Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Breaking news: Kebakaran ruko di Simokerto Surabaya, lansia tak tertolong, suami menangis pilu

    4 Juni 2026

    Muhammadiyah Malang Sembelih 11 Sapi dan 5 Kambing dalam Haji Pertama Sejak Regulasi Baru

    4 Juni 2026

    Produser Pesta Babi Kehilangan Komunikasi dengan Mama Yasinta

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 4 Juni 2026
    Trending
    • Breaking news: Kebakaran ruko di Simokerto Surabaya, lansia tak tertolong, suami menangis pilu
    • Muhammadiyah Malang Sembelih 11 Sapi dan 5 Kambing dalam Haji Pertama Sejak Regulasi Baru
    • Produser Pesta Babi Kehilangan Komunikasi dengan Mama Yasinta
    • Kisah Alia yang Melarikan Diri dengan Taksi untuk Menghindari Pernikahan Dipaksa
    • Kesaksian CD Aspri YouTuber RA Usai Isap Gas Maut: Tunduk dan Tutup Mata
    • Cara Cepat Deteksi Kehamilan dengan Sentuhan Perut
    • Kampanye Frisian Flag ajak keluarga Indonesia hidup sehat
    • 11 Trik Cerdas untuk Mengatur Keuangan yang Aman dan Hemat
    • Kapan Waktu Terbaik Beli Tiket Pesawat? Ini Hal yang Harus Dihindari
    • 5 Saran Dino Patti Djalal untuk Kunjungan Prabowo ke Luar Negeri, Zoom hingga Formula 1+8
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»AS dan Iran Sepakat Baru: Selat Hormuz Lebih Lancar, Isu Nuklir Masih Rumit

    AS dan Iran Sepakat Baru: Selat Hormuz Lebih Lancar, Isu Nuklir Masih Rumit

    adm_imradm_imr4 Juni 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perdamaian Sementara antara AS dan Iran

    Negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memunculkan harapan baru di tengah konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan. Kedua negara dilaporkan mencapai kesepakatan sementara untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari, Kamis (28/5/2026). Kesepakatan tersebut dinilai penting karena bukan hanya menahan eskalasi perang, tetapi juga membuka peluang dimulainya kembali pembicaraan terkait program nuklir Iran.

    Informasi itu disampaikan seorang pejabat AS yang mengetahui jalannya negosiasi. Meski demikian, pemerintah Iran belum memberikan konfirmasi resmi mengenai isi maupun keberadaan kesepakatan tersebut. Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance membenarkan adanya memorandum sementara yang sedang dibahas kedua pihak. Namun, Vance menegaskan bahwa keputusan akhir masih berada di tangan Presiden Donald Trump.

    “Sulit untuk mengatakan secara pasti kapan atau apakah presiden akan menandatanganinya,” kata Vance dikutip dari AP News, Jumat (29/5/2026). Menurut Vance, negosiator dari kedua negara masih membahas sejumlah detail bahasa dalam draf perjanjian tersebut. Situasi ini menunjukkan bahwa proses diplomasi masih berlangsung dinamis dan belum sepenuhnya final.

    Gencatan Senjata Masih Rapuh

    Kesepakatan sementara itu muncul di tengah kondisi gencatan senjata yang mulai menunjukkan tanda-tanda ketegangan baru. Dalam perkembangan terbaru, Kuwait dilaporkan mencegat rudal yang ditembakkan dari Iran, menurut Komando Pusat AS. Insiden tersebut terjadi kurang dari sehari sebelum memorandum disepakati. Meski Washington dan Teheran saling menuding melakukan pelanggaran, keduanya belum kembali terlibat dalam perang terbuka berskala penuh.

    Pemerintah AS juga memastikan jalur komunikasi diplomatik masih berjalan. Vance menggambarkan situasi di lapangan sebagai kondisi yang belum sepenuhnya stabil, tetapi masih bisa dikendalikan. “Gencatan senjata selalu sedikit berantakan,” kata Vance. Namun, ia menilai situasi tersebut masih “sangat terkendali”. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa kedua negara tampaknya masih berupaya menahan diri agar konflik tidak kembali meluas.

