Pemadaman Listrik di Kalimantan Selatan
Pemadaman listrik kembali terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada hari ini, Rabu 8 Juli 2026. Informasi tersebut disampaikan oleh PT PLN Kalselteng melalui unggahan di akun Instagram resmi mereka. Dalam pengumuman yang diberikan, PLN menjelaskan bahwa pemadaman dilakukan sebagai upaya menjaga keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan.
Pemadaman listrik akan berlangsung secara terbatas untuk sebagian pelanggan dengan waktu dan wilayah terdampak sebagai berikut:
Waktu: 13.00 WITA s.d. 18.00 WITA
Wilayah yang terdampak mencakup:
* Jl.Teluk Tiram darat
* Jl.Teluk Tiram Laut
* PT. Kalfish
* Jl.Antasan Raden
* Jl.Ampera
* Jl.Banyiur
* Jl.Keramat basirih
* Jl.Gub.subardjo sebagian dan sekitarnya
Waktu: 17.00 WITA s.d. 22.00 WITA
Wilayah yang terdampak mencakup:
* PT Intan Wijaya
* PT Wijaya Tri Utama (WTU)
* PT.Basirih
* Jl. PM Noor sebagian
* PT. Bogasari
* Gg.Sedayu
* Jl. Banjar raya
* Jl. Barito Hulu
* PT. Hoktong
* Dinas Perikanan
* Angdam
* PT. Komatsu
* Pt. Nogopatmolo 2
* Jl.Barito Hilir
* Pelabuhan Trisakti
* Jl. Yos Sudarso
* Gg. 66
* Kp. Airmantan
* Kp. Yuka
* Jl. Pelabuhan Martapura Lama dan sekitarnya
Waktu: 21.00 WITA s.d. 24.00 WITA
Wilayah yang terdampak mencakup:
* Indosat
* Telkomsel
* Rattan in
* Kreasi Rafi
* Lima Cahaya
* Happy Puppy
* Hotel Royal Jelita
* Inul Vista
* Giant Market
* Beruntung
* pemurus dalam
* Tatah Belayung
* Tembikar dan sekitarnya
PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengucapkan terima kasih atas pengertian dan dukungan pelanggan. Pihak PLN juga terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat proses pemulihan gangguan dan meminimalkan dampak kepada pelanggan.
Penyebab Pemadaman Listrik
PT PLN (Persero) mengungkap alasan pemadaman bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel). Dalam rapat bersama Komisi III DPRD Kalsel, Kamis (2/7/2026), PLN menyatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kestabilan sistem interkoneksi Kalimantan agar tidak mengalami blackout atau padam total.
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono menjelaskan, gangguan bermula dari masalah operasional pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Kalimantan Tengah. Gangguan tersebut menyebabkan kemampuan pembangkit memasok daya ke sistem menurun sehingga pasokan listrik belum dapat beroperasi secara optimal.
“Untuk menjaga frekuensi dan kestabilan sistem, PLN menerapkan manajemen beban secara terbatas dan terukur,” ujarnya, dalam rapat.
Iwan menjelaskan, saat itu sebenarnya telah berlangsung plant outage, yakni penghentian operasi pembangkit yang telah dijadwalkan untuk pemeliharaan. Namun, proses pemeliharaan di salah satu pembangkit mengalami keterlambatan sehingga pembangkit lain harus menanggung beban lebih besar. Akibatnya, sebagian pembangkit mengalami forced outage atau gangguan tidak terencana.
“Karena plant outage tidak selesai sesuai jadwal, pembangkit lain harus memenuhi seluruh kebutuhan sistem. Akhirnya ada yang mengalami forced outage,” jelasnya.
Ia mengatakan kondisi tersebut membuat operator harus segera mengurangi beban sistem agar frekuensi jaringan tetap berada pada batas aman. Jika beban tidak dikurangi, frekuensi listrik akan terus turun dan berpotensi memicu blackout di seluruh sistem interkoneksi Kalimantan.
“Kalau sistem dipaksa tetap melayani seluruh beban, nanti terjadi blackout. Kalau sudah blackout, seluruh Kalimantan bisa padam,” ujarnya.
Menurutnya, pemulihan setelah blackout jauh lebih rumit dibanding melakukan pemadaman bergilir. Satu unit pembangkit membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat jam untuk kembali beroperasi, kemudian seluruh pembangkit harus disinkronkan sebelum sistem kembali normal.
Ia mengatakan, PLN memilih melakukan pengurangan beban secara bertahap. Prioritas pengurangan diberikan kepada pelanggan industri atau pelanggan yang memiliki captived power atau pembangkit listrik sendiri, sehingga dampak terhadap pelanggan rumah tangga dapat ditekan.
“Kita usahakan pelanggan yang punya genset lepas dari jaringan PLN sehingga beban berkurang. Dengan begitu pelanggan rumah tangga tidak banyak yang padam atau waktu padamnya tidak terlalu lama,” katanya.
Dalam rapat tersebut, PLN juga memaparkan sejumlah langkah penanganan yang sedang dilakukan, yakni mempercepat pemulihan unit pembangkit yang terganggu, mengoptimalkan pembangkit lain yang masih beroperasi, melakukan pengaturan operasi sistem secara real time, serta menerapkan manajemen beban bergilir demi menjaga keandalan sistem.







