengan kedalaman strategis,” tulis Bronson.

    Schneider bahkan melihat kontradiksi internal di UEA sendiri. Abu Dhabi, katanya, ingin tampil seperti Sparta—militeristik dan agresif. Sementara Dubai lebih ingin menjadi “Swiss di Timur Tengah”, pusat stabilitas, bisnis, dan keuangan regional.

    “Masalahnya, sulit menjadi keduanya sekaligus,” ujarnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Ketika Dunia Berlari Menuju ‘Hukum Rimba’

    By adm_imr25 Mei 20260 Views

    Utusan Pakistan Kembali ke Teheran Bawa Pesan AS Usai Iran Ancam Pakai Senjata Baru

    By adm_imr24 Mei 20261 Views

    Setelah Ditahan Israel, 9 WNI Relawan Gaza Kembali ke Indonesia Minggu Ini

    By adm_imr24 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Kepala Siswa SMP Singkawang Pecah Akibat Perkelahian Game

    25 Mei 2026

    Pesan Mengharukan Risto Mitrevski! Rahasia Persebaya Surabaya Tak Kebobolan 6 Laga Terungkap

    25 Mei 2026

    Haji: Momentum Menghargai Perbedaan

    25 Mei 2026

    Penyebaran HIV/AIDS di Kupang, IRT Jadi Penderita Terbanyak Kedua

    25 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?