    Selat Hormuz Jadi Poin Krusial Kesepakatan

    Salah satu poin paling penting dalam memorandum sementara itu berkaitan dengan Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi pusat distribusi energi dunia. Pejabat AS menyebut kesepakatan tersebut menegaskan Iran tidak dapat mengenakan bea masuk terhadap kapal yang melintas di kawasan itu. Selain itu, Iran juga diwajibkan membersihkan seluruh ranjau di Selat Hormuz dalam waktu 30 hari.

    Pejabat tersebut memberikan keterangan dengan syarat anonim karena tidak memiliki kewenangan berbicara secara terbuka kepada media. Selama perang berlangsung, Iran disebut secara efektif menutup akses Selat Hormuz. Padahal, jalur tersebut menjadi lintasan bagi sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam dunia. Penutupan jalur strategis itu memicu kekhawatiran global karena berdampak langsung terhadap distribusi energi internasional.

    Harga Minyak Dunia Berpotensi Turun

    Ketegangan di Selat Hormuz sebelumnya sempat membuat harga minyak dunia melonjak tajam. Kondisi itu dipicu menurunnya jumlah kapal yang melintas selama konflik berlangsung. Sebelum perang terjadi, lebih dari 100 kapal per hari tercatat melewati kawasan tersebut. Namun dalam beberapa hari terakhir, jumlahnya turun drastis menjadi sekitar dua lusin kapal per hari.

    Iran diketahui masih mengizinkan sebagian kapal komersial melintas. Akan tetapi, Republik Islam Iran juga disebut memberlakukan bea masuk terhadap sejumlah kapal yang melewati wilayah tersebut. Di tengah situasi itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperkirakan harga minyak dunia bisa turun dengan cepat apabila kesepakatan berhasil disahkan sepenuhnya.

    Sebelumnya, Iran juga membentuk badan pengawas resmi di kawasan Selat Hormuz pada awal bulan ini. Langkah tersebut kemudian memicu putaran baru sanksi dari pemerintah AS pada pekan ini. Perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari dinilai menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk menghindari konflik berkepanjangan. Selain mengurangi risiko perang terbuka, kesepakatan ini juga membuka ruang negosiasi baru terkait isu nuklir Iran yang selama ini menjadi sumber ketegangan utama dengan Washington.

    Meski belum sepenuhnya final, arah diplomasi AS dan Iran menunjukkan bahwa kedua pihak tampaknya mulai mempertimbangkan stabilitas ekonomi global, terutama terkait pasokan energi dunia. Jika kesepakatan benar-benar disahkan, dampaknya tidak hanya dirasakan di kawasan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi memengaruhi harga energi dan kondisi ekonomi internasional dalam beberapa pekan ke depan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    5 Saran Dino Patti Djalal untuk Kunjungan Prabowo ke Luar Negeri, Zoom hingga Formula 1+8

    By adm_imr4 Juni 20261 Views

    Mengapa Trump Dikritik Pemimpin Muslim Terkait Normalisasi dengan Israel?

    By adm_imr3 Juni 20261 Views

    Langkah Perlahan, Trump Percaya Iran Menyerah pada AS

    By adm_imr3 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Breaking news: Kebakaran ruko di Simokerto Surabaya, lansia tak tertolong, suami menangis pilu

    4 Juni 2026

    Muhammadiyah Malang Sembelih 11 Sapi dan 5 Kambing dalam Haji Pertama Sejak Regulasi Baru

    4 Juni 2026

    Produser Pesta Babi Kehilangan Komunikasi dengan Mama Yasinta

    4 Juni 2026

    Kisah Alia yang Melarikan Diri dengan Taksi untuk Menghindari Pernikahan Dipaksa

    4 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?