Firasat Ibu yang Tidak Terwujud: Kematian Bilqis yang Membuat Keluarga Hancur
Sebuah peristiwa tragis terjadi di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Seorang bocah perempuan berusia 11 tahun bernama Bilqis ditemukan tewas dengan kondisi penuh luka bacok di rumahnya. Kejadian ini mengejutkan seluruh keluarga dan masyarakat sekitar, terutama ibunya, Dewi Sri Lestari (34), yang mengaku merasakan firasat aneh sebelum kejadian tersebut terjadi.
Perasaan Gelisah yang Tidak Bisa Diabaikan
Dewi mengatakan bahwa sebelum menemukan putrinya dalam kondisi meninggal dunia, dirinya diliputi perasaan gelisah. Ia bahkan sempat tidak bisa tidur meski sedang berada di kasur. “Malamnya aku firasat, kok badan aku tidur di kasur kayak gini, tidak enak, gelisah,” ujar Dewi. Ia juga menyebut bahwa ia sempat berpindah ke lantai, tetapi masih saja merasa tidak nyaman.
Selain itu, Dewi mengaku merasa malas untuk berangkat bekerja ke pabrik. Biasanya ia berangkat saat subuh, namun pada hari kejadian, ia memilih untuk terlambat. Hal ini membuatnya pulang lebih cepat dari biasanya. Saat kembali ke rumah, ia mendapati Bilqis sudah tidak bernyawa lagi.
Kondisi Rumah yang Relatif Sepi
Rumah korban berada di lingkungan yang tidak terlalu ramai aktivitas warga. Kondisi ini diduga menjadi salah satu faktor mengapa kejadian tidak segera diketahui oleh masyarakat sekitar. Meskipun demikian, keluarga menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian.
Penemuan Awal dan Pemeriksaan Medis
Bilqis pertama kali ditemukan oleh ibunya sendiri ketika pulang bekerja dari sebuah pabrik pada Jumat sore. Saat itu, jasad korban ditemukan dalam keadaan mengenakan seragam Pramuka. Polisi segera melakukan olah TKP dan membawa jasad korban ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk pemeriksaan medis.
Hasil pemeriksaan luar menunjukkan adanya luka bacok di beberapa bagian tubuh korban. Dugaan sementara menyebutkan bahwa korban mengalami kekerasan yang menyebabkan kematian. Namun, motif dari kejadian ini masih dalam penyelidikan.
Harapan Keluarga untuk Keadilan
Keluarga korban mengaku masih terpukul atas kejadian yang menimpa Bilqis. Mereka berharap proses hukum dapat berjalan secara transparan dan cepat. Moewardi, perwakilan keluarga korban, menyampaikan bahwa mereka berharap aparat penegak hukum dapat bekerja maksimal untuk mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut dan menindak pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami berharap kasus ini bisa segera terungkap karena ini pembunuhan yang sangat sadis. Kalau pelakunya sudah ditemukan, kami meminta dihukum seberat-beratnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Moewardi.
Proses Penyelidikan yang Masih Berlangsung
Sementara itu, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan meninggalnya korban. Petugas juga terus mengumpulkan berbagai informasi, keterangan saksi, serta bukti yang diperlukan guna memperjelas kasus tersebut.
Kasatreskrim Polres Sragen AKP Catur Agus Yudo Praseno menjelaskan bahwa korban yang diketahui bernama Bilqis, pertama kali ditemukan oleh ibunya, Dewi, sepulang bekerja. “Yang mengetahui pertama kali, ibu kandung korban dan dalam kondisi mengenakan baju Pramuka,” kata Catur.






