Bacaan Liturgi Hari Ini untuk Pesta Santo William, Uskup
Hari ini, umat Katolik merayakan Pesta Santo William, Uskup, sekaligus memperingati Hari Biasa Pekan X Tahun A. Dalam perayaan ini, warna liturgi yang digunakan adalah hijau, simbol dari harapan dan pertumbuhan iman.
Bacaan liturgi hari ini terdiri dari beberapa bagian penting, termasuk bacaan pertama, mazmur tanggapan, bacaan injil, dan bacaan dari Surat Filipi (BCO). Berikut penjelasannya:
Bacaan Pertama: 1Raj 17:1-6
Dalam bacaan pertama ini, kita membaca kisah Elia, nabi besar yang diperintahkan oleh Tuhan untuk menghadapi kekeringan di tanah Israel. Elia berkata kepada raja Ahab bahwa tidak akan ada hujan atau embun selama beberapa tahun, kecuali jika ia sendiri menyuruhnya. Tuhan kemudian memerintahkan Elia untuk bersembunyi di tepi sungai Kerit, tempat burung gagak memberinya makanan setiap pagi dan sore.
Mazmur Tanggapan: Mzm 121:1-2.3-4.5-6.7-8
Mazmur ini merupakan doa yang penuh keyakinan kepada Tuhan sebagai Penjaga dan Pelindung. Ayat-ayat dalam mazmur ini mengingatkan kita bahwa pertolongan datang dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi. Ia tidak akan membiarkan kita goyah dan akan menjaga kita dari segala kecelakaan.
Bacaan Injil Katolik: Mat 5:1-12
Yesus mulai mengajar murid-murid-Nya tentang berbahagia bagi mereka yang miskin di hadapan Allah, yang berdukacita, yang lemah lembut, yang lapar dan haus akan kebenaran, serta orang-orang yang murah hati dan suci hati. Yesus juga menegaskan bahwa mereka yang dianiaya karena kebenaran akan memiliki Kerajaan Sorga.
Bacaan dari Surat Filipi (BCO): Flp 1:12-26
Surat Filipi ini menunjukkan semangat Paulus dalam menjalani penganiayaan. Ia mengatakan bahwa apa yang terjadi padanya justru menjadi kemajuan Injil. Meskipun banyak orang yang memberitakan Kristus dengan maksud yang tidak baik, Paulus tetap bersukacita karena Kristus diberitakan. Ia juga berharap agar hidupnya dapat memuliakan Kristus, baik melalui hidup maupun mati.
Sejarah Santo William, Uskup
Santo William adalah seorang uskup di York, Inggris. Setelah ditahbiskan menjadi uskup, ia dituduh oleh Santo Bernardus melakukan tindakan tidak benar, seperti memboroskan uang keuskupan dan berlaku serong dengan seorang perempuan. Tuduhan ini membuat Sri Paus meragukan kredibilitasnya dan menonaktifkannya dari jabatan uskup.
William kemudian harus tinggal di sebuah biara. Namun, setelah semua pemfitnahnya meninggal, ia akhirnya dapat kembali menggembalakan umat keuskupannya tanpa rasa dendam. Sayangnya, ia akhirnya dibunuh secara diam-diam pada tahun 1154. Kematian ini menandai akhir dari kisah hidup seorang uskup yang penuh tantangan dan kesetiaan.
Perayaan Pesta Santo William
Pesta Santo William dirayakan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan dan ketabahan beliau dalam menjalani panggilan imannya. Umat Katolik diajak untuk meneladani semangat dan kesetiaan Santo William dalam menghadapi tantangan hidup.







