Panduan Lengkap Bacaan Doa Berkurban Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW
Ibadah kurban merupakan salah satu bentuk ibadah yang memiliki makna penting dalam agama Islam. Hukumnya adalah sunah muakkad, yaitu sunah yang ditekankan dan sangat dianjurkan untuk dilakukan. Nabi Muhammad SAW tidak pernah meninggalkan ibadah ini sejak disyariatkannya hingga Beliau wafat. Dengan demikian, para umat Muslim diwajibkan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan kurban.
Jenis Hewan Kurban yang Diperbolehkan
Hewan kurban hanya boleh berasal dari kategori Bahiimatul Al-An’aam, yakni unta, sapi, atau kambing. Jika seseorang berkurban dengan jenis hewan lain yang lebih mahal daripada jenis ternak tersebut, maka kurbannya tidak sah. Hal ini menunjukkan bahwa pilihan hewan harus sesuai dengan ketentuan syariat.
Berkurban dengan seekor kambing atau domba diperuntukkan untuk satu orang. Sedangkan unta, sapi, dan kerbau diperuntukkan untuk tujuh orang. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jumlah orang yang akan berpartisipasi dalam kurban agar pemilihan hewan sesuai dengan aturan.
Kriteria Hewan Kurban
Ketentuan dalam membeli hewan kurban adalah harus sehat dan tidak cacat sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Nabi Muhammad SAW memberikan teladan yang jelas dalam pelaksanaan kurban, termasuk bacaan doa berkurban Idul Adha yang sesuai syariat. Doa ini tidak boleh diabaikan karena merupakan bagian dari sunnah yang mengiringi ibadah kurban.
Doa yang biasa dibaca oleh Rasulullah SAW ketika menyembelih hewan kurban adalah:
Bismillahi Allahu Akbar, Allahumma hadza minka wa laka
Artinya: “Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, (hewan kurban) ini dari-Mu dan untuk-Mu.”
Doa ini menjadi inti dari doa berkurban Idul Adha, yang menunjukkan bahwa seluruh proses kurban dilakukan atas nama dan untuk mencari keridaan Allah semata. Nabi Muhammad SAW selalu membaca doa ini setiap kali menyembelih kurban sebagai bentuk keteladanan yang wajib diikuti oleh umatnya.
Waktu dan Tempat yang Disunahkan
Membaca doa berkurban Idul Adha sebelum penyembelihan bukan hanya sunnah, tapi juga bagian dari keabsahan penyembelihan hewan. Jika tidak menyebut nama Allah, maka daging tersebut bisa menjadi tidak halal untuk dikonsumsi, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-An’am ayat 121.
Waktu terbaik untuk membaca doa berkurban Idul Adha adalah ketika hewan akan disembelih, tepat sebelum menggoreskan pisau ke leher hewan. Pada momen ini, penyembelih mengangkat niat kurban dalam hati dan melafalkan doa secara lisan.
Selain waktu, posisi dan sikap saat menyembelih juga menjadi bagian dari adab. Hewan disembelih dalam posisi menghadap kiblat, dan penyembelih membaca doa berkurban Idul Adha dengan suara yang jelas, penuh penghayatan. Penting juga untuk memastikan bahwa pisau yang digunakan tajam dan hewan tidak disiksa sebelum penyembelihan.
Ketentuan Waktu Penyembelihan
Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu menyatakan bahwa waktu utama menyembelih hewan kurban adalah hari pertama sebelum matahari tergelincir (sebelum Zuhur), karena hal itu sunah. Dengan demikian, waktu yang paling utama menyembelih hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha adalah setelah salat Idul Adha hingga sebelum masuk waktu Zuhur.
Lantas, kapan batas waktu menyembelih hewan kurban? Penyembelihan hewan kurban harus dilaksanakan pada waktu yang disyaratkan, yakni pada Hari Raya Idul Adha dan hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah). Tidak ada perbedaan waktu siang atau malam, baik siang dan malam sama-sama diperbolehkan. Namun, para ulama sepakat penyembelihan hewan kurban tidak boleh dilakukan sebelum terbitnya fajar di Hari Raya Idul Adha.
Tempat yang disunahkan digunakan untuk menyembelih hewan kurban adalah tanah lapang tempat salat Idul Adha diselenggarakan. Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menyembelih kambing dan unta (kurban) di lapangan tempat salat. Namun, juga diperbolehkan untuk menyembelih hewan kurban di tempat manapun yang disukai, baik di rumah sendiri maupun di tempat lain.






