Motor Listrik MBG yang Tersimpan di Gudang Sentul
Sebanyak 21.801 unit motor listrik yang dibeli untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih tersimpan di gudang kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kendaraan-kendaraan ini merupakan bagian dari pengadaan senilai sekitar Rp1 triliun yang kini menjadi sorotan setelah diduga mengalami mark up dan masuk dalam penyidikan kasus korupsi yang menyeret mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).
Di tengah kondisi tersebut, pengadaan kendaraan tersebut kini menjadi fokus penyidikan Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG. Kejaksaan Agung telah menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka, yakni Dadan Hindayana, Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung, dan Irjen (Purn) Sony Sonjaya.
Penyidikan dan Dugaan Mark Up
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkapkan bahwa proyek pengadaan kendaraan tersebut diduga mengalami penggelembungan anggaran atau mark up. “Pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan total pengadaan sebesar sekitar Rp1 triliun,” kata Syarief dalam konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Dalam penyidikan, nilai pengadaan motor listrik itu disebut berkisar antara Rp915 miliar hingga Rp1,39 triliun.
Selain dugaan mark up, Kejaksaan Agung juga menyoroti vendor pengadaan motor listrik, PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT). Penyidik menyebut perusahaan tersebut tidak memenuhi persyaratan sebagai penyedia karena tidak memiliki jaringan diler maupun bengkel aktif yang menjadi syarat penting dalam pengadaan kendaraan operasional berskala nasional.
Pengadaan Motor Listrik yang Tidak Digunakan
Meski gerbang terbuka, aktivitas di lokasi tampak minim. Tidak terlihat pekerja maupun kendaraan operasional yang keluar masuk selama pengamatan berlangsung. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola gudang terkait status penyimpanan maupun rencana distribusi kendaraan tersebut.
Motor-motor tersebut terdiri dari model skuter matik dan trail. Kondisinya berbeda dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Pada April 2026, kendaraan itu masih tersimpan di area samping gudang produsen Emmo Electric Mobility. Namun setelah kasus dugaan korupsi mencuat, jumlah motor yang terlihat di lokasi semakin banyak hingga meluber ke halaman depan bangunan.
Selain deretan motor listrik, terlihat pula sebuah truk kontainer berlabel PT Yasa Artha Tunggal (YAT) yang terparkir di sekitar area gudang.
Peran Mahfud MD dalam Mengungkap Dugaan Korupsi
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengungkap dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebenarnya sudah lama menjadi sorotan publik. Namun, menurutnya, berbagai laporan dan kritik terkait dugaan penyimpangan di Badan Gizi Nasional (BGN) selama ini kerap tidak ditindaklanjuti karena selalu mendapat pembelaan.
Mahfud menyebut isu dugaan korupsi di dalam BGN itu sudah lama, sudah berbulan-bulan diteriakkan tetapi selalu dibela oleh Pak Prabowo. Sehingga BGN selalu luput dari tindakan hukum meskipun rakyat sudah mengajukan data dalam banyak hal.
Tanggapan Presiden Prabowo Subianto
Secara terang-terangan Prabowo Subianto mengaku sedih atas keputusan mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana serta 2 Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya. Prabowo saat memberikan pidato terkait program pemenuhan gizi di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026) mengatakan ketiganya adalah pejabat kepercayaan yang disayanginya.
Prabowo mengatakan dirinya sedih harus mencopot pimpinan BGN. Apalagi orang-orang tersebut sangat ia percayai dan sayangi. “Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih. Karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat,” katanya.
Menurut Prabowo para pejabat yang diganti tersebut merupakan figur-figur yang sebelumnya sangat ia andalkan dalam menjalankan program strategis. Karena itulah, langkah mencopot Dadan Hindayana Cs diakui Prabowo sebagai keputusan yang sangat berat. “Orang yang saya percaya. Orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat,” ujarnya.






