Penutup Musim yang Penuh Perasaan bagi Dalberto di Arema FC
Dalberto, penyerang Arema FC, menutup kompetisi Super League 2025/2026 dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, ia merasa puas karena mampu melampaui pencapaian individu dibanding musim lalu. Namun di sisi lain, ia masih menyimpan harapan untuk membawa Singo Edan finis di papan atas klasemen akhir.
Perasaan ini disampaikan oleh Dalberto setelah Arema FC menjalani laga terakhir musim ini menghadapi PSIM Yogyakarta pada Jumat (22/5/2026). Ia mengaku bahwa musim ini menjadi salah satu periode yang membahagiakan dalam kariernya bersama Arema FC.
Pencapaian yang Mengesankan
Selain mampu mencatat kontribusi lebih baik dibandingkan musim sebelumnya, Dalberto juga merasa pencapaiannya tidak lepas dari dukungan tim dan seluruh elemen klub. “Musim ini saya berhasil melampaui angka-angka musim lalu,” ujarnya. “Saya sangat senang dengan dua musim yang saya jalani di sini bersama Arema.”
Dalberto cukup bersinar saat membela Arema FC pasca didatangkan dari Madura United pada musim 2024-2025 kemarin. Selama dua musim membela Arema FC, ia mampu menunjukkan penampilan yang cukup impresif. Total 34 gol dari 61 penampilannya selama dua musim membela Arema FC di kompetisi Super League.
Pada musim pertamanya, Dalberto mampu menciptakan 15 gol, termasuk membawa Singo Edan meraih gelar Piala Presiden 2024. Lalu di musim keduanya atau tepatnya pada musim ini, ia telah mengemas 19 gol dari 28 penampilan. Statistik tersebut menunjukkan bahwa Dalberto semakin matang di usianya yang telah menginjak kepala tiga.
Dukungan Tim sebagai Faktor Penting
Bagi Dalberto, peningkatan catatan individu bukan semata hasil kerja pribadi. Dukungan manajemen, rekan setim, hingga staf pelatih menjadi faktor penting di balik performanya sepanjang musim. “Saya ingin berterima kasih kepada manajemen Arema, rekan-rekan setim, dan staf pelatih. Sendirian saya tidak akan bisa meraih catatan individu yang telah saya capai,” ungkapnya.
Meski puas dengan performa personal, Dalberto tak menampik masih ada rasa kurang karena Arema FC belum mampu mencapai posisi yang diharapkannya di klasemen akhir. Ia masih berharap ingin bisa membawa Arema FC bersaing di papan atas kompetisi Super League. “Saya ingin sekali bisa meraih posisi atas bersama Arema, tetapi itu bagian dari sepak bola. Kami tidak bisa memenangkan semuanya,” ucapnya.
Kedekatan Emosional dengan Kota Malang
Yang menarik, Dalberto tak hanya berbicara soal performa di atas lapangan. Ia mengungkap kedekatan emosionalnya dengan Kota Malang yang menurutnya menjadi kota spesial dalam perjalanan hidup dan kariernya. Sejak pertama datang ke Arema FC, Dalberto mengaku langsung merasakan besarnya nama klub dan loyalitas basis suporter Aremania yang dimiliki Singo Edan. Hal itu menjadi motivasi tersendiri baginya untuk terus bekerja keras dalam setiap pertandingan.
“Ketika saya tiba di Malang, saya melihat basis suporter yang dimiliki klub ini. Saya memahami apa itu Arema, dan hal itu memotivasi saya untuk bekerja setiap hari, baik menang maupun kalah,” ungkapnya.
Bagi Dalberto, Malang bukan sekadar tempat berkarier. Kota ini memiliki makna yang lebih personal bagi keluarganya. “Di kota ini Tuhan menitipkan putri saya. Jadi saya hidup dengan sangat intens di kota ini, di klub ini. Saya sangat bahagia atas semua yang terjadi di tempat ini,” ujarnya.
Masa Depan yang Masih Abu-abu
Meski demikian, masa depan Dalberto dengan Arema FC masih abu-abu. Kontraknya bersama tim Singo Edan telah berakhir, seiring dengan berakhir musim kompetisi Super League 2025/2026. Dalberto mengaku kalau dirinya belum berbicara dengan manajemen Arema FC perihal masa depan dirinya. Ia hanya bilang, kalau dirinya akan pulang dulu ke Brasil dan beristirahat setelah menjalani musim yang panjang di kompetisi Super League musim ini.
“Musim depan saya masih belum tahu. Karena manajemen belum berbicara dengan saya dan belum memanggil saya untuk mengobrol. Sekarang saya akan pulang ke rumah, saya akan beristirahat, dan mari kita lihat apa yang akan terjadi di musim depan. Oke,” tandasnya.







