Timnas Iran Berangkat ke Meksiko untuk Persiapan Piala Dunia 2026
Tim nasional sepak bola Iran telah berangkat dari Turki menuju markas latihan mereka di Meksiko, guna mempersiapkan diri menghadapi Piala Dunia 2026. Namun, sejumlah staf dan pejabat federasi masih belum memperoleh visa Amerika Serikat, yang menjadi kendala utama dalam persiapan tim.
Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) menuduh pihak Amerika Serikat melakukan diskriminasi terhadap anggota manajerial dan administratif tim. Mereka berencana membawa masalah ini ke FIFA untuk mencari solusi. Sementara itu, pemain dan pelatih telah berhasil mendapatkan visa, sehingga dapat ikut serta dalam persiapan turnamen.
Iran telah menetapkan daftar 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Salah satu nama yang masuk adalah Mehdi Taremi, sementara Sardar Azmoun tidak termasuk dalam skuad. Hal ini diduga terkait dengan unggahan media sosial Azmoun yang memicu kemarahan otoritas Iran selama konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Masalah Visa Menjadi Kendala
Beberapa anggota rombongan tim Iran dilaporkan masih belum memiliki visa AS, meskipun tiga pertandingan fase grup akan digelar di Amerika Serikat. Warga negara Iran wajib memiliki visa untuk masuk ke AS, seperti halnya dengan Indonesia. Sekretaris Jenderal FFIRI, Hedayat Mombeini, dan wakil presidennya, Mehdi Mohammad Nabi, termasuk di antara 14 staf dan pejabat yang belum memperoleh visa. Belum jelas apakah Presiden FFIRI, Mehdi Taj, telah memperoleh visa.
Masalah dalam pemrosesan visa sebelumnya menyebabkan Iran memindahkan basis pelatihannya dari Tucson, Arizona, ke Tijuana, Meksiko. FFIRI menuduh AS melakukan tindakan balas dendam dengan menolak visa bagi anggota manajerial dan administratif utama tim. Mereka menyatakan bahwa keputusan tersebut secara efektif telah menolak kesempatan bagi tim nasional Iran untuk mendapatkan lapangan bermain yang setara dan kompetisi yang bebas dari diskriminasi.
Tanggapan dari Kedutaan Besar Iran
Kedutaan Besar Iran di Ankara menanggapi unggahan media sosial Duta Besar AS, Tom Barrack, yang sebelumnya mengucapkan selamat kepada staf kedutaan atas pemrosesan visa tim Iran. Iran menyatakan bahwa perilaku yang melanggar peraturan FIFA dan kewajiban Amerika Serikat sebagai tuan rumah tidak bisa ditutupi hanya dengan memuji diri sendiri. Mereka menilai ini sebagai bentuk campur tangan yang paling buruk dan bias secara politik dalam olahraga.
Seorang pejabat AS sebelumnya mengatakan kepada Associated Press bahwa seluruh pemain tim Iran telah disetujui untuk memperoleh visa. Pejabat ketiga menyatakan bahwa beberapa pemohon visa yang berafiliasi dengan tim tersebut ditolak karena mengajukan visa dengan alasan yang tidak sesuai.
Persiapan Tim di Turki
Tim Iran telah mempersiapkan diri untuk Piala Dunia melalui kamp pelatihan di Antalya, Turki. Mereka juga telah menerima visa dari Kedutaan Besar Meksiko di Ankara. Para pemain, yang mengenakan blazer biru di atas kaus putih, meninggalkan Hotel Mardan Palace di Antalya pada Sabtu sore. Mereka menaiki jet pribadi di bandara kota tersebut dan dijadwalkan terbang langsung ke Meksiko.
Iran akan memainkan dua pertandingan pertamanya di Inglewood, California, melawan Selandia Baru pada 15 Juni. Mereka kemudian menghadapi Belgia enam hari berselang sebelum menuju Seattle untuk melawan Mesir pada 26 Juni. Iran dan AS berpotensi bertemu pada babak 32 besar pada 3 Juli di Arlington, Texas, jika kedua tim finis sebagai runner-up grup masing-masing.
Penolakan Terhadap Pernyataan Trump
Pada Maret lalu, Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan bahwa Iran tidak seharusnya berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026. Ia mengatakan, tidak menganggap hal itu “pantas” dan menyuarakan kekhawatiran mengenai “nyawa dan keselamatan” para pemain. Sehari kemudian, tim nasional Iran menolak pernyataan tersebut dengan menegaskan bahwa tidak ada pihak yang dapat mengecualikan mereka dari turnamen.
Pada satu kesempatan, Iran bahkan mencoba memindahkan pertandingan fase grupnya dari AS ke Meksiko. Presiden FIFA, Gianni Infantino, berulang kali menegaskan bahwa Iran akan tetap berpartisipasi. Pada 30 April di Vancouver, Kanada, saat berpidato dalam Kongres FIFA yang dihadiri perwakilan dari lebih dari 200 negara, Infantino membuka pidatonya dengan mengonfirmasi bahwa Iran akan tampil di Piala Dunia FIFA 2026.
Daftar Pemain Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Pada 1 Juni 2026, Iran telah menetapkan daftar 26 pemain untuk Piala Dunia yang akan digelar di Amerika Serikat. Sebanyak 17 pemain berasal dari kompetisi domestik yang klubnya belum bermain sejak Februari akibat konflik regional di Timur Tengah. Mengutip Associated Press, penyerang bintang Mehdi Taremi, yang bermain untuk Olympiakos di Yunani, termasuk di antara sembilan pemain yang berkarier di luar negeri.
Namun, rekan duetnya di Piala Dunia 2022, Sardar Azmoun, tidak masuk dalam skuad. Azmoun dicoret dari skuad asuhan Amir Ghalenoei pada Maret lalu, diduga unggahan media sosialnya yang memicu kemarahan otoritas Iran selama perang yang berlangsung dengan Amerika Serikat dan Israel.
Rekan setim Azmoun di klub Dubai Shabab Al-Ahli, Saeid Ezatolahi, justru terpilih masuk skuad. Iran memiliki lima pemain yang bermain di klub Uni Emirat Arab, dua pemain di Belgia, satu pemain di Yunani, dan satu pemain di Rusia. Dennis Dargahi yang bermain di Belgia, dalam daftar resmi skuad tercatat dengan nama Dennis Eckert Ayensa sebagaimana tercantum di klubnya, Standard Liege.
Berikut daftar lengkap pemain Timnas Iran:
Kiper:
Alireza Beiranvand (Traktor), Hossein Hosseini (Sepahan), Payam Niazmand (Persepolis).
Bek:
Danial Eiri (Malavan), Ehsan Hajsafi (Sepahan), Saleh Hardani (Esteghlal), Hossein Kanaani (Persepolis), Shoja Khalilzadeh (Traktor), Milad Mohammadi (Persepolis), Ali Nemati (Foolad), Ramin Rezaeian (Foolad).
Gelandang:
Rouzbeh Cheshmi (Esteghlal), Saeid Ezatolahi (Shabab Al-Ahli), Mehdi Ghayedi (Al-Nasr), Saman Ghoddos (Kalba), Mohammad Ghorbani (Al-Wahda), Alireza Jahanbakhsh (Dender), Mohammad Mohebi (Rostov), Amir Mohammad Razzaghinia (Esteghlal), Mehdi Torabi (Traktor), Aria Yousefi (Sepahan).
Penyerang:
Ali Alipour (Persepolis), Dennis Dargahi (Standard Liege), Amirhossein Hosseinzadeh (Traktor), Mehdi Taremi (Olympiakos), Shahriar Moghanlou (Kalba).







